12 Konsep Keselamatan yang Terdapat Pada Ajaran Kristen

Keselamatan berdasarkan kepercayaan umat Kristen adalah semuanya berada dalam perlindungan Yesus Kristus. Keselamatan tersebut hanya dapat dilakukan jika seseorang telah percaya ataupun meyakini adanya penyaliban dan kebangkitan Yesus Kristus. Di bagian ini, kita meyakini bahwa suatu saat akan bersatu dengan Bapak yang mengimani umat-umat Kristiani.

Di dalam Ajaran Kristen, ada sebuah konsep keselamatan atau soteriology yang menjelaskan suatu pengalaman rohani pada Allah. Ada cara memperoleh keselamatan menurut iman kristen, yakni berdasarkan  12 konsep keselamatan atau simbol keselamatan. Konsep tersebut tidak saling meninggi maupun menindih satu sama lain. konsep-konsep tersebut, bisa Anda lihat dibawah ini.

1. Konsep Pilihan

Konsep keselamatan yang pertama adalah konsep pilihan atau diartikan dalam bahasa Inggris adalah Election. Pada konsep ini Allah memilih seseorang yang bisa diselamatkan untuk nantinya akan menajdi anggota badan Yesus Kristus. Di dalam Yohanes 6:44, Allah memiliki hak untuk menentukan pilihan dan para manusia bebas untuk menanggapinya.

2. Konsep Pengganti

Berikutnya adalah konsep pengganti atau subtitution. Maksud dari konsep pengganti ini adalah kematian Yesus dijadikan pengganti manusia yang telah mempercayai kepada-Nya sebagaimana Tuhan dan juru selamat. Konsep ini juga bisa dijabarkan di dalam kata depan bahaya Yunani. Pertama adalah kata “huper” dan dan kata “anti”.

3. Konsep Penebusan

Konsep penebusan pada poin ini adalah penebusan dosa. Di dalam konsep ini, terdapat beberapa istilah yang digunakan. Pertama adalah istilah Agorazo, maksudnya adalah membeli, membayar, dan juga menyerahkan apapun sebagai pemberian harga pembayaran yang dapat setimpal bagi sesuatu pada barang lainnya. Bisa dikatakan pemberian sesuatu harga yang dapat setimpal dengan dosa manusia yang melakukan perbuatannya.  Hal ini dilakukan supaya dosanya dapat ditebus melalui darah Yesus.

Kedua adalah istilah eksagorazo. Arti dari istilah ini adalah dibeli ataupun keluar. Berdasarkan arti teologisnya, maka dibeli keluar atau dipindahkan dari berbagai pasar dosa. Dengan kata lain, kematian Yesus Kristus dapat memindahkan manusia dari pasar dosa. Dengan begitu, manusia yang beriman pada Yesus akan dijamin sepenuhnya dari hukuman dosa.

Istilah terakhir adalah lutroo. Maksud dari artikel ini adalah membebaskan atau melepaskan manusia dari berbagai dosa. Manusia tersebut juga diperintahkan untuk pergi sebagai orang-orang yang merdeka. Perlu Anda ketahui bahwa maksud dari tebusan dibagian ini adalah membebaskan ikatan dosa.

4. Konsep Pemuasan

Konsep ini berasal dari kata “hilasmos” yang artinya memuaskan, dan juga mendamaikan dengan diri sendiri. Dengan ata lain istilah ini lebih mengarah pada perdamaian. Berdasarkan teologis, kematian Yesus memuaskan hati Allah. Pada Ibrani 9:5, hilasterion di bagian ini dapat melukiskan keadaan di bagian kemah sembahyang. Pada bagian ini, Yesus Kristus merupakan tempat pertemuan orang-orang berdosa yang telah dipuaskan hidupnya oleh darah pengorbanan-Nya. Allah pun menuntut para manusia untuk puas dengan pengorbanan Yesus Kristus dan juga menerima-Nya. Hal tersebut merupakan janji keselamatan dalam Alkitab Yoh 1:12.

5. Konsep perpalingan

Konsep yang satu ini merupakan pengembalian pikiran seseorang yang berdosa secara sukarela dari dosa kepada Yesus Kristus. Jika dilihat dari perbuatan Allah ini, maka hal tersebut bisa dikatakan kelahiran baru atau regeneration. Hal ini dipertegas pada Yer 31:18 oleh gerakan ilahi yang disertai dengan adanya tindakan manusia yang secara sukarela meninggalkan dosanya.

6. Konsep kelahiran baru

Konsep ini pernah dibahas pada poin sebelumnya. Regenerasi atau kelahiran baru merupakan aktivitas roh Allah yang memberikan kodrat baru pada seseorang yang berdosa. Hal itu dikarenakan orang tersebut mau menrima Yesus Kristus sebagai Tuhannya dan juga sebagai sang Juru selamat.

7. Konsep Perdamaian  

Konsep ini diambil dari kata benda katallage yang menggunakan kata kerja katallaso. Arti dari kata tersebut adalah penyesuaian suatu perbedaan yang nantinya menimbulkan permusuhan dari kedua belah pihak. Konsep ini dinyatakan secara jelas pada EF 2:15-16.

8. Konsep pembenaran

Dengan adanya Yesus Kristus, orang-orang yang berdosa dibetulkan oleh sebab iman terhadap dia. Berbagai unsur di dalam pembenaran antara lain pengampunan dosa dan juga pemindahan atau pengangkatan kesalahan serta penghukuman dari dosa.

9. Konsep pengangkatan

Setiap orang yang melakukan tobat dari dosa-dosanya, maka dia akan diangkat sebagai salah satu keluarga-Nya. Selain itu, dia juga berhak untuk mendapatkan warisan dari kerajaan Allah selama dia masih beriman dengan Tuhan Yesus. Hal tersebut tercermin pada ayat Alkitab tentang bertobat.

10. Konsep Kesatuan dengan Yesus Kristus

Pada konsep ini kesatuan orang-orang yang percaya dengan keteladanan Yesus Kristus sifatnya hakiki. Persatuan ini juga merupakan hal yang vital bagi kehidupan. Hal ini menjadikan umatnya sebuah prinsip hidup bagi orang-orang yang mempercayainya.

11. Konsep Penyucian

Konsep kesucian dibagi menjadi tiga, yakni kesucian secara posisi, pengalaman, dan juga akhir. Untuk posisi, hanya untuk orang-orang yang telah beriman pada-Nya. Untuk versi pengalaman lebih ke arah proses atau sebuah usaha yang terus dilakukan. Sementara untuk kesucian akhir merupakan kesempurnaan total oleh Yesus pada sebuah tubuh yang penuh dosa menjadi lebih suci kembali.

12. Konsep Pemuliaan

Konsep pemuliaan hanya terjadi pada kehidupan kekal. Hal tersebut telah dituliskan pada Mat 25:46. Kekal di sini merupakan kehidupan yang telah diberkati dan juga penuh pahala. Orang-orang yang sudah disucikan nantinya akan memberikan pelayana dan beribadah pada Tuhan.

Itulah 12 konsep keselamatan pada ajaran kristen. Semoga artikel ini bisa memberikan inspirasi