Sponsors Link

Alasan Kaisar Nero Membantai Orang Kristen Dengan Penjelasan Terlengkap dan Terjelas

Sponsors Link

Sejarah turut mencatat tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam agama Kristen. Beberapa diantaranya diabadikan dalam Alkitab, seperti tokoh Alkitab yang tidak berputus asa, tokoh Alkitab yang rendah hari, tokoh Alkitab yang menghormati orang tua, tokoh Alkitab yang bersikap adil, dsb. Sejarah agama Kristen tidak hanya diwarnai oleh tokoh Kristen yang memperjuangkan kebenaran saja, tetapi juga ada masa-masa kelam. Terutama ketika Kaisar Nero membantai orang-orang Kristen di Roma. Kaisar Nero memang dikenal kejam dan tiran pada masanya. Lalu apa alasan Kaisar Nero Membantai Orang Kristen sebenarnya? Berikut adalah penjelasannya.

Siapa Itu Kaisar Nero?

Kita memang telah mengenal Kaisar Nero sebagai pribadi yang kejam dan tak kenal ampun. Akan tetapi sedikit dari kita yang mengetahui lebih dalam tentang dirinya. Nama Latin Kaisar Nero adalah Nero Claudius Caesar Augustus Germanicus. Ia dilahirkan pada tanggal 15 Desember tahun 37 M. Mulanya, Nero kecil banyak dibimbing oleh ibunya (Agrippina The Younger) dan gurunya Lucius Annaeus Seneca. Seiring berjalannya waktu, Nero semakin aktif dan mandiri dalam mengambil segala keputusan. Akhirnya, sang ibu diusir dan bahkan dibunuh oleh Kaisar Nero. Rezim Kaisar Nero sering diasosiasikan dengan rezim yang tiran dan kejam. Bahkan masyarakat Roma sendiri menganggapnya sebagai orang yang korup dan menjijikan. Eksekusi-eksekusi yang ia lakukan bukan berdasar pada kemaslahatan bersama, tetapi lebih karena kekejaman dirinya.

Alasan Kaisar Nero Membantai Orang Kristen

Pada tahun 64 M kebakaran hebat melanda Roma selama enam hari tujuh malam. Apinya melahap hampir tiga perempat kota Roma. Masyarakat menyalahkan Kaisar Nero atas peristiwa tersebut. Mereka beranggapan Kaisar sengaja menyulut api untuk kesenangannya sendiri. Supaya apa yang dituduhkan tidak menjatuhkannya, Kaisar Nero malah menyalahkan orang-orang Kristen. Orang Kristenpun disiksa dan dieksekusi karena kasus tersebut. Detail peristiwa itu ada di dalam catatan Tacitus dalam bukunya yang berjudul Annals yang ditulis beberapa tahun setelah kejadian. Tacitus sendiri adalah seorang pemuda yang hidup di Roma pada masa persekusi terhadap orang Kristen terjadi. Berikut adalah kutipan dari catatannya yang dikutip dari laman eyewitnesstohistory dan diterjemahkan oleh penulis artikel sendiri.

“Therefore, to stop the rumor [that he had set Rome on fire], he [Emperor Nero] falsely charged with guilt, and punished with the most fearful tortures, the persons commonly called Christians, who were [generally] hated for their enormities. Christus, the founder of that name, was put to death as a criminal by Pontius Pilate, procurator of Judea, in the reign of Tiberius, but the pernicious superstition – repressed for a time, broke out yet again, not only through Judea, – where the mischief originated, but through the city of Rome also, whither all things horrible and disgraceful flow from all quarters, as to a common receptacle, and where they are encouraged. Accordingly first those were arrested who confessed they were Christians; next on their information, a vast multitude were convicted, not so much on the charge of burning the city, as of “hating the human race.”

“Oleh karena itu, untuk menghentikan rumor [bahwa dialah yang membakar Roma], dia [Kaisar Nero] melancarkan tuduhan palsu, dan menghukum dengan sangat kejam, orang-orang yang biasa disebut orang Kristen, yang [umumnya] dibenci secara karena dosa mereka. Kristus, pendiri nama itu, dihukum mati sebagai seorang kriminal oleh Pontius Pilate, prokurator dari Judea, di masa pemerintahan Tiberius, namun takhayul yang jahat itu – yang dikekang untuk sementara waktu, lepas lagi, bukan hanya melalui Judea, – tempat kenakalan berasal, tetapi juga melalui kota Roma, ke tempat semua hal yang mengerikan dan mencemarkan mengalir dari seluruh bagian, seolah umum diterima, dan mereka didukung. Mulanya mereka yang mengaku orang Kristen ditangkap; selanjutnya berdasarkan informasi mereka, sejumlah besar orang dihukum, tidak sepadan dengan kesalahan membakar kota, seolah “membenci ras manusia.”

Demikianlah penjelasan mengenai alasan Kaisar Nero membakar orang Kristen. Di lihat dari sisi manapun, alasan Kaisar rasanya tidak dapat diterima. Kita sebagai orang Kristen hanya bisa mengambil pelajaran dan mendoakan yang terbaik untuk mereka.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Kristen