Sponsors Link

20 Alasan Orang Islam Masuk Kristen

Sponsors Link

Agama Islam tentu saja berbeda dengan agama Kristen. Kitab sucinya saja sudah berbeda, begitu juga dengan cara beribadahnya. Kita semua tahu kalau agama Islam adalah agama mayoritas di Indonesia. Sedangkan agama Kristen dan Katolik menjadi agama minoritas. Sebagai orang Kristiani, kita sering mendengar kasus perpindahan agama. Yang mayoritas terjadi adalah agama Kristen masuk Islam. Hal ini sangat disayangkan. Apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi? Faktor utamanya adalah kekuasaan. Manusia sekarang gila-gila kekuasaan, gila bahkan buta terhadap uang. Sehingga ia rela mengorbankan Tuhan demi uang.

ads

Di balik kasus di atas, ada juga hal menarik yang perlu dibahas. Yaitu alasan orang Islam masuk Kristen. Pertanyaan yang sama pun muncul. “Mengapa orang Muslim mau masuk Kristen?” Bila Islam adalah agama terbaik di dunia, mengapa ada Muslim yang pindah ke agama lain?Kita perlu tahu, semua orang memiliki kebebasan untuk memeluk agama dan kepercayaan masing-masing. Setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Bisa saja ia pindah agama karena mengalami mukjizat tertentu. Kita sebagai manusia tidak bisa menyalahkan orang tersebut.

Mengapa orang Muslim masuk Kristen?

Tujuan Hidup Orang Kristen banyak di antara kamu yang sangat penasaran. Berikut adalah 20 alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Diantaranya:

1. Dampak Terjemahan Al-Quran

Orang Muslim menjadikan Al-Quran sebagai pondasi dalam hidupnya dan Cara Beribadah Agama Kristen. Ia bertindak sesuai apa yang dituliskan dalam Al-Quran. Namun, hanya menjalankan saja, tidak sepenuhnya mengerti apa maksud yang tertulis di dalamnya. Isi dari Al-Quran dituliskan dalam Bahasa Arab. Umat Muslim melafalkan bahasa tersebut tanpa tahu apa makna dari yang diucapkannya. Jika diterjemahkan, banyak isi dari Al-Quran yang tidak menunjukkan adanya janji keselamatan. Tidak ada jaminan bagi umat Muslim untuk masuk sorga.

  • Jika ditelaah, semua manusia pada hakekatnya akan masuk neraka. Ini semua dikarenakan manusia berbuat banyak dosa selama ia hidup.
  • Isi dari Kitab Suci dan Al-Quran pun tidak menjanjikan umatnya untuk masuk sorga.
  • Namun, terdapat isi Kitab Suci yang menunjukkan jalan keselamatan. Jika diartikan, jalan keselamatan sama artinya dengan masuk sorga.
  • Hal ini terjadi bagi setiap umat Kristiani yang percaya kepada Yesus Kristus. Percaya dan iman yang kuat merupakan kunci untuk mengikut Kristus.

Saat membaca Injil, orang Muslim menemukan adanya jalan ke sorga. Disini, Isa Al-Masih menjadi Sang Juru S’lamat bagi umatnya. Hal ini terungkap pada Yohanes 10:28 “dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak merebut mereka dari tangan-Ku.”

Berikut adalah ayat-ayat Alkitab yang menunjukkan jalan keselamatan:

Yohanes 5:24 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barang siapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum sebab ia sudah pindah dari dalam mau ke dalam hidup.”

Yohanes 14:6 “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Yohanes 6:58 “Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”

2. Ajaran Al-Quran Bertolak Belakang dengan Ajaran Alkitab

Dalam agama Islam, seorang Muslim wajib membela agama dan nabi Muhammad. Bahkan ia boleh melakukan hal apa saja agar agamanya berkembang. Lihat saja aksi uamt Muslim yang tega membakar Gereja Kristen. Hal ini berbanding terbalik dengan ajaran Kristen. Buktinya tidak ada orang Kristen yang melakukan pembakaran Masjid. Bahkan Pendeta dan Pastor mendoakan seluruh agama yang di dunia untuk berdamai. Menyebutkan bahwa setiap manusia adalah saudara. Sebagai seorang Kristen, kita wajib menghargai dan menyayangi setiap umat manusia. Tanpa memperdulikan latar belakang, ekonomi, dan statusnya di dalam masyarakat.

  • Di dalam agama Islam, seseorang yang telah mati boleh mengadakan pesta perkawinan di sorga.
  • Bahkan orang Muslim yang mati dengan berjihad, berhak untuk menikah dengan 72 bidadari. Hal ini tidak terdapat dalam Alkitab.
  • Seperti yang tertulis dalam kitab Matius 22:25-30 “Tetapi di angara kami ada tujub orang bersaudara.
  • Yang pertama kawin, tetapi kemudian mati. Dan karena ia tidak mempunyai keturunan, ia meninggalkan isterinya itu bagi saudaranya.

Demikian juga yang kedua Cara Berdoa yang Benar dan yang ketiga sampai dengan yang ketujuh. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itu pun mati. Siapakah diantara ketujuh orang itu yang akan menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab mereka semua telah beristerikan dia. Yesus menjawab mereka: “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun Kuasa Allah!” Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan, melainkan hidup seperti malaikat di sorga.”

3. Banyak Ayat Al-Quran yang Bertentangan dengan Ayat Lainnya dan Ayat Alkitab

Ada tertulis, “Jika Al-Quran bukan berasal dari Allah, pasti sudah mendapat pertentangan dari banyak orang.” Hal ini benar. Namun, ayat-ayat dalam Al-Quran sering bertentangan antara satu dengan yang lainnya. Seperti:

  • “Sesungguhnya Al-Quran itu adalah perkataan Rasul Muhammad (lihat S 21:91) bandingkan dengan Surah 4:82
  • Al-Quran mengatakan kalau Allah itu Maha Pengampun. Namun, ayat Al-Quran S 4:80 berbunyi “Sekalipun 70 kali orang Muslim memohon ampun bagi orang fasik, Allah tidak akan mengampuni dia.”

Pandangan Iman Kristen Terhadap Gaya Hidup Modern hal ini tidak sesuai dengan bunyi Alkitab pada Yehezkiel 33:10-11 “Dan engkau anak manusia, katakanlah kepada kaum Israel: Kamu berkata begini: Pelanggaran kami dan dosa kami sudah tertanggung atas kami dan karena itu kami hancur; bagaimanakah kami dapat tetap hidup? Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?”

  • Allah di Al-Quran adalah Allah yang boleh bertindak sewenang-wenang. Ia menyesatkan orang yang mau ia sesatkan (S 16:93). Hal ini bertentangan dengan isi Kitab Yohanes 3:17 “Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.”
  • Alkitab mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia. Seperti yang tertulis Matius 22:39 “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Berbeda dengan ayat Al-Quran yang berisi perangilah musuh Allah dan rasul-Nya (S 2:190-191, 9:5, 123; 47:4)

4. Kontradiksi dalam Kehidupan Nabi Islam

Mengapa umat Muslim diperkenankan menikah beberapa kali? Ini semua karena Nabi Muhammad SAW dikatakan memanfaatkan wahyu untuk menguntungkan dirinya sendiri. Misalnya, pernikahannya dengan isteri anak angkatnya, Zain bin Muhammad. Nabi Islam mendapat wahyu yang mengizinkannya menikahi Zainab walau sudah menjadi isteri Zaid. Hal ini sempat menjadi pertentangan. Dimana agama Islam mempertentangkannya. Umat Muslim berkata kalau Nabi Muhammad SAW menikahi Zainab karena telah resmi bercerai dengan Zaid.

Umat Muslim juga melihat bagaimana Nabi Muhammad SAW menambah kekayaan dari musuh-musuh yang dikalahkannya. Juga bagaimana Islam pada mulanya menyebarkan agama dengan menggunakan pedang. Fakta-fakta itulah yang menyebabkan sebagian umat Muslim beralih kepada Injil, dan hidup menurut ajaran Kristiani.

5. Banyak Pelanggaran yang Dilakukan Oleh Tokoh Islam

Sponsors Link

Di Indonesia sendiri, kita menemukan Cara Puasa Orang Kristen Protestan dan banyak kasus pelanggaran. Termasuk pelanggaran yang dilakukan oleh tokoh Muslim yang ada di Indonesia. Pelanggaran tersebut baik yang berlevel rendah hingga tinggi sekalipun.

Contohnya adalah:

  • Adanya Ustad yang melakukan perbuatan cabul. Jika ditelaah, hal ini sangat tidak masuk akal. Ia seorang pengikut Allah, tetapi ia sendiri melanggar perintah Allah. Hawa nafsu dan kurangnya pertahanan iman menjadi penyebab utama.
  • Penipuan yang dilakukan oleh para Ustad. Seperti kabar mengenai Ustad Yusuf Mansyur yang diduga telah melakukan penipuan dalam bisnis PayTren yang dilakukannya.
  • Banyaknya ulama yang ada di Indonesia telah terbukti melakukan tindak korupsi. Hal ini dilakukan untuk memperkaya diri sendiri. Kasus korupsi ini banyak tersiar di media massa.

6. Banyaknya Umat yang Alim Terlalu Mengeksklusifkan Diri

Setiap manusia berhak untuk melakukan apapun di dalam hidupnya. Baik itu hal yang benar maupun salah. Apapun yang dilakukan manusia ujung-ujungnya akan dikaitkan dengan isi dari Kitab Suci maupun Al-Quran. Perbuatan baik maupun jahat akan diperhitungkan saat penghakiman terakhir. Untuk memutuskan apa orang tersebut layak masuk sorga atau dicampakkan ke neraka.

Masalahnya, banyak umat Muslim yang terlalu mengeksklusifkan dirinya. Ia selalu mengatakan bahwa ajaran agamanya adalah yang paling benar. Ia selalu mengkoar-koarkan dan mengaitkan setiap perbuatan manusia dengan isi Al-Quran. Umat tersebut juga berpikir bahwa apa yang dikatakan oleh Tokoh Islam seluruhnya benar. Seakan-akan suara tokoh agama sebanding dengan Suara Tuhan. Padahal, tokoh Islam juga manusia biasa yang tidak lepas dari kekeliruan dalam hidupnya.

Tindak penghakiman ini lebih banyak ditemui ketimbang menyiarkan indahnya agama Islam itu sendiri. Inilah yang menjadi penyebab mengapa Islam masuk Kristen.

7. Terlalu Menggembor-Gemborkan Ritualitas Tanpa Kualitas

Dalam setiap perkumpulan keagamaan, Islam selalu memperhatikan jumlah umat yang hadir. Bukan malah mendatangkan tokoh agama yang bisa menjadi figur Islam yang kaffah.

8. Banyak Tokoh Islam yang Mencari Keuntungan

Manusia banyak dibutakan oleh jabatan dan uang. Ibaratkan “uang dan jabatan” adalah segalanya. Hal ini juga terjadi dalam hidup para pendakwah. Banyak dari mereka yang sengaja berdakwah untuk mendapatkan uang. Ia manawarkan dirinya kesana kemari untuk berkotbah. Tindakan tersebut memang terpuji. Namun, ada maksud tersirat dari pelayanan yang dilakukan. Yaitu untuk memperkaya diri sendiri.

Hal ini tentu saja berbeda dengan para pengkotbah dari agama lain. Dimana tujuan utama mereka adalah melayani umatnya, memberikan pencerahan, dan ingin agar umat hidup menurut apa yang tertulis di dalam Kitab Suci. Bukan malah mencari keuntungan. Pencerahan semacam ini membuat umat rindu untuk bertemu dengan pengkotbah. Selain itu, khotbah juga dijadikan sebagai hikmat karunia yang datang dari Yesus itu sendiri.

Adanya ketulusan tanpa maksud tersirat (keuntungan) membuat agama tersebut menjadi agama yang moderat. Bukan menjadi nilai agama yang sangat mudah didapatkan. Apalagi jika harus dikoar-koarkan melalui media sosial. Sungguh dua hal yang sangat berbeda antara Islam dengan Kristen.

9. Banyak Umat Muslim yang Menilai Hanya dari Penampilan

Peran Gereja Dalam Masyarakat sebagian umat Muslim juga menilai orang dari penampilannya. Menggambarkan seorang yang benar-benar Islam bisa dilihat dari hal-hal kecil. Misalnya:

  • Mengenakan gamis setiap bepergian ke suatu tempat
  • Mengenakan hijab Syar’i bahkan ada yang mengenakan cadar
  • Pergi ke tempat-tempat suci, seperti Mekkah
  • Selalu hadir dalam perayaan-perayaan besar agama Islam

Jika diteliti, contoh di atas merupakan hal umum yang harus dilakukan seorang penganut agama yang baik. Kita tidak boleh menyimpulkan kepribadian seseorang hanya dari tampilan luarnya saja. Jadi, bagaimana dengan orang yang tidak mengenakan hijab? Apakah ia seorang pendosa? Belum tentu! Ia pasti memiliki alasan yang kuat mengapa ia tidak mengenakan hijab. Seperti, menganggap diri belum pantas. Karena hijab adalah bukti ketaatan terhadap Allah. Bukan hanya sebatas fashion saja.

10. Adanya Kasus Kekerasan dalam Agama Islam

Dewasa ini, banyak kekerasan yang terjadi di dunia. Kejahatan ini juga meliputi beberapa agama yang ada di dunia, termasuk Islam. Dalam satu tahun, ada saja perang agama yang terjadi. Banyaknya kekerasan yang melibatkan agam Islam membuat sebagian umat berpindah haluan. Mereka berpendapat bahwa Islam bukan lagi agama damai. Mangsa kekerasan biasanya agama lain atau sesama agama Muslim. Kata lainnya, ada orang Islam yang membunuh orang Kristen. Atau orang Islam yang membunuh orang Islam.

Untuk meninggalkan hal semacam itu, mereka pindah menjadi Kristen. Dimana mereka mempercayai adanya cinta kasih di dalam Kristen. Karena Kristus juga menghendaki manusia agar saling mengasihi yang satu dengan yang lainnya.

Yohanes 13:34-35 “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mngasihi; sama seperti Aku mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

11. Islam Adalah Simbol Kekuasaan

Hal ini dapat dilihat saat Islam menghendaki umatnya untuk bekerja pada lembaga pemerintahan. Sehingga umat tersebut bisa berkuasa di suatu daerah bahkan negara di Indonesia. Ketidakcocokan simbol ini mengakibatkan seorang Islam pindah Kristen.

12. Metode Dakwah yang Masih Menggunakan Metode Ortodoks

Maksudnya disini adalah dakwah yang diberikan oleh pengungkap agama masih terpaku pada ajaran zaman dulu. Hal ini dianggap tidak sesuai pada perkembangan zaman sekarang. Dimana isi dari Al-Quran kurang bisa menyesuaikan dengan pola pikir di masa depan. Isi dari Al-Quran mengajak umat Islam stagnan dan hidup di masa lampau.

Berbeda dengan isi Alkitab yang membagi kisah hidup menjadi dua yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian ini memiliki perbedaan, yaitu:

  • Perjanjian Lama memberikan dua hukum yang terdiri atas dua bagian. Diantaranya: perintah dan berkat/kutuk. Sumbernya bersumber dari ketaatan atau ketidaktaatan seseorang.
  • Perjanjian baru menjelaskan bahwa Allah memberikan perintah-perintah berdasarkan kebutuhan manusia akan keselamatan.

13. Kecewa Pada Agamanya Sendiri

Perasaan kecewa muncul ketika apa yang terjadi tidak muncul sesuai harapan. Ketika hal ini terjadi, orang sering kali mencari penenangan dan jalan untuk mengobati rasa kecewa. Sama halnya seperti beragama. Saat umat Muslim berpendapat bahwa Islam tidak bisa memberikan apa yang ia inginkan, ia akan mencari tempat dan kepercayaan lain untuk mewujudkan keinginannya. Tak lama setelah ia pindah menjadi Kristen, keinginannya terkabul. Akhirnya, ia menjadi Kristen yang sejati. Ia menjadi pribadi yang baru. Bukan lagi menjadi seorang Muslim, melainkan seorang Kristiani.

14. Islam Memperbolehkan Poligami

ads

Bagi orang Kristiani, pernikahan adalah suatu hal yang sangat sakral. Seseorang hanya boleh menikah satu kali seumur hidupnya. Hanya mautlah yang boleh memisahkan keduanya. Ketika salah seorang dari pasangan suami atau istri meninggal, barulah orang tersebut boleh menikah lagi. Itulah pengecualiannya.

Efesus 5:25 “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.”

Hal ini tentu saja berbeda dengan agama Islam yang memperbolehkan umatnya untuk melakukan poligami. Selain itu, pernikahan siri pun disetujui oleh Republik Islam. Hal ini berarti seorang pria boleh memiliki 4 istri permanen dan mempunyai wanita lain di sampingnya sebagai “istri sementara” menurut keinginannya.

Kedua pandangan yang sangat berbeda, bukan? Sebagian hukum Islam tidak bisa diterima sebagian umat. Apalagi jika melihat kedua pandangan di atas. Itulah yang menyebabkan seorang Islam pindah menjadi Kristen.

Pengkotbah 9:9 “Nikmatilah hidup dengan isteri yang kau kasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah kebahagiaan dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.”

15. Pergumulan dalam Hidup

Setiap manusia memiliki pergumulan dalam hidup, misalnya penyakit. Setiap masalah tak henti-hentinya datang menghampiri. Sebagian dari masalah tersebut bisa terselesaikan, sebagian lagi tidak. Berulang kali mencoba mengatasinya, namun gagal. Segala jerih payah dilakukan dan tidak membuahkan hasil.

Murtad disini terjadi ketika seseorang telah bernazar atau berjanji untuk berkomitmen kepada Tuhan. Ia rela meninggalkan agama Islam dan pindah ke agama Kristen jika Tuhan menolongnya. Hingga pada akhirnya, Tuhan datang menolong dan menjawab semua doanya. Secara resmi, ia sudah menjadi orang Kristiani.

Yohanes 7:38 “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.

16. Pengalaman Pribadi

Saifuddin Ibrahim adalah salah seorang yang murtad. Ia berkata “lebih kaget lagi tatkala saya belajar dan membandingkan sendiri isi kedua kitab suci ini, maka sayang sekali kalau saudara Muslim tidak membaca sendiri Alkitab. Baru saya sadar bahwa ayah, ibu, dan kakek moyang saya sengaja menyembunyikan kekristenan sebagai ajaran ajaib dan luar biasa bagi hidup toleransi dan damai masa depan.”

Selain itu, Saifuddin juga memberikan menceritakan pengalaman hidupnya. Dimana ia bertemu dengan pria Kristen yang umurnya tiga tahun lebih tua dari dirinya. Ketika Saifuddin ingin mengunjungi rumah bibinya, pria tersebut betanya “kemana kamu akan pergi?”. Saifuddin memberikan alamat tersebut. Lalu, pria itu mengantarkan dirinya hingga Saifuddin sampai ke rumah bibinya. Pria tersebut rela membayar biaya transportasi dan bertanya kepada orang lain untuk menemukan alamat tersebut. Ketika Saifuddin ingin mengganti uang pria tersebut, pria itu tersenyum dan menolak dengan halus. Dari peristiwa tersebut, Saifuddin melihat bahwa agama Kristen benar-benar menerapkan cinta kasih, seperti yang diajarkan Yesus kepada kita.

Lukas 6:35 “Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap oran-orang jahat.”

17. Pengaruh Lingkungan Sosial dan Pendidikan

Murtad juga bisa terjadi karena lingkungan sosial dan pendidikan. Ketika orang Islam tinggal di lingkungan non Islam, sudah otomatis ia akan terpengaruh. Orang tersebut akan mengetahui tata cara beribadah, perayaan hari besar, bahkan lagu-lagu Kristiani. Adanya rasa “penasaran” juga membuat mereka ingin belajar tentang Kristen.

Begitu juga ketika orang Islam menempuh pendidikan di sekolah Kristen. Jika orang tersebut mulai dari TK sampai SMA bersekolah di Yayasan Kristen, sudah pasti akan mengubah mind set atau pola pikirnya. Ia akan lebih mengetahui agama Kristen lebih dari agama Islam. Mengapa? Karena di sekolah tersebut ia diajarkan tentang dasar mengenai agama Kristen, bukan Islam. Hal ini bisa saja menjadi alasan murtadnya seseorang.

18. Pernah Membaca Alkitab

Jika seorang Islam pernah belajar Alkitab sewaktu kecil, kemungkinan untuk pindah menjadi Kristen pun bisa terjadi. Apalagi ketika ia membawa Alkitab dengan penghayatan. Maka isi dari Alkitab bisa diam di dalam diri orang tersebut.

Siapapun yang membaca Alkitab pasti dapat penerangan. Mengapa? Karena Alkitab mengajarkan kita perbuatan-perbuatan yang berkenan di mata Tuhan. Alkitab juga dapat kita jadikan sebagai pedoman dalam berbuat atau bertindak.

Pada dasarnya, Al-Quran juga mengajarkan hal yang sama. Untuk saling mengasihi sesama dan menghormati Allah. Namun, membaca Al-Quran tentu saja berbeda dengan membaca Alkitab. Saat seseorang merasa lebih nyaman membaca Alkitab, bisa saja ia menemukan siapa dirinya. Hingga pada akhirnya, ia memutuskan untuk pindah menjadi Kristen.

19. Pandangan Bahwa Wanita Adalah Separuh Pria

Hal ini terdapat dalam Rejim Islam Iran. Jika seorang wanita membunuh seorang pria, maka keluarga pria tersebut berhak menagih sejumlah uang kepada kerabat terdekat sebagai kompensasi adanya pembunuhan seorang kerabat. Namun, jika seorang pria membunuh seorang wanita, si pembunuh ini harus, sebelum ganti rugi, membayar setengah dari jumlah/ nilai dari darah seorang pria kepada wali wanita itu.

20. Tuhan Hadir dalam Mimpinya

Saat tidur, kita kerap kali bermimpi. Namun, apa jadinya jika kita bermimpi dengan Tuhan Yesus? Mimpi dengan Tuhan merupakan suatu pertanda bahwa kita dipanggil oleh-Nya. Jika seorang Muslim bermimpi Yesus datang, bukan tidak mungkin ia menjadi murtad. Hingga akhirnya ia pindah menjadi agama Kristen.

Agama adalah harta warisan yang diturunkan oleh orang tua kita kepada anaknya. Jika kamu menemui seseorang yang pindah agama, kamu tidak boleh menghakimi orang tersebut. Biarlah Tuhan yang menghakiminya kelak. Toh, ia juga punya alasan yang kuat mengapa ia berbuat demikian. Semoga 20 alasan mengenai orang Islam masuk Kristen di atas semakin menambah pengetahuanmu mengenai agama. Sekian.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Monday 15th, May 2017 / 07:41 Oleh :
Kategori : Kristen