Sponsors Link

8 Ayat Alkitab Tentang Hukuman Mati Dari Perjanjian Lama Maupun Perjanjian Baru

Sponsors Link

Setiap orang yang bersalah tentunya akan mendapat hukuman, salah satunya yaitu hukuman mati yang mana hal ini masih diperdebatkan oleh banyak negara. Padahal dari sisi Kristen, ada banyak ayat Alkitab tentang hukuman mati yang dituliskan dengan jelas pada masa Perjanjian Lama. Akan tetapi masih banyak juga hamba Tuhan yang mengingatkan bahwa hukuman mati ini di Perjanjian Baru menjadi bertentangan dengan hukum kasih dalam Alkitab. Oleh sebab itu hukuman mati menjadi hal yang perlu diskusi lebih lanjut sebelum dijatuhkan. Untuk lebih jelasnya dari sisi Kristen, sebaiknya simak saja berikut ini beberapa ayat Alkitab tentang hukuman mati.

Perjanjian Lama

Keluaran 21:12 “Siapa yang memukul seseorang, sehingga mati, pastilah ia dihukum mati”

Ulangan 24:16 “Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri.”

Dari ayat yang terdapat pada Perjanjian Lama di atas jelas bahwa saat itu Allah mengijinkan manusia yang berbuat dosa dihukum mati di dunia. Sehingga mereka tidak layak diberikan kehidupan. Akan tetapi hal yang perlu diingat bahwa di masa Perjanjian Lama hukuman mati tersebut pada akhirnya menjadi bagian dari tujuan Hukum Taurat yang sebenarnya tidak hanya mutlak dari Allah saja tetapi telah disesuaikan pula oleh ahli taurat sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan keinginan Allah pada umatNya.

Imamat 24:21 “Siapa yang memukul mati seekor ternak, ia harus membayar gantinya, tetapi siapa yang membunuh seorang manusia, ia harus dihukum mati”

Keluaran 31:14 “Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu; siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati, sebab setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya.”

Hal ini dipertegas oleh Allah melalui ayatNya yang lain pada masa itu. Termasuk jika manusia melanggar berbagai macam sifat dosa menurut Alkitab yang dianggap besar, maka hukuman mati dapat diberikan pada mereka yang melanggarnya. Sehingga hukuman mati pada masa tersebut cukup lazim dan cukup banyak dilakukan. Akan tetapi apa yang dilakukan tersebut sebaiknya doakan lagi lebih dahulu, karena belum tentu keputusan untuk menghukum mati nantinya benar sesuai firman atau tidak perlu.

Perjanjian Baru

Ibrani 10:28 “Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi.”

Dikatakan di atas, memang Allah dahulu membiarkan dan menghendaki hukuman mati pada beberapa tokoh-tokoh Alkitab sejati yang kisahnya tercatat dalam Alkitab. Akan tetapi hal ini bukan hanya dilakukan akibat murka sesaat. Oleh sebab itulah Allah kemudian memperbarui janjiNya melalui penyelamatan yang dilakukan lewat penebusan Yesus di kayu salib. Karena bagi Allah, Dia memandang bahwa hukuman mati belum tentu yang terbaik untuk diberikan pada umat Kristen. Oleh sebab itu selanjutnya ada beberapa ayat yang berkaitan akan hal tersebut.

Roma 7:4 “Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.”

Roma 7:6 “Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.”

Dikatakan melalui ayat di atas bahwa pada masa Perjanjian Baru, umat Kristen sudah tidak lagi berpegang pada hukum Taurat sepenuhnya. Padahal dasar dari hukuman mati yang diperkenankan Allah merupakan bagian dari hukum Taurat. Akan tetapi melihat dari kasih yang Allah berikan melalui penebusan dosa, maka sudah jelas bahwa di masa sekarang kesalahan tidak harus dihukum oleh hukuman mati yang tidak mengenal prinsip kasih tentang Alkitab dan belas kasihan. Tetapi bisa mempertimbangkan hukuman lain yang lebih manusiawi dan lebih sesuai.

1 Korintus 13:13 “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”

Tuhan mengingatkan bahwa pada prinsipnya jika ingin menghukum orang lain maka sebaiknya berkaca dahulu pada diri sendiri. Pastikan juga untuk bertanya pada Roh Kudus akan apa yang hendak kita lakukan. Karena Allah meminta kita untuk tidak  lagi berpatok pada hukuman mati atas kesalahan seseorang. Sebaiknya lakukan hukuman yang bijaksana dan minta terlebih dahulu pimpinan serta rahmat Allah dalam memutuskan apakah yang terbaik. Sehingga nantinya tidak merasa bersalah atau mengecewakan banyak pihak saat menjatuhkan hukuman mati.

Itulah beberapa ayat Alkitab tentang hukuman mati. Memang di dalam Perjanjian Lama hukum yang berlaku termasuk pemberian Allah sendiri cukup ketat pada siapa saja yang melanggar ketentuan Allah. Sehingga sering kali ada banyak orang yang takut berbuat macam-macam dosa menurut Alkitab atau kesalahan karena tidak berani mendapatkan hukuman tersebut. Namun lain lagi konsep yang ditekankan pada Perjanjian Baru. Dimana manusia telah diselamatkan melalui penyaliban Yesus. Sehingga kesalahan yang dihukum mati ini berhak untuk ditolerir atas dasar kemanusiaan dan kasih yang Allah ajarkan pada umat manusia.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Renungan Harian