Sponsors Link

6 Ayat Alkitab Tentang Kekerasan Terhadap Perempuan yang Wajib Diketahui Umat Kristiani

Sponsors Link

Pandangan Dalam Ayat Alkitab tentang kekerasan terhadap perempuan. Pada dasarnya bila dinilai sampai dengan saat ini, kekerasan terhadap sesama mungkin merupakan sebuah kejadian yang sering kali dijumpai dikalangan masyarakat. Kekerasan yang dilakukan jelas memiliki pemicu tertentu dan dengan alasan tertentu sehingga terjadinya hal seperti itu. Dari kekerasan tersebut terkadang membuat sebuah perceraian terjadi, tetapi perceraian dalam kristen tidaklah dibenarkan dan tidak diperkenankan. Terlebih kekerasan yang mengakibatkan perceraian karena kecemburuan. Jelas Kitab suci pada ayat alkitab tentang perceraian karena zinah merupakan dosa yang besar.

ads

Namun yang akan dibahas kali ini yakni mengenai pandangan kekerasan terhadap perempuan bila dilihat dari kacamata rohani yakni Alkitab yang mana sebagai ajaran yang diberikan Tuhan Yesus kepada seluruh anak-anakNya. Bahkan akan dijelaskan ayat alkitab tentang kesabaran yang mana salah satu dasar dimana kekerasan sangat dilarang. Dari kata dasar yakni kekerasan, jelas hal tersebut sangat bertentangan dengan ajaran agama Kristen bahkan sudah dituliskan dalam Alkitab. Pada dasarnya juga manusia diciptakan tidak memiliki perbedaan harkat dan martabat. Berikut ini pembuktiannya dalam Alkitab.

Harkat dan martabat manusia dihadapan Allah

  • Kejadian 1:27 mengatakan “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”

Disini sangat jelas jika laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki nilai atau harkat dan martabat yang sama dihadapan Tuhan Yesus. Dengan pernyataan ini jelas kekerasan yang dilakukan yakni pada perempuan sama saja dengan menyakiti dari manusianya dan sudah menyakiti ciptaan yang sudah Tuhan lakukan sebelumnya. Serta juga menjelaskan jika hak dan kewajiban istri dalam kristen sangat harus diperhatikan juga oleh laki-laki atau seorang suami.

  • Kejadian 2:23 mengatakan “Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki”.

Dari ayat ini memiliki makna yakni seorang laki-laki dan perempuan memiliki sumber yang sama, yang mana merupakan suatu kesatuan serta suatu keutuhan dan hal ini bukan merujuk siap yang lebih tinggi dan siap yang lebih rendah. Dari ayat ini juga jelas jika kekerasan tidak layak dilakukan kepada perempuan yang mana memiliki nilai kesucian dan kehormatan yang sama di mata Allah. Tanggung jawab suami terhadap istri dalam kristen juga jelas diajarkan dan harus dilakukan oleh seorang laki-laki atau seorang suami. Jadi tindakan kekerasan terhadap perempuan sangat tidak dibenarkan dalam ajaran Kristen dan dalam Alkitab.

  • Galatia 3:27-28 mengatakan “Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. 28 Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”

Disini sangat jelas bukan, jika kedudukan laki-laki dan perempuan sama dimata Tuhan Yesus. Maka dari itulah mengapa kekerasan tidak masuk dalam ajaran agama Kristen terlebih kekerasan terhadap perempuan dalam bentuk apapun karena memang tidak sesuai dengan isi Alkitab.

  • Efesus 5:21 mengatakan “dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus”.

Sekali lagi disini memang diajarkan untuk saling merendahkan diri diantara sesama ciptaanNya. Bukan memberikan kekerasan kepada salah satu pihak. Dengan saling menghargai dan merendahkan diri berarti sama halnya menghargai Kristus dan takut akan Kristus.

  • Efesus 5:22-24 mengatakan “22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, 23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala  jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. 24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.”

Tunduk kepada suami disini bukan berarti seorang suami dengan seenaknya memperlakukan istrinya misalnya dengan melakukan kekerasan. Tetapi seorang istri juga patut mengetahui cara menjadi istri yang baik menurut kristen. Namun disini tunduk dikarenakan hal tersebut dilakukan seperti kepada Tuhan atau menghormati Tuhan.

Sponsors Link

  • Efesus 5:25-33 mengatakan “25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya 26 untuk menguduskannya,  sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, 27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. 28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. 29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, 30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya. 31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. 33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya”.

Akan lebih jelas lagi disini dikatakan jika seorang suami harus mengasihi istrinya, rela berkorban untuk istrinya. Dengan melakukan hal ini jelas kekerasan tidak akan pernah terjadi dan dilakukan. Bahkan ayat ini mengajarkan jika kekerasan terhadap perempuan memang tidak layak dilakukan dalam alasan apapun dan kepentingan apapun, melainkan harus memiliki kasih untuk perempuan terlebih kasih untuk seorang istri, serta kekerasan juga tidak layak dilakukan pada anggota keluarga lainnya misalnya pada anak. Memukul anak menurut alkitab sangat jelas dilarang juga yang mana terlepas dari pembahasan kekerasan perempuan tadi.

Dari beberapa ayat Alkitab diatas, jelas mengajarkan kita jika kekerasan terhadap perempuan memang tidak dibenarkan. Itu juga sangat bertentangan dalam ajaran agama Kristen dan dalam ajaran Alkitab. Namun marilah kita saling menghargai satu sama lain dan tidak memandang dari harkat dan martabat yang mana hal tersebut jelas sama dimata Tuhan Yesus. Bahkan Tuhan tidak pernah membadingkan dari harkat dan martabat dari seseorang namun hanya memandang dari ketulusan dan kesucian hati seseorang tersebut.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Renungan Harian