Sponsors Link

Beristri Dua Dalam Kristen: Pandangan, Ajaran dan Hukumannya

Sponsors Link

Konsep prinsip dasar pernikahan Kristen sejatinya sudah cukup jelas, bahwa menikah adalah sekali seumur hidup dan seorang laki-laki ataupun perempuan hendaknya hanya memiliki satu pasangan. Oleh sebab itu beristri dua dalam Kristen adalah satu hal yang tidak diperkenankan. Akan tetapi hal ini rupanya sering kali gagal dipahami oleh umat Kristen sehingga memilih untuk menikah kembali dan memiliki istri lebih dari satu. Bagi yang ingin supaya hidupnya berubah dan bertobat, sebaiknya simak lebih lengkapnya beristri dua dalam Kristen, termasuk pandangan, ajaran serta hukumannya.

Pandangan Umat Kristen

Memiliki istri lebih dari satu tentu saja akan terlihat tidak baik di mata kebanyakan umat Kristen. Banyak orang Kristen berpegang teguh pada prinsip bahwa tidak boleh memiliki istri lebih dari satu karena hal ini merupakan bagian dari pertentangan ayat Alkitab tentang dosa perzinahan. Oleh sebab itu buang jauh-jauh keinginan untuk memiliki istri lebih dari satu. Bahkan Tuhan sendiri telah memberi tahukan melalui firmanNya bahwa umat Allah sebaiknya hanya memiliki satu pasangan saja.

Akan tetapi banyak juga umat Kristen yang berdalih bahwa pada masa Perjanjian Lama ada banyak tokoh-tokoh Alkitab yang memiliki istri dua atau lebih dari satu. Misalnya saja Yakub, Daud, dan banyak lagi. Oleh sebab itu banyak laki-laki memakai alasan tersebut untuk beristri dua. Padahal hal ini memang tidak bisa disamakan. Karena pada masa dahulu para tokoh menikahi dua wanita karena berbagai macam alasan seperti ekonomi, maupun memperoleh keturunan.

Ajaran Agama Kristen

Dipandang dari ajaran agama Kristen, maka ada beberapa firman Tuhan yang sudah menegaskan akan hal tersebut. Sehingga sebaiknya firman Allah ini yang dijadikan landasan dalam mengambil sikap. Berikut beberapa ayat yang ada pada Alkitab berkaitan dengan janji pernikahan Kristen.

1. Matius 19:6 “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

2. Matius 19:8 “Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.”

3. Lukas 16:18 “Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah.”

Dari ketiga ayat di atas pada Perjanjian Baru telah jelas difirmankan oleh Allah bahwa sejatinya seorang laki-laki tidak boleh bercerai dari istrinya untuk menikahi perempuan lain. Sehingga perbuatan memiliki dua istri sudah jelas menentang ajaran agama Kristen yang sesungguhnya. Terutama manusia tidak bisa berlaku adil seorang dengan yang lain, maka perseteruan antara dua istri seperti kisah Lea dan Rahel di Perjanjian Lama adalah hal yang tidak dapat dihindari. Oleh sebab itu sebaiknya ikuti apa kata Allah supaya seorang laki-laki Kristen pantang untuk memiliki dua istri. Setia kepada istri yang telah Tuhan berikan kepadamu hingga maut memisahkan.

Hukuman Dalam Agama Kristen

Jika berbicara mengenai hukuman bagi seseorang yang beristri dua dalam Kristen, maka firman Tuhan juga sudah mengatakan dengan jelas bahwa Allah memang pada dasarnya membenci perzinahan maupun perceraian. Sehingga bagi mereka yang tidak mau mengindahkan firman Allah dan tetap melakukan hal tersebut, tentu ada hukuman maupun akibat yang harus ditanggung. Di antaranya yaitu:

  • Kehilangan damai sejahtera, tidak mengikuti firman Allah tentu membuat hidup umat Kristen menjadi tidak damai. Banyak kejadian yang membuat rumah tangga bertengkar dan tidak ada damai bila memiliki dua istri. Oleh sebab itu Tuhan tidak ingin laki-laki beristri dua dalam Kristen. 
  • Selain kehilangan damai, dalam firmanNya Tuhan juga telah mengatakan bahwa upah dosa adalah maut. Oleh sebab itu jika tetap memaksakan diri untuk mengambil keputusan menikahi dua istri maka bisa jadi ke depan harus menghadapi maut yang tidak diinginkan. Hal ini tentu merupakan akibat dari dosa yang cukup berat. Sehingga tidak setiap orang bisa memikul akibat dosa tersebut.
  • Kehilangan hidup kekal, ini sebenarnya adalah salah satu bentuk akibat hukuman yang bisa jadi diterima oleh mereka yang berzinah. Memiliki istri dua juga merupakan bagian dari perzinahan sehingga kemungkinan mendapatkan hidup yang kekal bisa hilang dan harus rela untuk menanggung dosa yang telah diperbuat. Karena pada dasarnya beristri dua termasuk dosa dan setiap dosa selalu memiliki hukumannya sendiri. Termasuk Allah katakan bahwa umat Kristen bisa beresiko kehilangan hidup kekal yang Allah janjikan. Oleh sebab itu usahakan untuk tidak berbuat zinah dan hindari keinginan memiliki dua istri. Supaya hidup kekal dan keselamatan abadi yang dari Allah tetap dapat dipertahankan.

Itulah beberapa penjelasan yang berkaitan dengan perkara beristri dua dalam Kristen, termasuk pandangan, ajaran serta hukumannya. Hendaknya sebagai umat Kristen menelaah hal tersebut sebaik mungkin. Jangan sampai membawa diri jatuh dalam dosa perzinahan menurut Alkitab. Sebisa mungkin selalu dekat dengan Allah dengan cara berdoa dalam Roh supaya hati selalu dipimpin oleh Roh Kudus untuk melakukan apa yang benar dan apa yang diinginkan oleh Allah. Sehingga dengan demikian, maka perilaku kita akan senantiasa mencerminkan contoh perilaku sebagai terang dan garam dunia yang sesuai kehendak Allah.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Hukum Kristen