Sponsors Link

7 Ciri-Ciri Ajaran Gnostik yang Menyimpang Menurut Kristiani

Sponsors Link

Dalam kekristenan, jika dilihat lebih dalam, ada berbagai macam doktrin spesifik, salah satunya yaitu ciri-ciri ajaran gnostik. Bisa jadi sebagian besar umat Kristen tidak terlalu familiar dengan hal tersebut. Karena umumnya ada banyak doktrin di kalangan umat Kristen sendiri dan sampai hari ini kadang kala masih banyak pertentangan di dalam umat yang satu dengan yang lain. Oleh sebab itu, memahami suatu apologetika Kristen dalam agama yang satu ini bisa jadi merupakan hal yang penting. Terutama jika menyangkut prinsip dan penjelasan yang Alkitabiah. Untuk lebih jelasnya supaya tidak bingung atau merasa ragu lagi, berikut ini beberapa ciri-ciri ajaran gnostik yang berkembang di antara umat Kristen.

1. Adanya Percikan Roh Allah 

Yang utama dan menjadi dasar dari gnostik sendiri adalah keyakinan bahwa sejatinya dalam diri umat Kristen dari lahir terdapat percikan Roh Allah. Sehingga tiap manusia dipercaya memiliki sedikit bagian atau percikan peranan Roh Kudus dalam gereja tersebut. Hanya tinggal bagaimana manusia menyikapi dan menanggapi Roh tersebut secara lebih lanjut. Apakah menanggapi atau tidak mengindahkan, karena hal ini berpengaruh pada akhir kehidupan manusia sendiri.

2. Percaya Dualisme

Selanjutnya ciri dari gnostik berikutnya yaitu percaya akan adanya dualisme di dalam tiap kehidupan umat manusia, dan lebih spesifik umat Kristen pada khususnya. Ajaran atau doktrin gnostik ini mempercayai bahwa dalam penciptaan manusia memiliki dua unsur. Yaitu unsur kebaikan dan unsur kejahatan. Sehingga menciptakan persepsi adanya dua jenis Allah. Dimana hal ini tidak sesuai dengan prinsip keberadaan Allah menurut Alkitab sendiri. Karena itu prinsip dualisme ini sebenarnya adalah suatu hal yang tidak baik bagi umat Kristen untuk dipercaya dan dimaknai dengan dalam.

3. Menganggap Dunia Tidak Baik

Kemudian doktrin atau ajaran gnostik ini adalah anggapan bahwa terang, jiwa serta roh dan pikiran yang baik berasal dari Tuhan. Sebaliknya, dunia dan pandangan Alkitab terhadap materialisme dianggap sebagai sesuatu yang bertentangan dan bukan hal yang baik. Oleh sebab itu orang yang mengakui doktri gnostik ini akan menganggap bahwa tidak ada yang baik di dunia ini. Padahal Allah sendiri meyakinkan manusia bahwa dunia ini diberikan untuk kebaikan mereka umat manusia itu sendiri.

4. Mempercayai Karya Keselamatan Yang Berbeda

Selanjutnya doktrin gnostik ini mempercayai bahwa janji keselamatan dalam Alkitab ini sebenarnya adalah bagian dari kodrat manusia. Keselamatan yang dipercaya dalam ajaran ini juga menekankan bahwa hal ini membuat Tuhan Yesus sendiri bukan jalan keselamatan. Tetapi hanya alat yang dipakai untuk memberikan jalan untuk mengungkap akan adanya keselamatan. Sehingga pada akhirnya ajaran gnostik ini walau terlihat serupa namun sebenarnya bertentangan dengan Alkitab.

5. Kebangkitan Roh

Ajaran gnostik juga percaya bahwa tidak ada kebangkitan daging. Yang ada hanya kebangkitan roh dan jiwa. Sehingga penyangkalan terhadap Injil terjadi dalam konteks dimana ajaran gnostik tidak percaya akan adanya makna kebangkitan Yesus secara badan. Padahal Injil mengisahkan bahwa Tuhan Yesus bangkit secara tubuh dan roh. Sementara ajaran gnostik menekankan bahwa yang bangkit hanyalah roh dari Yesus saja, tetapi badannya tetap terkubur dan tidak mengalami kebangkitan. Disinilah terlihat bahwa ajaran yang satu ini tidak sepenuhnya memiliki prinsip yang sama dengan apa yang tertulis di Alkitab. Dan hendaknya umat Kristen lebih bijaksana untuk tidak mengikuti atau percaya mutlak pada hal tersebut.

6. Berpegang Penuh Pada Eskatologi

Dari apa yang dipercaya di atas, ajaran gnostik ini memberikan ciri-ciri khusus berupa kedekatan penuh dengan spiritual mereka sendiri. Sehingga secara tidak langsung ajaran ini menekankan kepercayaan akan keselamatan pada diri mereka sendiri yang berupaya untuk menjauhkan diri dari dunia dan berpusat pada spiritual saja. Walau sepintas tampak baik dan benar namun sebenarnya hal ini tidak sesuai ajaran dan firman dari Allah sendiri. Sehingga bagi yang mengetahui ajaran gnostik ada baiknya untuk tidak terpengaruh dan memiliki pemahaman yang salah akan karya penyaliban Yesus sebagai jalan keselamatan untuk menuju hidup yang kekal.

7. Pembebasan Diri

Pada akhirnya ketika seseorang mempercayai doktrin dan ajaran gnostik ini, maka ia tidak lagi percaya pada karya keselamatan Allah sepenuhnya. Melainkan berfokus pada keyakinan bahwa dirinya dapat menyelamatkan diri sendiri jika berbuat kebaikan dan mengutamakan kebaikan spiritual mereka. Di tahap ini pengikut gnostik akan mempercayai adanya sifat dan unsur sorgawi di dalam dirinya. Padahal sejatinya tidak demikian bila tertulis dalam Alkitab. Ajaran gnostik umumnya membuat pengikutnya merasa mendapatkan pembebasan diri dari apa yang mereka perbuat secara spiritual.

Itulah beberapa ciri-ciri ajaran gnostik yang sering tidak diketahui umat Kristen secara umum. Karena pada dasarnya doktrin dan hal tersebut tidak sesuai ajaran Kristen sepenuhnya dan lebih banyak diketahui oleh mereka yang mendalami ajaran Kristen secara lebih mendalam. Sehingga cukup wajar jika tidak tahu menahu akan ajaran gnostik ini secara jelas. Yang paling penting sebagai umat Kristen yaitu memastikan mengetahui prinsip ajaran utama kekristenan sendiri yaitu berupa prinsip kasih tentang Alkitab. Sehingga dalam prakteknya tetap dapat menjadi terang bagi sesama di sekeliling kita dan tetap dapat menyenangkan hati Tuhan sepenuhnya.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Kristen