Sponsors Link

10 Fungsi dan Tujuan Bahasa Roh dalam Alkitab

Sponsors Link

Meskipun Kristen merupakan sebuah agama yang satu, terdapat banyak aliran yang berbeda di dalam kekristenan. Seluruh aliran ini percaya pada Allah Tritunggal, tetapi mereka memiliki cara yang berbeda-beda di dalam memandang Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Khususnya Kristen karismatik, gereja ini sangat memperhatikan bahasa Roh. Jika kita pergi beribadah di gereja Karismatik, kita akan banyak menemukan orang berbahasa Roh sepanjang ibadah. Kita yang tidak biasa melihatnya bisa memiliiki respon yang berbeda-beda. Ada orang yang merasa takjub, heran, bahkan takut dan risih. Apapun respon kita tergantung pada bagaimana kita memahami bahasa Roh. Bahasa Roh merupakan suatu karunia Roh Kudus yang diberikan Allah kepada beberapa orang pilihan-Nya.

Karena hal tersebut merupakan sebuah karunia, memang tidak semua orang bisa berbahasa Roh, dan tidak semua orang pula dapat memahami dan menafsirkan bahasa Roh. Hal inilah yang menyebabkan belum tentu semua orang mengerti fungsi dan tujuan bahasa Roh meskipun mengikuti cara mendapatkan bahasa Roh Kudus. Allah tidak mungkin menciptakan sesuatu tanpa fungsi dan tujuan, contohnya adalah adanya tujuan karunia Roh Kudus, serta fungsi dan tujuan bahasa Roh. Mungkin kita memang bukan orang yang dipilih Allah untuk memiliki karunia berbahasa Roh. Namun, tetap ada baiknya untuk kita memahami fungsi dan tujuan bahasa Roh. Berikut beberapa fungsi dan tujuan bahasa Roh yang dinyatakan di dalam Alkitab.

1 Korintus 14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

  • Membangun diri sendiri

1 Korintus 14:4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

  • Menyampaikan pesan kepada orang lain

1 Korintus 14:6 Jadi , saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran?

1 Korintus 14:27-28 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya. Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.

Kisah Para Rasul 2:4,6 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. … Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.

1 Korintus 14:14 Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.

Roma 8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

  • Tanda untuk orang tidak beriman

1 Korintus 14:22 Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman.

  • Menjadi senjata untuk kita melawan godaan setan

Markus 16:17-18 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.

  • Membantu kita untuk senantiasa berdoa
  • Memberikan semangat yang selalu baru dalam kehidupan doa kita
  • Memberikan kepekaan dan kesadaran kepada kita akan karunia dan berkat dari Tuhan
  • Memberikan penghiburan dan semangat ketika kita sedang lelah

Itulah fungsi dan tujuan bahasa Roh. Kita dapat melihat bahwa secara garis besar ada dua fungsi dan tujuan bahasa Roh, yaitu untuk diri kita sendiri dan untuk orang di sekitar kita. Bagi diri kita sendiri, bahasa Roh membantu kita berkomunikasi dengan Allah. Ketika kita berdoa dalam bahasa Roh, bukan lagi diri kita yang berbicara, tetapi Roh Kudus sendiri yang menyampaikan segala permohonan kita. Di sinilah kita menyatakan kemahakuasaan ketritunggalan Allah di dalam doa pribadi kita. Dengan hadirnya Roh Kudus di dalam doa kita, kita pun menghadirkan Roh Kudus di dalam setiap aspek kehidupan kita. Berbahas Roh juga bertujuan baik untuk orang di sekitar kita. Tuhan dengan jelas menyatakan bahwa ketika kita berbahasa Roh, ada pesan yang kita sampaikan kepada orang lain.

Oleh karena itu, sangatlah baik ketika ada orang yang mampu menafsirkan bahasa Roh yang terucapkan. Menafsirkan bahasa Roh juga merupakan karunia khusus yang Allah berikan untuk orang-orang yang dipilih-Nya. Di dalam ucapan-ucapan bahasa Roh, ada pesan yang Allah ingin perkatakan untuk orang lain, bahkan untuk orang yang bukan Kristen. Jika kita memiliki karunia untuk berbahasa Roh, kita patut untuk mengucap syukur dan menggunakan karunia tersebut untuk kemuliaan nama Allah. Namun, jika itu bukan karunia kita, kita tidak perlu kecil hati karena bahasa Roh bukan menjadi sebuah indikator besarnya kasih Allah kepada kita. Tuhan memberkati.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Kristen