Gereja-Gereja yang Tidak Merayakan Natal

Natal adalah perayaan besar yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Kristen di seluruh dunia setiap tahunnya. Setiap kali menjelang Natal, semua gereja pasti terlihat sibuk menyiapkan perayaan bersama jemaat mereka. Namun ternyata, tidak semua gereja di Indonesia, bahkan di dunia merayakan Natal. Aneh? Tentu saja aneh. Natal adalah hari di mana umat Kristen memperingati hari kelahiran Yesus, Sang Juruselamat, Anak Allah yang diutus untuk turun ke bumi menyelamatkan manusia dari hukuman dosa. Hal ini pula yang menjadi ajaran utama kekristenan.

Lalu kira-kira apa yang menjadi alasan gereja tersebut tidak mau merayakan Natal? Berikut ini adalah beberapa gereja yang tidak merayakan Natal, berikut alasannya:

  1. Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh

Seperti yang kita ketahui ada beberapa ajaran berbeda di antara gereja-gereja. Contohnya gereja Bethel dan gereja Pantekosta, atau gereja tradisi dan kharismatik. Demikian pula gereja Advent, gereja yang memiliki ajaran yang sedikit berbeda dengan gereja-gereja lain. Gereja Advent dikenal sangat memegang teguh prinsip-prinsip yang ada di Perjanjian Lama. Sejarah gereja Advent sendiri berawal dari berawal dari inisiatif Wiliam Miller dan Ellen White.

Lalu mengapa gereja Advent tidak merayakan Natal?

Umat Kristen yang menjadi jemaat gereja Advent tidak pernah menolak hari Natal. Mereka hanya memandang bahwa perayaan Natal tidak diwajibkan dalam Alkitab. Hanya ada satu hari kudus bagi mereka, yakni Hari Sabat. Apalagi usut punya usut sejarah kata Natal atau ‘Christmas’ memiliki koneksi dengan tradisi penyembahan berhala. Tidak hanya karena sejarahnya yang terdengar bertentangan dengan Alkitab, beberapa negara di dunia juga merayakan Natal dengan kebiasaan-kebiasaan buruk. Belum lagi tradisi ‘Santa Claus’ yang membuat orang-orang lebih menghargai sosok ‘pemberia hadiah lewat cerobong asap’ ini dibandingkan kelahiran Yesus Sang Juruselamat.

  • Gereja Saksi Yehuwa

Ajaran saksi Yehuwa tidak memperbolehkan jemaatnya merayakan Natal. Bahkan muncul beberapa mitos kalau saksi-saksi Yehuwa tidak merayakan Natal karena mereka tidak percaya Yesus, sehingga sering memecah belah keluarga dengan mengajak mereka untuk tidak merayakan Natal. Meskipun sering disebut sebagai ajaran sesat di kalangan Kristen, para saksi Yehuwa memiliki beberapa alasan khusus mengapa mereka tidak merayakan Natal.

  • Mereka percaya bahwa Yesus memerintahkan manusia untuk memperingati kematian-Nya, bukan kelahiran-Nya.
  • Mereka menganggap bahwa rasul-rasul dan murid-murid Yesus saja tidak merayakan Natal. Hal itu karena perayaan kelahiran Yesus ditetapkan pada 243 M, seabada setelah para rasul meninggal.
  • Mereka tidak menemukan bukti kuat bahwa tanggal 25 Desember benar adalah hari kelahiran Yesus. Alkitab pun tidak mencatat demikian.
  • Mereka menganggap Natal adalah kebiasaan orang kafir sehingga tidak akan berkenan di hadapan Allah.

Baca juga : Ciri-Ciri Saksi Yehuwa

  • The United Church of God

United Church of God adalah sebuah asosiasi Kristen internasional yang berdiri pada tahun 1995 di Indianapolis, Indiana. United Church of God atau yang disingkat UCG mengadopsi bentuk kekristenan ortodoks konservatif, yang mirip dengan kepercayaan kaum Puritan, yakni kelompok keagamaan yang sangat memperjuangkan keaslian doktrin serta tata cara ibadah, begitu juga dengan tingkat kesalehan jemaat. Hal ini dapat menggambarkan bahwa UCG adalah gereja yang sangat strict pada doktrin agama. Salah satu yang dianggap merupakan penyimpangan doktrin Kristen adalah perayaan Natal.

UCG sendiri pernah mengeluarkan video yang menjelaskan kenapa orang Kristen tidak boleh merayakan Natal. UCG pernah mempermasalahkan perihal perayaan ulang tahun, meskipun pada akhirnya salah satu dari penatua UCG yakni Larry Walker, menjelaskan bahwa Alkitab tidak pernah mencatat soal perayaan ulang tahun. Sehingga masing-masing individu memiliki kebebasan untuk merayakannya atau tidak.

Itu dia tiga dari gereja-gereja di dunia yang tidak merayakan Natal. Mungkin terdapat banyak pernyataan yang terdengar menyimpang dari kebenaran Alkitab, tetapi tidak sedikit pula ajaran yang dapat kita petik. Salah satunya adalah tentang menjauhkan kebudayaan atau kebiasaan buruk saat merayakan Natal.

Beberapa negara di dunia mungkin memiliki tradisi perayaan Natal yang sangat menyimpang dari Alkitab, seperti pesta pora, percaya pada Santa Claus, mabuk-mabukkan, dan lain sebagainya. Maka dari itu, wajib bagi kita untuk menjauhkan diri dari hal-hal tersebut.

Terlepas dari sejarah dan tradisi Natal yang ditulis dan dibicarakan orang-orang duniawi, mari kita lebih memandang kepada kelahiran Yesus Kristus Sang Juruselamat. Natal bisa menjadi kesempatan bagi kita untuk bersyukur dan bersukacita akan hadirnya Yesus ke dunia, sehingga kita pun bisa lebih mendekatkan diri pada-Nya.