Sponsors Link

Hirarki Gereja Katolik: Arti, Fungsi dan Strukturnya

Sponsors Link

Kepemimpinan atau hierarki dalam Gereja Katolik pada di dasar kan pada hierarki yang berasal dari Kristus itu sendiri. Menurut ajaran konsili menyatakan  bahwa “atas penetapan Allah, para uskup menggantikan peran dari pada para rasul Kristus sebagai penggembala untuk Gereja”. Ajaran selanjutnya dari Konsili adalah bahwa Yesus Kristus sebagai Gembala kita yang kekal, dan pendiri Gereja yang kudus, telah mengutus para rasulNya sama seperti Dia sendiri yang telah diutus oleh Allah Bapa. Dan sebagain pengganti para rasul – rasul tersebut, maka para uskup telah dikehendaki Kristus untuk menjadi gembala dalam Gereja Kristus hingga pada kedatangan kedua Yesus Kristus atau hingga akhir zaman. Maka dari itu dapat di simpulkan bahwa dasar dari pada ke pemimpinan atau hierarki dalam Gereja Katolik adalah berasal dari kehendak Tuhan itu sendiri. Berikut ini akan dibahas mengenai hirarki gereja katolik: arti, fungsi dan strukturnya. (Baca juga: Karakter Kristus)

ads

Berikut adalah arti dalam kepimpinan atau hierarki dalam gereja katolik yaitu

  • Hierarki dalam Gereja katolik adalah suatu panggilan yang sangat khusus, di karenakan panggilan ini adalah panggilan yang memiliki campur tangan Tuhan dan hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat sakral dan dominan. Hal ini yang menyebabkan mengapa hierarki dalam Gereja Katolik tidak memilih calonnya berdasarkan suatu bakat atau pun suatu prestasi tertentu. Hierarki dalam Gereja Katolik juga tidak dapat di dapatkan hanya dengan menggungakan kekuatan manusiawi itu sendiri. Seperti perkaatan Yesus Kristus yang menyatakan bahwa “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.” Maka tidak seperti hierarki dalam kehidupan masyarakat yang dapat di dapat kan dengan menggunakan kekuatan manusiai, tetapi Hieraki dalam Gereja Katolik tidak seperti itu. (baca juga: Manfaat berdoa bagi orang Kristen)
  • Hieraki dalam Gereja Katolik memilik sifat untuk mengabdi dan melayani dalam arti yang paling murni dan suci, walaupun setiap orang di dalam hierarki geraja katolik mempunyai wewenang yang berasal langsung dari Kristus sendiri, akan tetapi untuk kepemimpinan dalam gereja katolik adalah  sesuatu yang di lakukan hanya untuk melayani dan bukan untuk dilayani. Dalam hierarki gereja katolik itu sendiri seseungguh nya adalah untuk menjadi orang yang paling terakhir bukan yang  paling pertama dan melakukan segala sesuatu yang di telah di lakukan seperti Yesus Kristus yaitu seperti untuk mencuci kaki sesama saudara kristiani.  (Juga baca : Etika Kristen)
  • Hierarki dalam gereja berasal dari Tuhan, dan maka dari itu hieraki tersebut tidak dapat dihapus oleh manusia. (baca juga: Poligami menurut Alkitab)

Struktur kepemimpinan (Hierarki) dalam Gereja, sebagai berikut:

1.Dewan Para Uskup dengan Paus sebagai Kepalanya

Seperti yang telah di sebutkan sebelumnya para uskup di dalam gereka katolik adalah  sebagai pengganti para rasul rasul Kristus.Di mana tugas mereka sebagai bagian dari pada dewan dari para uskup adalah untuk menggantikan dewan dari pada para rasul rasul Kristus dan dengan demikikan untuk memimpin Gereja Katolik. Oleh karena itu lah dewan para uskup adalah sebagai pemimpin dari Gereja Katolik. Ketika Yesus Kristus memilih dua belas murid – murid Nya yang kemudian menjadi ke dua belas rasul Kristus. Yesus kemudian membentuk para para rasul Kristus ini kemudian menjadi semacam dewan sama seperti dewan para Uskup dan sebagai ketua dewan, Yesus Kristus mengakat Santo Petrus. Dan sama seperti ketika Santo Petrus dan para rasul rasul Kristus di angkat atas penetapan Tuhan maka hal yang sama juga terjadi pada Paus, yang selanjutnya di sebut sebagai pengganti Santo Petrus dan bersama para uskup yang selanjutnya di sebut sebagain pengganti para rasul rasul Kristus, mereka kemudian menjandi suatu himpunan yang serupa dan sama seperti sebelumnya.  (Juga baca : Penyaliban Yesus)

Artikel Terkait:

Sponsors Link

2. Paus

Dalam Konsili Vatikan yang ke dua telah di tegaskan bahwa adapun dewan atau pun badan untuk para uskup ketika bersatu dengan para imam agung di Roma sebagai pengganti Santo Petrus, sebagai kepala dan selama mereka berada dalam kekuasaan primatnya kepada semua orang baik dengan para gembala gembala lain atau pun dengan kaum beriman harus tetap berlaku seutuhnya. Dengan itu  tugas para imam imam agung yang di Roma yaitu untuk  sebagai wakil Kristus dan sebagai untuk gembala Gereja Katolik dan mempunyai kuasa penuh dan paling tinggi dan sakral terhadap Gereja Katolik. Seperti Yesus Kristus yang telah mengangkat Santo Petrus sebagai pemimpin gereja dan pemimpin para para rasul, maka Paus yang di sebut pengganti Santo Petrus, adalah juga pemimpin para uskup.  (Baca juga: HAM menurut iman Kristen)

3. Uskup

Menurut pada Konsili Vatikan yang ke dua di mama telah di nyatakan secara jelas bahwa masing masing  dari para uskup telah menjadi asas dan dasar bagi kesatuan di dalam Gereja Katolik. Tugas pokok dari pada uskup adalah untuk mempersatukan dan untuk mempertemukan para – para umat kristiani. Tugas untuk menjadi pemersatu para umat ini sendiri lalu dibagi menjadi tiga tugas khusus yaitu tugas pertama adalah tugas  untuk pewartaan lalu tugas untuk perayaan dan kemudian tugas untuk pelayanan. Tugas utama dari pada para uskup uskup ini adalah untuk mewartakan kabar baik yaitu Injil dan juga untuk memimpin para umat.  (baca juga: Perbedaan perjanjian lama dan perjanjian baru)

4. Pembantu Para Uskup

Pembantu para uskup ada dua yaitu Para Imam dan Para Diakon. Para Imam adalah  di sebut sebagai wakil dari pada uskup untuk setiap jemaat di tempat mereka.Tugas yang paling penting dari para para imam adalah untuk pewartaan, untuk perayaan dan untuk pelayanan umat. Para para imam ini lalu ditahbiskan untuk menjadi pewarta Injil dan untuk menjadi penggembala umat beriman. (baca juga: Arti persepuluhan)

ads

Imam juga di sebut sebagai penolong dan organ vital dari pada para uskup Di dalam hierark Gereja Katolik ada yang di sebut dengan imam praja dan dengan yang di sebut dengan imam religius atau yang di sebut dengan imam kongregasi.Imam praja adalah imam keuskupan yang paling terikat dengan satu keuskupan tertentu dan tidak termasuk dalam ordo atau kongregasi apapun. Sedangkan untuk imam religius adalah  kebalikan dari pada imam praja dan tidak terikat dengan keuskupan tertentu akan tetapi lebih terikat pada aturan ordo atau kongregasi tertentu. (baca juga: Makna pentakosta bagi orang Kristen)

Sedangkan untuk para Diakon, tingkatan hierarki mereka jauh lebih rendah dimana terdapat para para diakon dengan tugas bukan untuk imamat melainkan tentang untuk pelayanan. Diakon adalah juga seorang pembantu Uskup dan Imam dalam melakukan pelayanan terhadap umat umat beriman. Mereka juga ditahbiskan untuk mengambil bagian dalam pewartaan injil. Dengan tahbisannya ini, seorang diakon sudah masuk dalam kalangan hirarki gereja katolik. Di dalam Gereja Katolik sendiri ada 2 macam Diakon, yaitu yang pertama  mereka yang dipersiapkan untuk menjadi seorang Imam nantinya dan yang ke dua adalah  mereka menjadi Diakon untuk selama hidup mereka tanpa menjadi Imam. (Baca juga: Cara bertobat orang Kristen)

Artikel lainnya:

Seperti yang dipercaya banyak orang jabatan sebagai kardinal bukanlah sebuah jabatan yang termasuk dalam hierarki di dalam gereja katolik.  Kardinal adalah sebagai seorang penasehat Paus dan sebagai seseorang untuk membantu Paus dalam menjalankan tugas harian untuk seluruh Gereja. Ada juga yang disebut dengan dewan Kardinal, dimana dewan tersebut lalu berhak untuk memilih Paus, akan tetapi dibatasi sampa dengan seratus dua puluh orang di mana mereka semua ber usia di bawah delapan puluh tahun. Seorang Kardinal sendiri dipilih langsung oleh Paus secara bebas. Dan kardinal itu menjadi suatu gelar kehormatan. Kardinal sendiri berasal dari kata Latin yaitu cardo yang berarti  sebuah engsel. Hal ini juga sama dengan dimana ketika seorang Kardinal dipilih maka mereka telah menjadi asisten asisten kunci dan penasehat yang paling penting dalam segala urusan gereja. Kardinal dapat dipilih secara bebas tetapi bisa juga di pilih dari kalangan Imam atau pun kalangan para Uskup. (Baca Juga : menjadi murid Kristus)

Fungsi dari Hierarki di dalam Gereja, adalah sebagai berikut:

  1. Untuk menjalankan tugas kristani yang di lakukan oleh gereja yaitu bermacam macam tugas tugas yang secara langsung atau pun secara eskplisit telah menyangkut segala aspek kehidupan dan kehidupan beriman dalam gereja katolik. Macam macam tugas tersebut adalah untuk melayani sakramen sakramen, untuk mewartakn injil dan untuk mengajar dan lain sebagainya.  (Baca juga: Tujuan hidup orang Kristen)
  2. Untuk menjalankan segala tugas kepemimpinan untuk komunikasi antara iman. Hirarki dalam gereja katolik berfungsi untuk dan sebagai sarana untuk mempersatukan kembali umat umat dalam iman sehingga mereka dapat di jadikan sebagain penunjuk, teladan dan juga sebagai nasihat untuk para – para umat beriman.  (Baca juga: Poligami menurut alkitab)

Demikian lah penjelesan tentang hirarki gereja katolik: arti, fungsi dan strukturnya. Setiap hierarki dan setiap jabatan yang ada gereja katolik mempunyai fungsi dan makna masing masing. Akan tetapi semua dari pada heirarki hierarki pada gereja katolik berfungsi untuk sebagai media atau pun sarana untuk mewartakan kabar  baik dari pada kebangkitan Yesus Kristus yang menjanjikan semua umat manusia akan kabar baik yang berarti kehidupan kekal yang datang sebagai bentuk dari pengorbanan Yesus Kristus dan juga injil. Semoga artikel hirarki gereja katolik: arti, fungsi dan strukturnya dapat bermanfaat.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Wednesday 20th, September 2017 / 05:21 Oleh :
Kategori : Gereja