Apa Yang Bisa Kita Berikan Kepada Keluarga Di Hari Natal

√ Quality Checked Pass quality & checking

Saya masih ingat sewaktu kecil, hari Natal adalah hari yang paling saya tunggu-tunggu setiap tahunnya. Alasannya, karena saya suka pohon natal. Setiap tahun di awal bulan Desember sayalah yang selalu semangat dan meminta mama untuk cepat-cepat memasang pohon natal di rumah. Pokoknya kalau mama mau pasang pohon natal tidak boleh kalau tanpa saya. Begitu juga kalau mama mau membuat kue-kue natal, membeli baju baru, atau mempersiapkan hal lainnya untuk menyambut natal, saya harus selalu ikut.

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan-kebiasaan di hari Natal yang seperti itu mulai menghilang sewaktu saya sudah beranjak dewasa. Waktu menjelang Natal saya habiskan bersama dengan teman-teman di kampus atau pun di gereja, baik itu sebagai panitia acara Natal atau pun pengisi acara. Saya tidak lagi membantu mama memasang pohon Natal atau mempersiapkan hal lainnya. Saya sibuk dengan kegiatan saya sendiri, berkuliah, latihan di gereja, rapat di kampus, membuat janji Christmas dinner bersama teman-teman, serta kegiatan-kegiatan lainnya. Tanpa saya sadari, makin ke sini moment Natal saya bersama keluarga mulai berkurang.  

Mungkinini salah satu tanda dari perubahan zaman. Toh, makin ke sini banyak sekaliorang Kristen yang menganggap Natal hanyalah sebuah perayaan rutin yang selalusama setiap tahunnya. Padahal Natal tidak hanya sekedar perayaan. Natal adalahhari kelahiran Kristus, hari penuh sukacita yang seharusnya dirayakan denganpenuh ucapan syukur bersama orang-orang yang kita kasihi, terutama keluarga.

Moment Natal bersama keluarga bisa menjadi hadiah Natal terspesial bagi kita dan juga keluarga kita. Apalagi salah satu fungsi keluarga Kristen adalah menjadi tempat untuk melakukan aktifitas rohani. Jujur, saya sangat merindukan moment-moment seperti itu dan saya ingin kembali merasakannya di Natal tahun ini. Memberi hadiah Natal kepada keluarga berupa waktu luang di mana kami bisa berkumpul bersama.

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya banyak hal yang bisa kita lakukan bersama keluarga di rumah saat Natal. Keluarga Kristen yang ideal bisa melakukan hal-hal seperti berdoa, memuji Tuhan, dan membaca firman Tuhan bersama. Setelah itu kita bisa melakukan games-games kecil, tukar kado, dan terakhir tentu saja makan-makan bersama. Moment di mana kita bisa menerapkan nilai-nilai Kristen di tengah keluarga seperti ini pasti akan menjadi salah satu hadiah Natal terindah kita bersama keluarga.

Lalu bagaimana jika keluarga kita bukan keluarga Kristen?

Natal tidak selalu tentang adanya pohon Natal, kue-kue, atau pernak pernik lainnya di rumah. Natal adalah hari di mana seluruh umat Kristen bersukacita karena kelahiran Sang Juruselamat. Sukacita itulah yang bisa kita bagikan bersama keluarga kita yang belum percaya. Kita bisa mulai dari menyiapkan sebuah hadiah bagi mereka. Hadiah yang diberikan karena kita sedang bersukacita dan berbahagia akan kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Lalu kita bisa mendoakan anggota keluarga kita. Percayalah, di saat kita mendoakan mereka, damai dan sukacita itu juga akan dirasakan oleh mereka. Siapa tahu, tanpa kita sadari, mereka pun akan mulai menunggu moment Natal setiap tahunnya. Jika itu terjadi kita bisa langsung mengajak anggota keluarga kita untuk datang ke gereja dan merayakannya bersama-sama. Ini dapat menjadi salah satu cara kita untuk memberitakan Injil kepada anggota keluarga kita.

TuhanYesus juga lahir di tengah-tengah sebuah keluarga bukan? Itu artinya keluargamemiliki peran dan arti yang sangat penting di hari Natal. Bagi kita yangselalu sibuk dengan kegiatan di luar saat menjelang Natal (termasuk saya), marikita mulai belajar menyisihkan waktu kita secara khusus untuk perayaan Natalbersama keluarga. Bukan menyisakan waktu, alias ‘kalau ada waktu baru sayanatalan sama keluarga’.

Bagi kita yang memang selalu punya kebiasaan berkumpul bersama keluarga setiap hari Natal, mari kita lebih menghargai waktu tersebut. Mari kita memiliki hati yang dipenuhi rasa syukur karena berada di keluarga yang diberkati Tuhan. Buatlah moment-moment itu menjadi hadiah Natal terindah bagi dirimu sendiri dan juga keluargamu, dan yang terpenting, harus berujung pada memuliakan Bapa di Sorga.

fbWhatsappTwitterLinkedIn