Sponsors Link

4 Kedudukan Perempuan Dalam Alkitab Terhadap Suami

Sponsors Link

Berbicara mengenai kedudukan perempuan dalam Alkitab sering kali merupakan hal yang menarik untuk didiskusikan. Karena tentunya wanita Kristen di masa sekarang ini memiliki banyak peran dan tuntutan dalam kehidupan sehari-hari. Baik melalui hubungan suami istri dalam Kristen, menjadi orang tua, sebagai pelajar, maupun dengan profesi apa saja. Tentunya tertera jelas bagaimana bunyi ayat Alkitab tentang wanita bijak Kristen yang taat akan firman Allah yang mana tentu harus memahami posisi dan kedudukannya di mata Allah. Oleh sebab itu supaya dapat memahami dengan tepat, berikut ini beberapa pandangan mengenai kedudukan perempuan dalam Alkitab yang tercantum pada Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

ads

1. Kejadian 2:22

“Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.”

Dari kitab pertama di Perjanjian Lama, telah diperlihatkan bagaimana sebenarnya asal usul wanita menurut Allah. Dari ayat di atas juga telah jelas bahwa wanita adalah tulang rusuk pria yang berarti berkedudukan sebagai penopang pasangannya. Bukan di atas, tetapi bukan juga di bawah. Sehingga itulah sebabnya seorang wanita Kristen berhak untuk dihargai dan diperlakukan adil sebagaimana seperti tokoh Alkitab yang bersikap adil oleh siapapun.

2. 1 Korintus 11:9

“Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.”

Akan tetapi berkat karunia pendukung ini juga memiliki batasan yang telah Allah nyatakan dengan jelas di Alkitab. Dalam ayat di atas dikatakan bahwa perempuan diciptakan karena laki-laki. Karena memandang bahwa laki-laki membutuhkan penolong dengan memperhatikan akan ciri-ciri jodoh menurut Kristen. Oleh sebab itu peranan wanita Kristen tidak lain adalah sebagai penolong bagi pasangannya.

3. 1 Timotius 2:13

“Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.”

Selanjutnya firman Tuhan juga menyebutkan bahwa pada mulanya Allah menciptakan laki-laki lebih dahulu, baru kemudian perempuan. Di sini tentu semakin jelas bahwa bagaimanapun juga kedudukan wanita Kristen adalah di bawah laki-laki. Karena itu tidak benar bila seorang wanita tidak tunduk pada suaminya atau pasangan hidupnya, karena hal ini berarti melakukan sifat dosa menurut Alkitab yang tidak sesuai dengan ketetapan Allah.

4. Efesus 5:24

“Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.”

Dalam ayat di atas juga telah dijelaskan bahwa kedudukan perempuan dalam Alkitab berarti ia harus tunduk pada suami. Tentu kembali pada bahwa wanita seorang penolong, bukan berarti jika suami mengalami kesalahan tidak dibenarkan. Akan tetapi tunduk dalam hal ini lebih kepada dapat menghormati dan menghargai keputusan suami dan kemudian mendukung segala yang baik yang dikerjakan oleh suaminya. Karena itu sebaiknya wanita perlu hikmat dan kebijaksanaan dalam bersikap.

Itulah beberapa pandangan Allah mengenai kedudukan perempuan dalam Alkitab. Hendaknya wanita sejati menaati apa yang Allah inginkan untuk dilakukan dalam hidupnya. Hal ini merupakan kodrat yang sudah Allah tentukan sejak awal mula dunia dijadikan. Selalu tekun berdoa dan mintalah pimpinan karunia Roh Kudus dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Sehingga pada akhirnya hidup wanita Kristen sejati dapat memberikan contoh perilaku sebagai terang dan garam dunia. Amin.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Kristen