4 Kegiatan Besar Umat Kristen di Indonesia dalam Merayakan Natal

Tidak terasa dalam hitungan hari kita akan merayakan kelahiran Yesus Kristus yaitu Natal. Lagu Natal sudah terdengar di mana-mana, pernak-pernik dan ornamen Natal pun terpasang di setiap sudut kota. Umat Kristiani juga sudah mulai sibuk menyambut Natal dengan memasang pohon Natal di rumah, membeli baju baru, membuat atau membeli kue-kue, dan menyiapkan hadiah. Gereja-gereja juga semakin sibuk mempersiapkan perayaan Natal di tempat masing-masing dengan latihan ini dan itu. Semuanya dilakukan untuk menyambut hari besar kita sebagai umat Kristiani.

Seperti yang kita ketahui, meskipun merayakan perayaan yang sama, tidak semua umat Kristen di dunia melakukannya dengan cara yang sama. Masing-masing negara memiliki tradisi-tradisinya sendiri dalam merayakan Natal. (Baca juga: 7 Tradisi Natal Unik di Negara-Negara Lain) Bahkan di Indonesia sendiri masing-masing daerah pun berbeda-beda dalam menyambut Natal. Perbedaan itu mungkin sedikit. Karena secara garis besar, ada beberapa kegiatan Natal yang sama, yang sering bahkan harus dilakukan oleh umat Kristen di Indonesia.

  • Masa Adven

Masa Adven ini dilakukan oleh jemaat gereja-gereja Katolik. Kegiatan ini dilakukan untuk mempersiapkan kedatangan Kristus, yang dilakukan mulai dari tanggal 1 Desember hingga 24 Desember. Masa Adven bertujuan agar umat Kristiani tidak melihat Natal hanya sebagai perayaan besar yang dirayakan setiap tahunnya, tetapi sebagai perayaan religius yang membuat kita lebih dekat dengan Tuhan. Masa Adven juga merupakan masa pertobatan. Persiapan yang terbaik adalah dengan sering menerima Sakramen Ekaristi dan Sakramen Tobat.

(Baca juga: Buah-Buah Komuni Ekaristi Sebagai Perwujudan Iman)

Sakramen Ekaristi bertujuan agar jemaat sadar akan kasih Allah kepada manusia sehingga mengaruniakan Putra-Nya untuk bersatu dengan kita. Sedangkan Sakramen Tobat bertujuan menyadarkan jemaat bahwa kita tidak layak menyambut Kristus karena dosa-dosa kita. Namun karena Yesus datang maka kita pun selamat dari belenggu dosa tersebut. (Baca juga: Cara Mengaku Dosa dalam Agama Katolik) Masa Adven menjadi waktu yang tepat bagi jemaat untuk lebih meningkatkan intensitas doa-doa pribadi dan pembacaan Alkitab.

  • Christmas Eve

Malam Natal atau Christmas Eve yang jatuh pada tanggal 24 Desember menjadi pembuka dari perayaan Natal. Sebagian besar umat Kristiani pasti akan merayakannya dengan ibadah di gereja.

Kegiatan yang paling membuat suasana damai Natal dirasakan oleh kita biasanya prosesi penyalaan lilin. Setiap jemaat akan memegang satu lilin yang menyala di tengah gelapnya ruangan. Setelah menyanyikan lagu Malam Kudus, jemaat akan berdoa bersama dengan khusyuk.

Jika tidak merayakannya di gereja, mungkin umat Kristiani akan merayakan malam Natal bersama keluarga besar atau teman-teman. Kegiatan yang dilakukan mulai dari makan malam bersama, tukar kado, pembagian kado, dan games. Pokoknya malam Natal adalah kegiatan yang tidak boleh dilewatkan di hari Natal.

  • Ibadah Bersama di Tanggal 25 Desember

Bagi jemaat gereja Katolik, tanggal 25 Desember adalah hari di mana mereka wajib untuk mengikuti Misa Natal di gereja. Ini menjadi kegiatan pertama yang dilakukan di hari Natal, sebelum akhirnya para umat Kristiani merayakannya dengan berkunjung ke rumah keluarga, sahabat, dan rekan-rekan lainnya.

Meskipun tidak semua gereja Protestan melangsungkan ibadah Natal di tanggal 25 Desember, tapi sebagian besar akan melakukannya di tanggal itu. Ibadah bersama untuk gereja Protestan biasanya diisi dengan nyanyian puji-pujian, khotbah, pembagian kado, hingga puncak acara berupa tarian, drama, atau penampilan lainnya. Ibadah Natal juga menjadi salah satu momen di mana para jemaat berkesempatan mengajak anggota keluarga atau teman-teman yang mungkin belum percaya Yesus, untuk datang ke gereja.

  • Aksi Sosial ke Panti Asuhan atau Panti Werdha

Kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan setiap sekolah, perusahaan, atau gereja saat menyambut Natal. Pertama-tama panitia aksi sosial atau yang biasa disingkat aksos akan dibentuk terlebih dahulu. Panitia inilah yang akan mempersiapkan segala kegiatan mulai dari penetapan jadwal aksos, panti asuhan yang menjadi target, hingga merancang isi acara.

Hal terpenting yang tidak boleh dilewatkan saat melakukan aksos Natal adalah berbagi hadiah. Biasanya panitia akan mengumpulkan dana terlebih dahulu, yang bisa dilakukan dengan memintanya kepada jemaat atau anggota, berjualan, hingga garage sale. Garage Sale sendiri adalah menjual kembali barang-barang bekas yang masih layak pakai, di mana barang-barang tersebut dijual dengan harga yang sangat murah.

Natal boleh saja dirayakan dengan berbagai aktivitas atau kegiatan yang menarik, tapi yang terpenting tetaplah tentang arti dari Natal itu sendiri. Tetap perhatikan setiap tradisi Natal yang kita lakukan, apakah itu beralaskan kebenaran firman Tuhan atau sudah melenceng karena terbaur kebudayaan setempat. Jauh dari itu semua, kita harus merayakannya dengan hati yang tulus dan penuh sukacita. Tulus untuk memuliakan nama Tuhan, dan sukacita karana Yesus lahir ke dunia.