Sponsors Link

Mencukur Alis Menurut Kristen: Pandangan, Larangan, dan Hukumannya

Sponsors Link

Manusia adalah makhluk hidup yang tidak pernah merasa puas. Manusia senang jika ia merasa dirinya semakin baik dan sempurna, termasuk dalam hal fisik. Salah satu hal yang kemudian sering dilakukan oleh manusia adalah berusaha memperbaiki penampilan. Memperbaiki penampilan sering dilakukan untuk menyenangkan diri sendiri, menyenangkan orang lain, atau bahkan agar dapat diterima oleh orang lain di sekitarnya. Ada begitu banyak cara memperbaiki penampilan yang saat ini sudah dilakukan, termasuk sulam alis dan mencukur alis. Sebelumnya, kita sudah mengetahui pandangan sulam alis menurut Kristen. Namun, saat ini, bagaimanakah pandangan mencukur alis menurut Kristen? Berikut merupakan pandangan yang dapat kita mengerti mengenai mencukur alis.

  • Segala sesuatu memang diperbolehkan, tetapi tidak semua berguna

1 Korintus 10:23 “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.

Tidak ada yang mengatakan mencukur alis menurut Kristen itu hal yang tidak diperbolehkan. Alkitab tidak pernah menyatakan apapun mengenai mencukur alis. Kita bisa saja mengambil kesimpulan bahwa mencukur alis diperbolehkan. Kesimpulan tersebut tidak salah. Namun, kita harus memperhatikan bahwa tidak segala sesuatu yang boleh itu berguna dan membangun seperti hukum mengecat rambut dalam Kristen. Begitu pula dengan mencukur alis. Ketika kita ingin mencukur alis, periksa kembali mengapa kita harus mencukur alis? Tanyakan kembali pada diri kita sendiri, apakah memang harus kita mencukur alis dan apakah berguna? Apakah ada hal positif yang kita dapatkan dari mencukur alis?

  • Jika mencukur alis karena merasa malu, belajarlah untuk bersyukur

Efesus 5:20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita

1 Tesalonika 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

1 Timotius 4:4 Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan satupun tidak ada yang haram, jike diterima dengan ucapan syukur,

Sebelumnya, kita sudah merefleksikan kembali apa tujuan sebenernya kita ingin mencukur alis. Mungkin ada di antara kita yang mencukur alis karena kebutuhan pekerjaan seperti model dan lainnya. Mungkin ada juga di antara kita yang mencukur alis karena kebutuhan sebuah acara seperti mengikuti kontes atau pesta. Namun, tidak juga menutup kemungkinan bahwa ada di antara kita yang mencukur alis karena merasa malu. Kita mungkin merasa tidak puas dengan bentuk alis yang kita miliki saat ini.

Jika memang kita mau mencukur alis karena tersebut, mari  pikirkan kembali! Mencukur alis menurut Kristen memang diperbolehkan, tetapi bukan atas rasa malu dan tidak puas. Hal yang paling terutama adalah kita sebagai orang Kristen harus mengucap syukur atas apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Bagaimanapun bentuk alis kita, hal tersebut adalah pemberian Allah dan tentu itu baik adanya. Tidak ada satupun hal yang Allah ciptakan yang tidak baik, semua baik. Oleh karena itu, sepatutnya kita berbangga diri dengan apapun kondisi alis kita dan bersyukur. Pelajarilah kembali cara mengucap syukur kepada Tuhan.

  • Pindahkan fokus kepada manusia menjadi fokus kepada Allah

Mazmur 36:10 Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang.

Mazmur 16:8 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

Kita seringkali tidak merasa bersyukur karena kita terlalu memperhatikan apa yang dikatakan oleh orang lain. Kita memang makhluk sosial yang membutuhkan orang lain. Namun, tidak berarti bahwa kita terus harus fokus untuk menyenangkan orang lain. Kita tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang. Apapun yang kita miliki, apapun yang kita perbuat, pasti akan ada orang yang berkomentar tidak enak mengenai hal tersebut. Hal tersebut juga berlaku dalam mencukur alis menurut Kristen.

Oleh karena itu, kita harus berhenti berfokus kepada apa yang dipikirkan orang lain. Mulailah belajar untuk berfokus kepada apa yang dipandang dan dinilai Tuhan berdasarkan pengertian takut akan Tuhan. Ketika kita memfokuskan diri kepada Tuhan, kita akan berhenti berusaha menyenangkan semua orang, tetapi yang terpenting bagi kita adalah menyenangkan Allah. Ingatlah bahwa menyenangkan Allah merupakan tujuan penciptaan manusia. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita memfokuskan diri kepada Allah, Sang Pencipta kita.

  • Percayalah bahwa Allah tidak memandang bagaimana penampilan kita, tetapi bagaimana hati kita

1 Samuel 16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Berfokus kepada manusia akan terus membuat kita lelah karena manusia tidak akan pernah puas. Namun, ketika kita berfokus kepada Allah, kita akan selalu dilimpahi dengan rasa syukur. Ingatlah selalu bahwa manusia melihat apa yang di depan matanya, tetapi Allah melihat kedalaman hati kita. Bagaimanapun fisik kita, Allah hanya memerlukan hati yang berserah kepada-Nya. Oleh karena itu, kita perlu terus fokus kepada Allah dan memperbaiki isi hati kita. Teguhkan terus iman kita di dalam Tuhan misalnya dengan rutin membaca ayat renungan Alkitab sebelum tidur. Dengan melakukan hal tersebut, kita akan mengerti bagaimana perihal mencukur alis menurut Kristen. Kita pun dapat menentukan perlu atau tidaknya mencukur alis bagi diri kita sendiri.

Itulah pandangan mencukur alis menurut Kristen. Berdasarkan pandangan tersebut, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa tidak ada larangan serta hukuman secara khusus ketika kita sebagai orang Kristen melakukan cukur alis. Namun, ingatlah bahwa kita perlu menilik kembali alasan kita mencukur alis. Dibandingkan melakukan hal yang kita tidak mengerti, perbanyaklah rasa syukur kita di hadapan Tuhan. Kiranya segala kemuliaan bagi Allah. Tuhan memberkati.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Hukum Kristen