Mengapa Manusia Diciptakan Menurut Ajaran Kristen

Pernahkah kalian berpikir tentang alasan mengapa Allah menciptakan manusia? Padahal jika dipikir-pikir Allah memiliki kuasa di mana Ia tentu saja bisa mengurusi bumi dan isinya tanpa harus membuat manusia yang melakukannya. Hal terpenting yang perlu kita ketahui adalah tidak mungkin Allah menciptakan manusia tanpa tujuan. Bahkan jika kita menelaah kembali latar belakang penciptaan manusia menurut Alkitab, manusia memiliki hakikat besar di dunia.

  • Manusia diciptakan sebagai ciptaan yang paling sempurna

Kitab Kejadian menjelaskan secara lengkap bagaimana Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya selama lima hari. (Baca juga : Sejarah Hari Sabat dari Penciptaan Sampai Saat Ini) Lalu apa yang Allah lakukan pada hari yang keenam? Allah menciptakan manusia. Penciptaan manusia sendiri merupakan proses penciptaan yang sangat istimewa karena Allah turun tangan langsung. Tidak seperti ciptaan yang lain di mana Allah hanya berfirman. Pada saat menciptakan manusia, Allah sendiri membentuk debu dan tanah dan menghembuskan nafasnya ke dalamnya. Demikian pula saat Allah mengambil tulang rusuk Adam untuk menciptakan Hawa. Keistimewaan lain yang lebih besar adalah Allah menciptakan manusia seturut gambar dan rupa-Nya sendiri.

Hal ini menunjukkan manusia berada di strata yang paling tinggi dari semua ciptaan yang ada. Manusia mendapat mandat Allah untuk beranak-cucu dan menguasai bumi. Allah ingin manusia sadar bahwa mereka adalah ciptaan yang spesial, dan agar mereka mengakui kebesaran Sang Pencipta.

  • Manusia diciptakan sebagai rekan sekerja Allah

Memang benar bahwa Allah sendiri mampu mengurus bumi dan isinya tanpa manusia. Tapi Tuhan ingin manusia menjadi rekan sekerja-Nya, sahabat-Nya, makhluk ciptaan-Nya yang dapat membangun keakraban dengan-Nya. Jika Allah sedemikiannya menganggap manusia sebagai sahabat, maka Allah juga ingin manusia, yaitu kita, menganggap Allah adalah sahabat kita.

Sayangnya, sejak manusia jatuh ke dalam dosa persahabatan itu mulai rusak. Manusia mulai lupa akan jati diri mereka dan hidup dalam dosa. Manusia seharusnya dihukum karena hal tersebut namun kembali lagi ke kenyataan bahwa Allah sangat mengasihi kita. Untuk itulah Allah mengutus Yesus turun ke bumi, untuk menebus dosa-dosa kita, sehingga kita bisa kembali membangun persahabatan dengan Allah.

Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.” Yohanes 15:15

  • Manusia diciptakan untuk memuliakan dan meninggikan nama Allah

Bisakah ayam atau harimau bernyanyi? Bisakah bunga matahari, atau bulan dan bintang menari? Tentu saja tidak bisa. Ciptaan Allah yang bisa melakukan itu semua hanyalah manusia. Sebab manusia diberikan akal dan pikiran oleh Allah. Apa tujuannya? Allah ingin manusia hidup memuliakan nama-Nya.

Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendakMu semuanya itu ada dan diciptakan.” Wahyu 4:11

Allah memberikan setiap manusia karunia-karunia yang berbeda-beda, talenta-talenta yang sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Ada yang bisa bernyanyi, ada yang bisa menari. Ada yang bisa bermain musik, dan ada yang bisa menciptakan musik. Semua mendapat bagian masing-masing sebagai bekal untuk melayani dan memuliakan nama Tuhan.

  • Manusia diciptakan untuk mengasihi Allah

Sejak awal penciptaan Allah sudah membuktikan kasih-Nya kepada manusia dengan memberikan tugas kepada mereka sebagai penguasa ciptaan yang lain. Tidak peduli dengan dosa yang telah manusia lakukan, Allah tetap memandang kita sebagai ciptaan yang berharga dan Dia sangat amat mengasihi kita.

Jika demikian, maka tugas terbesar kita sebagai ciptaan yang sempurna adalah hidup mengasihi Allah.

“Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya…” Mazmur 100 : 2-3

Allah ingin kita mengutamakan Dia di dalam kehidupan kita, dan berjalan sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Memang terkadang kebenaran Firman Tuhan bertentangan dengan keinginan daging dan kenyataan di dunia, tetapi tidak bisakah kita melakukan itu dengan mengingat siapa kita? Kita adalah manusia, ciptaan-Nya, yang jika bukan karena kasih maka Allah tidak akan menciptakan kita. Sudah seharusnya kita bersyukur atas kebaikan Tuhan dengan hidup mengasihi Dia.

Baca juga: Asal Usul Manusia Menurut Agama Kristen dan Maknanya