Mengapa Protestan tidak Membuat Tanda Salib Saat Berdoa

√ Quality Checked Pass quality & checking

Bagi umat Kristiani, Salibsering dipuja dan dihormati. Di dalam berbagai Encyclopedia Britannica bahkanmenyebut bahwa salib merupakan salah satu lambang utama Agama Kristen. Dari perkataanitu, kita bisa menyimpulkan bahwa tanda salib merupakan benda yang sangtpenting dan sebagai simbol nagi umat Kristiani.

Akan tetapi, mungkin Anda pernahmemperhatikan mengapa salib hanya dapat dtemukan pada umat Khatolik saja? Mengapapada umat Protestan justru tidak ada? Untuk mengetahui alasan sebernarnya, yukkita simak di bawah ini.

1. Protestan penganut Paham Sola Scriptura

Alasan yang pertama adalahkita kembalikan pada sejarahnya. Jadi pada awal Protestan berdiri, merekamenggunakan pemahaman yang bersumber dari Sola Scrptura. Di katakan juga daribeberapa ahli menyebutkan bahwa tanda salib sebenarnya adalah salh satu tradisidari jemaat awal pada abad kedua.

Hal tersebut diperkuat olehkesaksian para Bapa Gereja yang sudah dituliskan dalam sejarawan. Hal tersebutjuga diperkuat oleh pendapat dari St. Cyril yang berasal dari Yerusalem, St.Ephrem dan juga St Yohanes yang berasal dari Damaskus.

2. Tidak diajarkan oleh Yesus Kristus

Alasan berikutnya adalahpengikut protestan tidak mendapatkan seruan penggunaan salib oleh YesusKristus. Menurut mereka, dalam melakukan doa, maka langsung saja dilakukantanpa harus menggunakan salib. Hal tersebut bisa terjadi karena seperti yangsudah disebutkan sebelumnya bahwa ajaran Kristen dan Katolik memilikiperbedaan.

3. Jarang melakukan simbol keagaamaan

Para Umat Kristen Protestansangat jarang melakukan ibadatan menggunakan simbol-simbol seperti salib ini. Umumnyahal tersebut bisa terjadi karena para pengikut Kristen Protestan berasal daripengikut perjanjian baru. Berdasarkan ajaran perjanjian baru, umat kristenProtestan sudah tidak perlu lagi menggunakan simbol-simbol untuk melakukan doa.Sebab, Tuhan sudah mengetahui apa tujuan kita berdoa.

4. Kepercayaan Yesus Kristus tidak mati disalib

Ada juga salah satu alasanpenting lainnya, yakni kepercayaan umat Protestan mengenai Yesus tidak matidalam keadaan salib. Hal tersebut sebenarnya kembali pada kepercayaan merekasendiri bahwa selama lebih dari 300 tahun, tidak ada bukti kuat jika Penyaliban Yesus terjadidalam keadaan tersebut. Khususnya ketika melakukan peribadatan.

5. Tidak perlu menggunakan upacara tertentu

Salah satu hal yang sangatterlihat antara perbedaan Katolik dan Protestan adalah dari sisi cara berdoayang dilakukan. Ketika Anda meilihat ada seseorang menggerakan tanganseolah-olah membentuk simbol salib, maka bisa dipastikan dia adalah umatKatolik.

Hal tersebut berkebalikandengan Protestan yang tidak menggunakan gerakan semacam itu baik dalam berdoamaupun sebelum melakukan aktivitas. Hal ini seperti yang sudah disebutkan diawal bahwa bagi kaum Protestan, tidak perlu membuat simbol-simbol tertent agardidengar Tuhan Yesus. Mereka percaya bahwa dengan memanjatkan doa saja sudahcukup.

Demikian beberapa alasanmengapa protestab tidak membuat tanda salib saat berdoa. Dari penejelasan diatas kita bisa melihat bahwa tanda salib bagi katolikdan rotestan memiliki perbedaan. hal tersebut juga semakin menguatkan perbedaanKristen Protestan dan Katolik baik dari cara peribadatan dan jugakesehariannya.

Bahkan tidak hanya dari caraperibadatannya saja, perbedaansalib Kristen Protestan dan Katolik juga dapat terlihat. Misalnya saja,pada Katolik terdapat Daun Palma yang berada di sekitar salibnya. Sedangkan paasalin Kristen Protestan justru tidak ditemukan hal tersebut. Begitu juga denganberbagai simbol lainnya.

Hal tersebut juga terlihatpada makna salib itu sendiri bagi umat Katolik. Contohnya seperti dibawah ini.

  • Salib merupakankemanunggalan yang berasal dari Allah Trinitas.
  • Bentuk salibmerupakan perwujudan keadilan Allah. Hal tersebut juga menunjukan bahwa betapakejamnya dosa-dosa kita sehingga Allah menebusnya dengan wafat di salib. Halitu disebutkan dalam Gal 3:13.
  • Selain sebagai simbolkeadilan, salib juga merupakan perwujudan kasih sayang Allah pada kita. Pernyataantersebut tertulis pada Yoh 15:13. Dengan begitu, kita bisa terselamatkan danjuga memperoleh kebahagiaan dalam kehidupan kekal (Yoh, 3:16).

Anda bisa juga memperlajarireferensi lainnya   seperti tata perayaansakramen ekaristi, sikap-sikapLiturgi, simbol-simbolliturgi, tataperayaan ibadat sabda tanpa Imam, dan masih banyak lagi hal-hal lainnya. Semogaartikel ini bisa memberikan banyak manfaat untuk semua umat.

fbWhatsappTwitterLinkedIn