Sponsors Link

Bolehkah Menikah dengan Janda Menurut Kristen? Bagaimana Ajaran dan Pandangannya?

Sponsors Link

Agama Kristen menginginkan para pengikutnya untuk setia terhadap pasangan. Pernikahan diibaratkan sebagai persatuan antara dua daging menjadi satu. Dalam sejarah agama kristen, perceraian merupakan hal yang ditentang dan bahkan dilarang oleh Tuhan. Perceraian dalam Kristen tidak mendapat kedudukan yang baik di hadapan Tuhan. Hukum perceraian dalam Kristen juga sudah menyatakan secara jelas mengenai perceraian. Meskipun dilarang, ada satu kondisi yang melonggarkan perceraian.

Menurut pandangan Kristen tentang perceraian, orang boleh saja mengajukan cerai jika pasangan mereka terbukti melakukan perzinahan. Zinah merupakan perbuatan dosa yang dibenci Tuhan dan bahkan ada banyak ayat Alkitab tentang zinah. Perceraian memang diperbolehkan selama alasannya adalah perzinahan. Wanita yang menceraikan suaminya kelak akan menjadi janda. Begitu juga sebaliknya bagi suami yang menceraikan istri. Pertanyaan yang akan muncul nantinya adalah apakah janda atau duda boleh menikah lagi? Bolehkah menikah dengan janda menurut Kristen? Artikel ini akan mengulas lebih jauh perihal topik tersebut.

Pandangan Kristen tentang Wanita yang Menjanda

Ada dua kemungkinan seorang wanita menjadi janda. Pertama karena perceraian dengan suami lamanya dan kedua karena ditinggal mati suami. Tuhan sebenarnya tidak ingin hambanya yang wanita menjadi janda karena perceraian. Perceraian sendiri merupakah hal yang dibenci Tuhan. Berdasarkan ayat Matius, pasangan suami isteri sejatinya telah disatukan Tuhan. Oleh karena itu, manusia tidak boleh memisahkannya.

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. (Matius 19:6).

Bahkan dalam agama Kristen, isteri dituntut untuk setia seumur hidup kepada suami. Selama suaminya masih hidup, isteri tidak dapat menikah dengan laki-laki manapun. Sang isteri baru dapat menikah lagi jika dia menjadi janda yang ditinggal mati suami. Hal ini tercermin dalam surat Roma ayat berikut.

“Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu (Roma 7:2).

Lalu bagaimana jika isteri sudah setia, tetapi suami justru yang selingkuh. Apa boleh diceraikan? Ada banyak ayat Alkitab tentang suami selingkuh diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya? (Amsal 20:6)
  • Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya. (Yakobus 1:8)
  • Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah. (Ibrani 13:4)
  • Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah. (Matius 5:28)
  • Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. (Kejadian 2:24)
  • Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. (Markus 10:6-8)
  • Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya. (1 Korintus 7:4).
  • Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya. (Efesus 5:33)
  • Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya. (Efesus 5:28-30).
  • Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. (1 Korintus 13:4-5).
  • Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya. (Imamat 19:11)
  • Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik. (1 Timotius 3:12).

Jika yang terjadi adalah perselingkuhan dan bahkan sang suami sampai melakukan perzinahan, maka perceraian boleh saja dilakukan. Di dalam ayat Matius diterangkan mengenai hal ini.

Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. Tetapi aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah (Matius 5:31-32).

Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya? “Kata Yesus kepada mereka: “Karena keterangan hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah (Matius 19:7-9).

Selain ayat Matius, ayat lain yang menerangkan tentang perceraian karena zinah adalah sebagai berikut.

  • 1 Korintus 7:39 : Isteri terikat selama suaminya hidup. Kalau suaminya telah meninggal, ia bebas untuk kawin dengan siapa saja yang dikehendakinya, asal orang itu adalah orang yang percaya.
  • Maleakhi 2:16 : Sebab Aku membenci perceraian, firman Tuhan, Allah Israel-juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman Tuhan semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

Menikah dengan Janda Menurut Kristen

Berdasarkan pemaparan di atas, dapat diketahui bahwa menikah dengan janda diperbolehkan dengan satu syarat, yaitu jika janda yang ingin dinikahi adalah janda yang ditinggal mati suami. Hal ini tertera jelas dalam ayat Roma berikut:

“Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu (Roma 7:2).

Pada kasus pria yang menikahi wanita janda karena wanita itu bercerai, sebenarnya masih menjadi perdebatan. Yang jelas Tuhan membenci perceraian. Ini tertera jelas dalam ayat Maleakhi berikut:

Sebab Aku membenci perceraian, firman Tuhan, Allah Israel-juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman Tuhan semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat! (Maleakhi 2:16).

Jadi bagi pasangan yang bercerai, si suami dan isteri akan mendapat dosa. Tetapi bukan berarti dosa ini tidak dapat diampuni, karena sejatinya Tuhan maha pemurah dan pemaaf seperti pada ayat berikut:

  • Efesus 1:7 : Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,
  • Matius 26:28 : Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian yang ditumpahkan banyak orang untuk pengampunan dosa.
  • Yohanes 1:9 : Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
  • 1 Petrus 1:3 : Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.
  • Ratapan 3:22-23 : Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

Wanita boleh meminta cerai pada suami asalkan suami ketahuan berzinah, seperti pada ayat berikut.

Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. Tetapi aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah (Matius 5:31-32).

Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya? “Kata Yesus kepada mereka: “Karena keterangan hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah (Matius 19:7-9).

Wanita memang diperbolehkan menjadi janda jika suaminya ketahuan berzinah dan ia tidak kuat lagi menahan semua itu, namun apa ini berarti kalau wanita tersebut boleh dinikahi oleh pria lain setelah cerai? Belum tentu juga! Terkadang Tuhan membuat seseorang menjadi lajang dengan sengaja. Ini tidak boleh dipandang sebagai kutukan atau hukuman. Sebaliknya justru perlu dipandang sebagai kesempatan bagi orang tersebut untuk melayani Tuhan secara penuh, seperti yang tertera pada ayat Konritus berikut:

  • 1 Korintus 7:7 : Namun demikian alangkah lebih baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi orang menerima dari Allah karunainya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu.
  • 1 Korintus 7:8 : Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada jnda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku.

Salah satu pembenaran yang dapat menjadi landasan untuk menikah lagi bagi janda yang bercerai mungkin ada pada ayat Korintus berikut:

  • 1 Korintus 7:9 : Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu.

Agama memang menyarankan untuk menikah dari pada berlumur dosa karena hawa nafsu nantinya. Demikianlah penjelasan mengenai menikah dengan janda menurut Kristen. Menikai janda yang ditinggal mati suami merupakan hal yang diperbolehkan dalam Kristen, karena sesuai dengan ayat Roma. Akan tetapi untuk menikahi janda yang bercerai, masih menjadi perdebatan. Satu hal yang perlu diingat oleh setiap umat Kristus adalah Tuhan maha pengampun atas dosa-dosa para hamba-Nya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu memohon ampunan-Nya dan selalu bertanya kepada orang yang ahli jika tidak mengerti suatu hal.

Sponsors Link
, , ,