Sponsors Link

Pandangan dan Ajaran Iman Kristen Terhadap Penjualan Anak

Sponsors Link

Pandangan dan ajaran iman kristen terhadap penjualan anak, sampai saat ini, banyak sekali dari beberapa kalangan yang menanyakannya. Bahkan bisa dikatakan pertanyaan ini sebenarnya sangat sering ditanyakan, baik itu pada orang yang minim akan pahamnya tentang agama sampai tidak jarang juga ditanyakan kepada orang yang memiliki pemahaman agama yang sedikit lebih mengerti namun masih belum memberikan penjelasan yang sangat detail.

ads

Memang dalam ajaran agam Kristen atau dalam Alkitab tidak dengan gamblang atau frontal dituliskan akan larangan atau dituliskan dengan jelas, namun hal tersebut bisa disimpulkan dan ditafsirkan bila memang perlakuan ini tidak dibenarkan dalam ajaran agam Kristen. Terlebih mengenai pandangan dan ajaran iman kristen terhadap penjualan anak. Tetapi yang ditekankan jelas tentang cara mendidik anak menurut iman kristen, hal ini jelas akan ada ayat Alkitab yang mengatakan akan hal tersebut. Dalam alkitab sangat jelas ada beberapa ayat yang menyinggung tentang perdagangan atau penjualan diantaranya pada ayat alkitab sebagai berikut ini:

Imamat 25:14 mengatakan “Apabila kamu menjual sesuatu kepada sesamamu atau membeli dari padanya, janganlah kamu merugikan satu sama lain”.

Menjual sesuatu atau membelinya disini dimaksudkan dalam penjualan benda bukanlah yang berupa manusia. Dengan melakukan penjualan manusia atau penjualan anak jelas akan lebih mengacu pada merugikan yang sangat besar dan jelas tidak masuk dalam ajaran agama Kristen. Secara umum dalam alkitab sangat jelas sebenarnya jika seorang anak memiliki tempat yang istimewa sama seperti Tuhan Yesus menyambut anak-anak yang ada disekitarnya sewaktu masih bersama murid-muridnya. serta seorang anak juga dilambangkan sebagai gereja anak Allah, ayat alkitab tentang keturunan,Bahkan Tuhan Yesus mengatakan jika seorang anak tidak layak untuk dilarang untuk mendekatinya, hal ini disampaikan tepat diriNya sedang menyampaikan Firman yang dihadiri murid-muridnya.

Pandangan Terhadap Penjualan Anak Menurut Perjanjian Lama dan Baru

Kejadian 1:28 mengatakan “Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak ; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi”.

Dari ayat tersebut jelas jika anak-anak ialah merupakan dari perjanjian Allah yang disampaikan kepada manusia. Maka dari itulah hal yang berkaitan dengan penjualan anak sangat bertentang dengan ajaran agama terlebih ajaran agama Kristen. Peranan orang tua dalam mendidik anak menurut alkitab inilah ajaran yang seharusnya dilakukan semua orang tua.

Mazmur 127:3 mengatakan “Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada Tuhan , dan buah kandungan adalah suatu upah”.

Dalam ayat ini jelas anak-anak sebagai pernyataan berkat yang diberikan oleh Tuhan Yesus untuk orang yang beriman dan percaya. Dikatakan jika anak-anak milik pusaka dari pada Tuhan. Jelas sekali jika melakukan penjualan anak sangat tidak sesuai dengan ajaran orang Kristen dan tidak menuruti perintah Tuhan Yesus seperti yang diajarkan dalam alkitab. hal ini juga jelas bertentangan bagaimana dalam keluarga meminta keturunan misalnya doa meminta keturunan di dalam alkitab. Maka dari itulah penjualan anak merupakan perilaku yang tidak konsisten dengan permintaan awalnya.

1 Samuel 1:10-11 mengatakan “10 dan dengan hati pedih ia berdoa kepada Tuhan sambil menangis tersedu-sedu. 11 Kemudian bernazarlah ia, katanya: ” Tuhan semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada Tuhan untuk seumur hidupnya dan pisau cukur  tidak akan menyentuh kepalanya”.

Begitu besar permohonan seseorang yang disampaikan kepada Tuhan hanya untuk mendapatkan keturunan yang dari padaNya. Bahkan Ayat Alkitab tentang keturunan juga mengajarkan demikian. Dengan berdoa dengan penuh keyakinan untuk mendapatkan keturunan, jelas hal ini tidak akan membenarkan untuk tindakan melakukan penjualan kepada seorang anak. Bila melakukan penjualan anak berarti tidak mengindahkan dari ajaran Tuhan yang sudah dituliskan dalam Alkitab.

Matius 18:1-4 mengatakan “1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?” 2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka 3 lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.”

Sponsors Link

Dalam ayat alkitab tersebut mengajarkan kita yang mana merupakan sebuah cara untuk menerima kerajaan Surga. Bahkan dari ayat tersebut lebih memperjelas jika perbuatan penjualan anak sama saja tidak menerima kerajaan Allah yang mana sudah melanggar aturan yang sudah diberikan Tuhan Yesus kepada kita.

Matius 21:15-16 mengatakan “15 Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: “Hosana bagi Anak Daud! ” hati mereka sangat jengkel,  16 lalu mereka berkata kepada-Nya: “Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?”

Ayat alkitab ini mengajarkan kita jika anak-anak sudah menerima puji-pujian dari pada Allah. Dan hal ini lebih memperkuat jika penjualan anak sama saja menghilangkan anugerah yang sudah Tuhan Yesus berikan selama ini. Maka dari itulah penjualan anak sangat bertentangan dengan ajaran iman Kristen. Daripada melakukan pelanggaran penjualan anak, lebih baik mendidik seorang anak layaknya tokoh alkitab yang menghormati orang tua. Pada intinya pandangan dan ajaran iman Kristen sangat tidak membenarkan dengan adanya dan melakukan tindakan penjualan anak dengan alasan apapun. Hal ini disebabkan karena anak-anak ialah salah satu pewaris kerajaan surga, serta juga sudah menjadi bagian dari murid-murid Tuhan Yesus.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Kristen