Sponsors Link

Sewa Rahim Menurut Agama Kristen: Pandangan dan Hukumannya

Sponsors Link

Beberapa pertanyaan terkadang muncul jika berkaitan dengan sewa rahim menurut agama Kristen. Terutama karena hal ini memang bukan hal yang lazim dilakukan dan masih dianggap tabu maupun contoh perbuatan dosa dalam Kristen oleh berbagai macam kalangan di masyarakat negara-negara timur. Lain halnya di negara barat yang telah berkembang dan maju. Dimana sewa rahim adalah hal yang sering dilakukan oleh pasangan yang ingin memiliki anak namun memiliki keterbatasan, entah dari salah satu pasangan ataupun karena hal-hal lainnya. Oleh sebab itu sewa rahim ini umumnya bisa dilakukan. Lain halnya jika berbicara dari sudut pandang Kristen. Jika ingin tahu detailnya, maka simak berikut ini beberapa penjelasan yang sesuai mengenai sewa rahim menurut agama Kristen. Dari segi pandangan, maupun hukuman yang bisa diterima pelakunya.

ads

Pandangan Agama Kristen Tentang Sewa Rahim

Apabila dicari di dalam Alkitab, tidak ada ayat yang secara eksplisit memperlihatkan larangan akan sewa rahim. Namun jika dilihat secara lebih jelas, sewa rahim ini artinya yaitu memperoleh keturunan dengan jalan melakukan pembuahan di rahim orang lain. Sehingga pada dasarnya anak yang dilahirkan bukanlah anak yang langsung berasal dari rahimnya sendiri. Melainkan lebih kepada seperti anak yang diangkat. Oleh sebab hal yang disebutkan di atas, banyak hamba Tuhan masih meragukan akan kebaikan maupun jenis-jenis dosa dalam Alkitab yang diperoleh jika melakukan hal tersebut. Namun ada beberapa ayat yang secara tidak langsung mengarah pada hal-hal yang demikian.

  1. Yohanes 3:18 “Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.”
  2. Yohanes 10:37 “Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku.”

Dalam kedua ayat di atas, bila tidak percaya Allah maka umat Kristen akan memperoleh hukuman. Dan ayat kedua berbicara konteks apa yang dimaksud tidak percaya Allah. Yaitu tidak melakukan kehendak Allah, itu sama halnya tidak percaya pada Allah. Demikianlah sewa rahim, dimana manusia yang melakukan hal tersebut artinya tidak percaya pada kuasa Allah untuk menurunkan berkat berupa keturunan dari rahimnya sendiri. Sama halnya jika kita lihat dari sisi hukum bayi tabung menurut Kristen. Kedua hal ini sebenarnya sama adanya. Oleh sebab itu pandangan umat Kristen terhadap kedua hal tersebut seharunya akan kurang lebih tidak berbeda jauh. Dimana hal ini sebenarnya tidak dilarang secara mutlak, tapi ada unsur melangkahi Allah dan tidak percaya kuasaNya. Seperti kisah Sara yang tertawa saat Allah menyatakan pada Abraham bahwa mereka akan memiliki seorang anak.

Hukuman Jika Melakukan Sewa Rahim

Selanjutnya yaitu berbicara mengenai hukuman yang kira-kira akan diterima oleh umat Kristen bila melakukan sewa rahim. Sekali lagi bahwa hal ini memang tidak secara gamblang dijelaskan dalam Alkitab. Namun berpegang pada rasa tidak percaya Allah tersebut, maka ada beberapa hukuman yang akan diterima orang yang tidak percaya.

  • Kehilangan damai sejahtera. Terutama karena merasa bersalah telah melanggar kepercayaan Allah. Sehingga terus merasa tidak nyaman dalam hidupnya. Oleh sebab itu jika sudah terlanjut maka lakukan cara bertobat orang Kristen. Minta supaya Tuhan berikan damai sejahtera dalam hidup Anda kembali dengan penghapusan dosa yang telah dilakukan.
  • Jatuh dalam dosa, otomatis ketika tidak percaya Tuhan serta janjiNya, maka manusia akan jatuh dalam dosa. Demikian halnya bagi mereka yang melakukan sewa rahim maka besar kemungkinan jatuh pada dosa berupa meragukan kuasa Allah. Padahal jelas bahwa kuasa Allah ini tidak terbantahkan. Oleh sebab itu minta ampun pada Tuhan dan percayalah kepada Allah. Orang yang percaya akan kuasa Allah secara tidak langsung hidupnya akan mencerminkan kemuliaan Allah melalui buah-buah Roh Kudus dan takut akan Dia.
  • Konsekuensi di dunia. Tidak hanya bicara masalah rohani dan dari segi agama saja. Melakukan sewa rahim dapat pula menerima konsekuensi di dunia sebagai akibat dari apa yang diperbuat. Apa yang kita tabur maka itu yang kita tuai. Oleh sebab itu selalu bersabar dalam pencobaan Tuhan dan percayalah bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah supaya terhindar dari resiko berbuat dosa.
  • Kurangnya berkat dari Allah. Seperti yang pernah ada dalam Alkitab bahwa sebenarnya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menolong, tetapi yang menjadi penghalang yaitu dosa-dosa kita. Oleh sebab itu melakukan perbuatan yang tidak sesuai kehendak Allah maka beresiko tidak memiliki berkat Allah ke depannya.

Itulah beberapa penjelasan mengenai sewa rahim menurut agama Kristen, baik dari segi pandangan maupun hukuman yang akan diterima. Dapat disimpulkan bahwa perbuatan ini sebenarnya merupakan salah satu hal yang kurang disukai Allah. Walau Alkitab sendiri tidak secara eksplisit mengatakan hal tersebut. Namun tentu ini melanggar kodrat yang Allah tentukan. Oleh sebab itu sebaiknya hindari melakukan sewa rahim. Bagi pasangan yang merindukan keturunan, sebaiknya berdoalah dengan cara doa meminta keturunan di dalam Akitab pada Allah dan mohon pimpinan karunia Roh Kudus dalam mendoakannya. Sehingga Tuhan tentu akan memberikan belas kasihNya dan mengabulkan doa tersebut, Amin.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Etika dan Moral