Sponsors Link

4 Simbol Sakramen Krisma yang Wajib Umat Kristiani Ketahui

Sponsors Link

Kita tentu mengenal pentingnya beberapa sakramen dalam gereja Katolik, termasuk sakramen inisiasi. Sakramen inisiasi pun terdiri dari beberapa tahap. Salah satu tahap pada sakramen inisiasi adalah sakramen krisma. Sakramen krisma juga banyak dikenal sebagai sakramen penguatan karena fungsinya memang untuk menguatkan atau meneguhkan iman umat Katolik. Sakramen Krisma juga diberikan untuk mereka yang pindah agama dari agama lain menjadi agama Katolik. Tujuan sakramen Krisma sendiri memiliki dasar Alkitab. Sejarah sakramen Krisma dimulai pada peristiwa Pentakosta yang dapat kita baca pada kitab Kisah Para Rasul 2. Pada peristiwa Pentakosta, orang-orang yang mengikut Yesus menerima Roh Kudus sehingga mampu memberitakan Injil dalam berbagai-bagai bahasa.

ads

Tentu kita ingat bahwa memberitakan Injil merupakan tugas bagi para murid Yesus. Tugas ini diberikan sebagai amanat agung yang dapat kita baca pada Matius 28:19-20. Amanat agung ini diberikan setelah Yesus mati di kayu salib, dikuburkan, lalu bangkit kembali. Sakramen Krisma menjadi sebuah bukti bahwa kita mengakui ketritunggalan Allah. Sebagai seorang Katolik, ita percaya akan hadirnya Bapa di dalam kehidupan kita sebagai pencipta bagi segala sesuatu. Kita pun juga percaya bahwa kita telah menerima keselamatan yang berasal dari kasih Yesus Kristus. Namun, kita tidak berhenti sampai di situ. Ketika kita menerima buah-buah sakramen Krisma, kita pun percaya akan adanya Roh Kudus yang akan menjadi penolong kita. Makna sakramen Krisma ini perlu kita mengerti dan pahami dengan baik. Oleh karena itu, pada proses sakramen, terdapat beberapa simbol sakramen Krisma. Simbol ini digunakan sebagai bentuk aplikasi makna sakramen secara langsung. Berikut beberapa simbol sakramen krisma.

  • Minyak

Salah satu simbol sakramen krisma yang sangat paling kita kenal adalah minyak. Ketika kita menerima sakramen krisma, kita akan menerima pengurapan dengan minyak oleh uskup atau oleh imam bagi orang yang baru masuk Katolik. Minyak yang dipakai di sini tentu bukanlah minyak goreng yang dipakai untuk memasak. Minyak yang dipakai pada sakramen krisma adalah minyak yang dapat dipakai untuk pijit atau sebagai obat. Umumnya minyak pada sakramen ini berasal dari minyak zaitun yang diberikan balsem pewangi. Minyak pada sakramen krisma memang memberikan makna sakramen minyak suci berupa penyembuhan atau kenyamanan. Ketika kita menerima pengurapan dengan minyak tersebut, kita diharapkan menerima kesembuhan dari segala dosa dan kekuatiran kita. Kita benar-benar menerima Kristus dan menerima kasih yang Ia berikan kepada kita di dunia.

  • Pengurapan tangan

Setiap penerima sakramen krisma akan menerima pengurapan. Pengurapan ini menjadi simbol sakramen krisma yang penting. Ketika kita menerima sakramen Krisma, kita telah bersedia untuk menerima berkat dari Tuhan. Pengurapan tangan menjadi bukti pemberkatan dari Allah untuk kita. Pengurapan tangan tidaklah bermaksud untuk memberkati kita dengan kekayaan material. Melalui pengurapan ini, kita mengundang Roh Kudus untuk tinggal di dalam kita. Roh Kudus yang akan selalu mendukung serta menguatkan kita berjalan sesuai kehendak Allah. Roh Kudus lah yang menjadi berkat terbaik yang Tuhan berikan untuk kita.

Seperti namanya, Roh Kudus bersifat kudus. Tentu Ia tidak dapat disatukan dengan manusia yang berdosa. Oleh karena itu, saat pengurapan tangan, uskup atau imam akan mengucapkan doa pengurapan dengan cara berdoa yang benar. Doa ini sebagai permohonan agar Allah berkenan memberikan Roh Kudus-Nya. Selain simbol sakramen Krisma yang memang dilakukan pada sakramen itu sendiri, masih ada simbol lainnya. Simbol-simbol ini merupakan simbol yang seringkali dipakai untuk menggambarkan sakramen Krisma. Simbol ini juga dapat dipakai untuk memberikan ilustrasi agar setiap orang Katolik sungguh mengerti makna pemberian sakramen Krisma. Berikut beberapa simbol sakramen Krisma lainnya.

  • Materai

Roh Kudus diberikan Allah sebagai janji bahwa Allah telah memberikan keselamatan. Roh Kudus menjadi seperti materai yang kemudian menjadi salah satu simbol sakramen krisma dan juga simbol sakramen baptis. Materai membuat sebuah perjanjian tidak dapat diputuskan secara sepihak. Hal ini sama seperti keselamatan, bahwa keselamatan tidak bisa dihilangkan begitu saja oleh manusia. Allah pun telah berkomitmen bahwa keselamatan yang sudah diberikan tidak akan ditarik kembali. Melalui materai tersebut, kita menerima status baru sebagai warga Kerajaan Allah.

Sponsors Link

  • Api

Tentu kita tahu kisah Pentakosta yang dikisahkan di dalam kitab Kisah Para Rasul. Setelah kenaikan Yesus ke Sorga, Roh Kudus diturunkan dalam bentuk api yang memberkati setiap orang yang telah mengikut Kristus. Kejadian Pentakosta kurang lebih serupa dengan apa yang terjadi pada sakramen Krisma. Penerima sakramen Krisma menjadi orang yang mengikut Kristus dan menerima berkat Roh Kudus. Oleh karena itu, api kemudian menjadi salah satu simbol sakramen Krisma. Itulah beberapa simbol sakramen Krisma. Simbol-simbol ini sebenarnya tidak diwajibkan di dalam Alkitab. Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa simbol ini harus tertera atau harus dilakukan ketika melakukan sakramen Krisma.

Namun, lihatlah makna dari setiap simbol yang ada. Makna ini bukan hanya sekedar dibuat-buat supaya sakramen Krisma terlihat begitu agung. Makna dari setiap simbol ini perlu kita hidupi dengan sungguh-sungguh. Bukan hanya pada prosesi sakramen Krisma, tetapi dalam sepanjang kehidupan kita sebagai orang Katolik. Setelah menerima simbol sakramen Krisma, kita perlu memiliki suatu komitmen baru. Kita harus berkomitmen untuk terus memiliki relasi yang baik dengan Roh Kudus. Kita tidak lagi hidup dengan cara kita sendiri, tetapi sesuai dengan yang Roh Kudus tuntun untuk kita kerjakan. Kiranya segala kemuliaan bagi nama Tuhan. Tuhan memberkati.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Sakramen