Sponsors Link

5 Tanggung Jawab Suami Terhadap Istri dalam Kristen Penting Diketahui

Sponsors Link

Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan. Laki-laki yang menjadi suami akan berpasangan dengan perempuan yang menjadi istri. Kedua orang ini kemudian akan disatukan oleh Allah melalui ikatan pernikahan. Apa yang sudah disatukan oleh Allah tidak dapat dipisahkan oleh manusia, bahkan melalui perceraian. Ketika dua orang sudah menjadi pasangan suami istri, mereka tidak dapat lagi hidup memikirkan dirinya sendiri, hanya bertanggung jawab akan dirinya sendiri. Salah satu  tujuan pernikahan Kristen membuat mereka harus bertanggung jawab akan satu dengan yang lainnya.

Pria yang merupakan seorang suami selanjutnya akan menjadi seorang kepala keluarga. Sebagai seorang kepala keluarga, seorang suami tidak dapat bertindak sembarangan. Ia harus berhati-hati dan dapat menjadi teladan oleh istri maupun anak-anaknya. Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang suami memiliki rasa bertanggung jawab. Seorang suami haruslah mengerti tanggung jawab ayah dalam keluarga Kristen. Seorang suami juga harus bertanggung jawab terhadap istri.

Sayangnya, beberapa orang tidak dapat memahami dengan baik apa saja yang menjadi tanggung jawab suami terhadap istri. Beberapa orang berpikir bahwa memenuhi kebutuhan finansial sudah menjadikannya pribadi yang cukup bertanggung jawab akan keluarga Kristen yang ideal. Pemikiran seperti ini harus dihentikan, tidak boleh dilanjutkan. Nyatanya, seorang suami bukanlah sebuah pekerjaan yang hanya menghasilkan dan memberikan uang. Seorang suami seharusnya memenuhi kebutuhan finansial, fisik, dan psikologi istrinya. Oleh karena itu, suami perlu benar-benar mengerti apa yang menjadi tanggung jawabnya terhadap istri. Berikut beberapa tanggung jawab suami terhadap istri dalam Kristen.

1. Menghormati istri

1 Petrus 3:7 Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.

Ketika seorang lelaki menjadi seorang suami, ia mendapatkan status baru sebagai kepala keluarga. Namun, status ini tidak menjadikan sang suami memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan sang istri karena kepala keluarga yang sesungguhnya adalah Allah. Status kepala keluarga sering disalahgunakan untuk kemudian menjadi pemimpin keluarga yang otoriter. Padahal, baik suami maupun istri harus menjalani kehidupan berkeluarga mereka secara bersamaan, terutama bersama dengan anak yang akan mereka miliki nantinya. Oleh karena itu, tanggung jawab suami terhadap istri dalam Kristen yang pertama adalah menghormati istri. Ada banyak cara bagi para suami untuk dapat menghormati istri. Suami dapat mendengarkan keinginan istri. Suami tidak mengambil keputusan sendiri, tetapi menanyakan pendapat istri.

Suami membutuhkan kebijaksanaan yang lebih jika ingin menghormati istri sesuai keinginan Allah. Oleh karena itu, suami harus menjaga hubungan pribadinya dengan Allah dan senantiasa meminta Roh Kudus untuk memberkatinya dengan kebijaksanaan. Suami harus dapat menghormati istrinya sebagai teman pewaris kasih karunia yang telah Allah berikan. Dengan suami menghormati istri, Allah berjanji akan mendengarkan doa para suami. Ini menjadi tahap awal cara doa dikabulkan menurut iman Kristen bagi para suami. Tentu hal ini adalah hal yang setiap orang Kristen rindukan.

2. Mengasihi istri

Efesus 5:28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.

Efesus 5:33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimuu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

Kolose 3:19 Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.

Selain menghormati istri, sudah menjadi tanggung jawab suami terhadap istri dalam Kristen untuk mengasihi istri. Kita tentu ingat bahwa hukum kasih dalam Alkitab adalah hukum yang terutama di dalam kekristenan. Allah sendiri adalah kasih dan Allah telah menciptakan kita sebagai manusia segambar dan serupa dengan Allah. Hal ini berarti kita perlu memiliki kasih seperti Allah. Dalam kasih yang Allah bicarakan, ada tiga kasih yang terutama yang perlu kita lakukan. Kita harus mengasihi Allah, kita harus mengasihi sesama kita, dan kita juga harus mengasihi diri kita sendiri.

Paulus kepada jemaat di Efesus mengatakan bahwa suami yang mengasihi istrinya berarti telah mengasihi diri sendiri. Ketika seorang suami mengasihi istri, sang suami telah mengerjakan dua kasih yaitu mengasihi sesama dan mengasihi diri sendiri. Tentu perintah Paulus kepada jemaat Efesus ini adalah perintah yang tepat. Kita tidak boleh lupa bahwa ketika pria dan wanita telah menikah, telah menjadi sepasang suami-istri, mereka telah menjadi satu tubuh. Artinya, mereka harus saling mengasihi satu sama lain. Suami dan istri adalah sebuah kesatuan yang seharusnya tidak dapat saling bermusuhan.

3. Rela berkorban demi istri

Efesus 5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

Sebagai orang Kristen, kita percaya bahwa kita adalah pribadi yang telah dikasihi oleh Allah. Karena kasih-Nya kepada kita, Allah memberikan Kristus, anak-Nya yang tunggal, untuk mati, disalibkan, lalu bangkit dari kubur agar kita selamat dari hukuman dosa. Kasih yang dimiliki Allah dan juga dimiliki Kristus ini membuat Ia rela menyerahkan diri-Nya. Yesus rela menanggung segala siksa penyaliban Yesus hanya demi menyelamatkan manusia. Sebesar dan setulus itulah kasih Yesus kepada kita manusia.

Paulus pada para suami di Efesus dan juga para suami saat ini mengingatkan agar mampu mengasihi pasangan seperti bagaimana kasih Kristus. Tentu kasih Kristus adalah kasih yang sempurna dan kita pasti kesulitan untuk melakukan hal yang sama. Namun, Allah meminta kita berusaha sekeras mungkin. Para suami seharusnya dapat diandalkan oleh istrinya bahkan dalam kondisi yang menyulitkan. Itulah tanggung jawab suami terhadap istri dalam Kristen.

4. Tidak mempermalukan istri

Matius 1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Alkitab tidak hanya memberikan perintah-perintah tanpa memberikan teladan. Di dalam Alkitab, ada banyak kisah tentang pasangan suami-istri yang dapat kita jadikan teladan. Salah satu pasangan suami-istri yang berkenan di hadapan Allah adalah Yusuf dan Maria. Pasangan ini kemudian dipilih Allah untuk menjadi orang tua Yesus sebagai manusia.

Sebagian besar dari kita tentu sudah tahu kisah yang diceritakan dalam ayat tentang kelahiran Yesus. Maria dan Yusuf diberitahu oleh malaikat Allah bahwa keduanya akan memiliki anak yang akan menjadi Juruselamat. Maria akan mengandung Yesus bahkan sebelum keduanya menjalin hubungan suami istri. Tentu ini adalah hal yang sulit bagi kedua orang ini. Kejadian ini dapat memberikan sanksi sosial yang besar baik bagi Yusuf maupun Maria. Namun, Yusuf tidak memikirkan rasa malu yang akan ia terima. Ia hanya memikirkan bagaimana sanksi sosial yang akan diterima Maria.

Dari kisah tersebut, kita dapat melihat bagaimana besarnya kasih Yusuf kepada Maria. Ini menjadi salah satu contoh aplikasi tanggung jawab suami terhadap istri dalam Kristen. Sebagai seorang suami, pria harus dapat melindungi istrinya sebagai pasangan hidupnya. Suami harus berhati-hati dalam bersikap dan berkata-kata. Belajar dari Yusuf, suami seharusnya tidak melakukan perbuatan yang dapat memberikan aib atau rasa malu bagi sang istri.

5. Memberikan pengetahuan

1 Korintus 14:35 Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat.

Pada zaman dahulu, wanita memiliki banyak keterbatasan. Bahkan di dalam persekutuan gereja pun, terdapat batasan-batasan bagi para wanita. Salah satu keterbatasan yang mereka terima adalah tidak adanya kebebasan untuk bertanya di dalam persekutuan ataupun pertemuan jemaat. Istri hanya dapat mengetahuinya dengan bertanya kepada sang suami ketika sudah di rumah. Istri yang berbicara dalam pertemuan jemaat bahkan dianggap tidak sopan. Di sinilah tanggung jawab suami terhadap istri dalam Kristen berlaku. Sang suami harus dengan rela hati dan sabar menjawab setiap pertanyaan yang sang istri ajukan. Oleh karena itu, suami seharusnya memiliki pengetahuan yang luas. Suami harus dapat bertanggung jawab dengan pengetahuan yang ingin diketahui oleh sang istri. Suami seharusnya tidak boleh memberikan jawaban yang salah bahkan asal-asalan kepada sang istri. Bagaimanapun sang istri yang akan membantu anak keluarga mereka untuk belajar banyak hal. Itulah beberapa tanggung jawab suami terhadap istri dalam Kristen. Hal yang terutama yang perlu ingat adalah suami harus mengasihi istri sepenuh hati. Suami tidak boleh mudah marah, mudah kesal, dan kemudian bertindak sewenang-wenang terhadap istri. Suami harus dapat menaungi pendapat istri. Suami harus dapat melindungi istri.

Suami harus dapat mengatur istri dengan baik. Itulah berbagai tanggung jawab suami terhadap istri dalam Kristen. Memanglah tidak mudah menjadi suami yang baik bagi istri. Oleh karena itu, setiap pria harus berhati-hati dalam memilih istri sebagai pasangan hidup. Ingatlah bahwa siapapun wanita yang dipilih menjadi istri akan seterusnya menjadi pasangan hidup. Apa yang sudah disatukan oleh Allah tidak dapat dipisahkan oleh manusia. Setiap calon suami harus bijaksana dalam memilih calon istrinya. Setiap pria yang sudah menjadi suami pun juga tidak boleh luput dari kebijaksanaan. Kebijaksanaan menjadi kunci rasa tanggung jawab suami terhadap istri dalam Kristen. Oleh karena itu, suami harus terus menjaga persekutuan pribadi dengan Tuhan. Dengan terus berhubungan baik dengan Tuhan, Tuhan akan terus memberkati setiap suami dengan Roh Kudus yang akan membantu memberikan kebijaksanaan. Kiranya segala kemuliaan bagi nama Tuhan. Tuhan memberkati.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Renungan Harian