Sponsors Link

Tata Ibadah Kamis Putih yang Berlangsung Terjadi Pada Umumnya

Sponsors Link

Tri hari suci merupakan masa pra-Paskah, termasuk di dalamnya yaitu tata ibadah Kamis Putih yang dilakukan pada hari kamis untuk mengenang masa-masa sebelum penyaliban Yesus. Oleh sebab itu, umat Katolik merupakan umat yang merayakan hari tersebut dengan khusuk sebagai peringatan akan cinta kasih Allah yang besar melalui putraNya Yesus Kristus. Terutama yang paling berbeda dibandingkan tri hari suci lainnya yaitu pada hari Kamis Putih, Tuhan Yesus mengajak seluruh muridNya untuk berkumpul bersama dan kemudian Dia sendiri yang melayani murid-muridNya tersebut dengan cara membasuh kaki mereka. Tentu ini hal yang cukup besar maknanya. Oleh sebab itu, bagi yang ingin tahu lebih jelas tentang makna, arti, serta jalannya tata ibadah Kamis Putih, berikut ini beberapa informasinya.

ads

Makna dan Arti Kamis Putih

Lebih dahulu sebaiknya kita pahami mengapa makna Kamis Putih merupakan salah satu hari yang dirayakan dalam Katolik maupun Kristen. Tentunya hal ini tak luput dari pentingnya hari tersebut untuk mengenang kasih Yesus. Adapun tertulis di dalam Alkitab sebagai berikut:

Yohanes 13:1-20 “Yesus Membasuh Kaki Murid-MuridNya”

Dalam ayat ini dikisahkan pada hari tersebut Yesus melakukan pembasuhan kaki murid-muridNya yang berarti menandakan pelayananNya yang besar terhadap semua orang tanpa membeda-bedakan. Begitu besar karya Roh Kudus dalam hal ini yang membantu mengingatkan kita akan cinta kasih dan kerendahan hati Allah tersebut sehingga patut kita jadikan contoh dalam kehidupan kita sehari-hari. Yaitu melayani sesama dengan rendah hati.

Jalannya Tata Ibadah

Jalannya tata ibadah itu sendiri pada perayaan hari Kamis Putih umumnya berjalan seperti misa biasanya. Hanya saja pada perayaan ini dilakukan pada hari Kamis dan kemudian memiliki urutan sikap-sikap liturgi yang tertentu. Berikut ini beberapa urutan ibadah pada hari tersebut.

  • Dimulai dengan perarakan yang diikuti tanda salib dan kemudian pemberian salam dari para imam gereja.
  • Kemudian dilanjutkan dengan pernyataan pertobatan para umat dan diikuti oleh lagu Tuhan Kasihanilah
  • Selanjutnya dibacakan ayat pertama oleh imam untuk kemudian berlanjut diselingi oleh mazmur
  • Kemudian dilanjutkan bait pengantar Injil oleh imam atau pengucapan Haleluya serta pembacaan Injil
  • Berikut adalah melakukan Homili dari imam yang bertugas
  • Lalu yang istimewa pada ibadah ini yaitu upacara pembasuhan kaki pada kedua belas orang yang mewakili umat oleh imam, sebagai tanda dari pembasuhan kaki yang dilakukan Yesus pada rasulNya.
  • Setelah itu beralih pada persembahan dari umat untuk gereja
  • Kemudian mengucapkan Doa Syukur Agung dengan menggunakan bel kayu, lain halnya yang digunakan pada ibadah ekaristi biasa yaitu umumnya menggunakan bel dan gong
  • Kemudian bersama-sama melakukan pengucapan makna Doa Bapa Kami
  • Lalu dilanjutkan oleh pengucapan Doa dan Salam Damai
  • Berikut dilanjutkan dengan upacara memecahkan roti kemudian persiapan umat untuk menerima tubuh dan darah Kristus melalui Komuni
  • Setelahnya maka pelaksanaan Komuni dan pengumuman
  • Setelah upacara tata ibadah selesai, maka dilakukan perarakan pemindahan Sakramen Maha Kudus
  • Terakhir, tata ibadah ditutup dengan pengutusan dari iman dan proses perarakan telah selesai

Tujuan Tata Ibadah

Dalam misa Kamis Putih ini memang yang istimewa adalah adanya pelayanan pembasuhan kaki dari imam kepada dua belas wakil umat. Tentu tata ibadah ini berbeda karena memiliki tujuan yang besar. Seperti tertulis dalam Alkitab berikut di:

Galatia 5:14 “Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”

Sponsors Link

Dimana ayat tersebut mengajarkan kasih yang besar kepada sesama yaitu dengan jalan mengasihi orang lain seperti diri kita sendiri. Oleh sebab itulah kita bisa menjadi rendah hati dalam mengasihi dan melayani orang lain yang tertuang dalam pembasuhan kaki. Yang mana hal ini berarti kita sebagai umat Tuhan siap untuk melayani sepenuhnya tanpa memandang siapa saja yang hendak kita layani. Dari situlah hendaknya umat Kristen ataupun Katolik memaknai upacara pembasuhan kaki tersebut sebagai inti dari kasih dan pelayanan yang tidak pandang bulu. Ada kalanya manusia masih memandang melayani orang yang sederajat saja. Padahal pelayanan butuh untuk memberikan kerendahan hati yang besar supaya dapat memaknai arti dari melayani itu sendiri. Melayani juga harus berdasarkan kasih, karena tanpa prinsip kasih tentang Alkitab maka sulit untuk menjadi rendah hati dan melayani sesama seutuhnya.

Oleh sebab itu dari tata ibadah Kamis Putih ini, semoga umat Katolik dan Kristen makin memahami makna pembasuhan kaki dari Tuhan Yesus sendiri serta dapat menerapkannya pada kehidupan sehari-hari untuk dapat menjadi contoh perilaku sebagai terang dan garam dunia. Dengan demikian nama Tuhan akan senantiasa dipermuliakan. Itulah beberapa informasi yang berkaitan dengan tata ibadah Kamis Putih yang dirayakan sebagai bagian dari tri hari suci menjelang perayaan Paskah. Sangat penting bagi umat Katolik untuk tidak hanya sekedar merayakan dan beribadah pada hari tersebut, tetapi juga memahami makna yang terkandung dalam ibadah yang dilakukan setiap tahunnya ini. Dengan memahami pengorbanan dan pelayanan Tuhan sendiri melalui Yesus Kristus, maka umat Katolik sejatinya lebih mengenal akan makna dari Kamis Putih ini, amin.

Sponsors Link
, , ,




Oleh :
Kategori : Perayaan Kristen