Tidak Membayar Hutang dalam Kristen: Pandangan dan Hukumnya

√ Quality Checked Pass quality & checking

Manusia hidup dengan berbagaikebutuhan dan keinginan. Meskipun kita sudah melakukan cara hiduporang Kristen yang benar pun, kita tetap akan memiliki kebutuhan dankeinginan. Namun, terkadang, kondisi keuangan kita tidak memungkinkan untukkita mendapatkan keinginan kita. Bahkan bagi beberapa orang, kebutuhan punsulit untuk didapatkan dengan kondisi keuangan yang minim. Kita sudah berusahakeras, bekerja dengan baik, tetapi keuangan kita belum cukup juga. Kita punberusaha mencari cara untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan kita.

Salah satu cara yang seringdijadikan opsi bagi banyak orang adalah dengan mencari pinjaman atau berhutang.Alkitab sendiri tidak menyarankan kita, orang Kristen, untuk berhutang. Namun,berhutang bukanlah sebuah dosa sehingga, dalam keadaan terpaksa, kitadibolehkan saja berhutang. Allah pun memberikan suatu hukum bagi seorang yangberhutang yaitu kita harus membayar hutang tersebut. Bahkan Allah pun jugamenegaskan hukumpembungaan uang dalam Kristen. Hal ini berarti bahwa tidak seharusnya kitatidak membayar hutang. Berikut beberapa pandangan dan hukum mengenai tidakmembayar hutang dalam Kristen.

  • Orangyang tidak membayar hutang adalah orang fasik

Mazmur 37:21 Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah.

Kita mungkinsering mendengar tentang orang fasik. Orang fasik biasa kita kenal sebagaiorang yang berdosa. Allah sangat tidak senang terhadap orang fasik. Adabeberapa ciri-ciriorang fasik menurut Kristen yang dijelaskan di dalam Alkitab dan kita perlumenghindarinya. Tentu saja orang fasik tidak dapat masuk ke dalam KerajaanSorga karena dosa-dosanya.

Tidakmembayar hutang dalam Kristen merupakan salah satu ciri orang fasik yangdijelaskan di dalam Alkitab. Ketika kita tidak membayar hutang, itu berartikita tidak melaksanakan tanggung jawab kita. Kita juga menjadi seperti seorangpenipu yang tidak dapat menepati janji. Jika kita tidak membayar hutang, ituberarti kita juga tidak menghargai hak orang lain. Kita menjadi seorang yangtamak dan ini merupakan ciri dari orang fasik.

  • Orang yang tidak membayar hutang tidak memiliki kasih

Roma 13:7-8 Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat. Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

Sebagai orangKristen, kita tentu tahu bahwa Allah adalah kasih. Hukum kasih dalamAlkitab menjadi hukum yang terutama di dalam kekristenan. Kita pun, sebagaipengikut Kristus, dituntut untuk terus memiliki kasih karena kita sudahterlebih dahulu dikasihi. Kasih dapat kita sampaikan kepada orang lain dalamberbagai bentuk.

Salah satubentuk kasih yang bisa kita lakukan adalah dengan membayar hutang. Paulus dalamsuratnya kepada jemaat di Roma dengan tegas mengatakan untuk membayar apa yangmemang perlu kita bayar. Dalam konteks ini, Paulus secara tersirat menegaskan bahwakita tidak boleh tidak membayar hutang dalam Kristen. Tidak berhutang bukanberarti kita tidak boleh meminjam apapun. Tidak berhutang berarti kita tidakboleh tidak mengembalikan apa yang sudah menjadi milik orang lain. Ketika kitatidak membayar hutang, itu berarti kita gagal untuk menerapkan kasih kepadasesama kita.

  • Orang yang tidak membayar hutang akan menerima akibatnya

Matius 18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.

Dalam masa pelayanannya, Yesus seringkali memberikan cerita perumpamaan. Cerita perumpamaan terus Ia sampaikan untuk memberikan pengajaran kepada kita. Bukannya sembarangan Yesus menyampaikan sebuah cerita, selalu ada makna yang dapat kita pelajari. Termasuk dalam sebuah perumpamaan tentang pengampunan.

Pada perumpamaan ini, diceritakanseorang raja memberikan pinjaman kepada seseorang. Orang tersebut diberikanhukuman, tetapi ia memohon agar diampuni. Belas kasih yang dimiliki sang rajamembuatnya melepaskan orang tersebut dari hukuman. Namun, ternyata, ketikaorang tersebut bertemu dengan kerabatnya yang berhutang, ia tidak dapatmengampuninya. Hal ini membuat sang raja marah dan kemudian menghukum orangtersebut lebih berat dari seharusnya.

Perumpamaan ini seringkalidihubungkan dengan pengampunan dosadalam Kristen. Dari perumpamaan ini kita belajar bahwa kita harusmengampuni orang lain karena Allah sudah terlebih dahulu mengampuni kita.Namun, ada hal lain yang dapat kita pelajari di sini, yaitu tentang tidakmembayar hutang dalam Kristen. Perumpamaan ini ingin mengingatkan kita bahwaketika kita tidak membayar hutang, kita harus menerima hukumannya. Ada akibat,tanggungan yang perlu kita ambil. Lepas tidaknya kita dari hukuman tersebuthanya tergantung orang yang memberikan pinjaman tersebut. Namun, sedari awalkita seharusnya sudah berusaha untuk membayar hutang yang kita miliki.

  • Orang yang tidak membayar hutang akan terus menjadi seorang hamba

Amsal 22:7 Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.

Kitamerupakan manusia yang selalu berusaha mendapatkan kebebasan. Kita tidak sukaberada di dalam paksaan, di dalam kekangan. Kita akan melakukan apapun untukmenjadi bebas. Kita lebih suka memimpin dibandingkan dipimpin oleh orang lain. Kitaberusaha mendapatkan kemerdekaan sejati sesuai yang tertulis pada ayat Alkitabtentang kemerdekaan. Oleh karena itu, kita tidak suka menjadi seoranghamba.

Namun, Alkitab berkata sesuatu yangmenghubungkan antara menjadi hamba dengan tidak membayar hutang dalam Kristen. Jikakita berhutang, kita haruslah menjadi seorang hamba bagi orang yang sudahmemberikan pinjaman kepada kita. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakansebagai menjadi seorang budak. Ketika kita tidak membayar hutang, kita akanterus menjadi hamba baginya. Kita tidak mendapatkan kebebasan yang kitainginkan.

Itulah beberapa pandangan dan hukumtentang tidak membayar hutang dalam Kristen. Sudah menjadi hukumnya bagiseorang Kristen untuk membayar hutang yang sudah menjadi tanggung jawabnya. Kitaharus belajar bertanggung jawab sesuai dengan ayat Alkitabtentang tanggung jawab. Sebagai seorang yang percaya pada Kristus, tentukita juga percaya bahwa Allah pun akan memberikan kemudahan bagi kita. Ia tidakakan pernah membiarkan kita kesulitan. Ia akan memenuhi kebutuhan kita sehinggakita tidak perlu menghindari diri untuk membayar hutang. Kiranya segalakemuliaan bagi Allah. Tuhan memberkati.

fbWhatsappTwitterLinkedIn