Sponsors Link

5 Tokoh Alkitab yang Menghormati Orang Tua Menjadi Teladan

Sponsors Link

Ada begitu banyak perintah yang Tuhan berikan di dalam Alkitab. Perintah tersebut bukan hanya sekedar aturan belaka, tetapi kita diharapkan melakukannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Setiap perintah yang ada menjadi bagian dari pertanggungjawaban kita atas hidup yang telah Allah berikan kepada kita. Salah satu perintah yang sudah kita kenal adalah Hukum Taurat. Kita tidak hanya sekedar tahu keberadaan Hukum Taurat, kebanyakan dari kita bahkan hapal mati isi sepuluh Hukum Taurat karena ajaran sejak sekolah minggu. Namun, kita tidak bisa hanya sekedar hapal. Kita perlu benar-benar mengerti apa yang Allah minta kita lakukan melalui tujuan Hukum Taurat tersebut.

ads

Salah satu perintah dalam Hukum Taurat adalah untuk menghormati orang tua. Perintah ini dijelaskan berkali-kali, tidak hanya pada Hukum Taurat. Ketika kita menghormati orang tua, kita mendapatkan berkat berlimpah. Allah tidak hanya sekedar memberikan perintah. Ia juga memberikan teladan melalui berbagai tokoh Alkitab yang kisahnya diceritakan di Alkitab. Berikut beberapa tokoh Alkitab yang menghormati orang tua.

  1. Yusuf

Kejadian 37:13 Lalu Israel berkata kepada Yusuf: “Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka.” Sahut Yusuf: “Ya bapa.”

Yusuf dikenal sebagai seorang pemimpin yang baik. Nyatanya, Yusuf ternyata merupakan seorang tokoh Alkitab yang menghormati orang tua. Dengan karakter pemimpin yang ia miliki, ia tidak merasa lebih dominan dibandingkan orang tuanya, yaitu Israel. Suatu hari Israel meminta Yusuf untuk menyusul saudara-saudaranya yang sedang menggembalakan kambing domba. Yusuf taat kepada perintah Israel dan melakukannya. Selanjutnya kita lihat bahwa Yusuf kemudian mendapat percobaan pembunuhan dari saudara-saudaranya, lalu dijual dan lain sebagainya. Jika kita menjalani kehidupan Yusuf dalam Alkitab saat itu, mungkin kita akan merasa menyesal sudah menaati perintah orang tua kita. Namun, rasa hormat Yusuf kepada Israel ternyata menjadi titik awal baginya untuk menjadi seorang pemimpin yang disegani.

Kejadian 48:12 Lalu Yusuf menarik mereka dari antara lutut ayahnya, dan ia sujud dengan mukanya sampai ke tanah.

Ketika Yusuf sudah menjadi orang nomor dua di Mesir, menjadi pemimpin yang disegani, ia tetap menjadi tokoh Alkitab yang menghormati orang tua. Ia sudah mengalami begitu banyak kekecewaan yang diberikan oleh keluarganya. Yusuf sudah begitu lama tidak bertemu dengan Israel. Selain itu, Yusuf juga sudah memiliki kekuasaannya sendiri. Namun, ketika ia bertemu kembali dengan Israel, ia tetap sujud menghormati Israel.

  1. Ishak

Kejadian 22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

Tentu kita sudah sering mendengar kisah tentang Abraham dan Ishak ini. Allah menguji iman Abraham dengan memintanya mengurbankan Ishak, anak yang ia kasihi. Setiap mendengar kisah ini, kita akan memuji dan terpukau dengan iman yang ditampilkan oleh Abraham. Tentu hal itu tepat, tidaklah salah. Namun, ada satu hal lagi yang dapat kita pelajari, yaitu ketaatan Ishak kepada Abraham. Abraham berkata ingin memberikan kurban persembahan bersama dengan Ishak, tetapi tidak membawa hewan apapun. Ishak pun sempat merasa heran dan menanyakan kejanggalan ini. Abraham hanya mengatakan bahwa Allah yang akan menyediakan. Jawaban ini bukanlah jawaban yang memuaskan. Jika kita berada di posisi Ishak saat itu, tentu ada sangat banyak hal yang tidak dapat kita mengerti. Ketika kita tidak mengerti apapun, kita bisa saja memilih untuk menolak ajakan Abraham. Namun, Ishak lebih memilih menjadi seorang tokoh Alkitab yang menghormati orang tua. Tanpa ketaatan Ishak ini, Abraham akan kesulitan menunjukkan imannya kepada Allah.

  1. Samuel

1 Samuel 2:18 Adapun Samuel menjadi pelayan di hadapan TUHAN; ia masih anak-anak, yang tubuhnya berlilitkan baju efod dari kain lenan.

Salah satu tokoh Alkitab yang menghormati orang tua sepanjang hidupnya adalah Samuel. Kita tahu bagaimana perjuangan Hana, ibu Samuel, berdoa meminta kehadiran Samuel dalam hidupnya. Hana kemudian berjanji kepada Allah untuk memberikan anaknya menjadi hamba Allah. Ketika Samuel lahir, tentu Samuel memiliki pilihan untuk tidak melakukan hal tersebut.

Sponsors Link

Namun, Alkitab tidak ada memberikan kesaksian penolakan Samuel. Sedari kecil, Samuel hormat dan taat pada permintaan Hana untuk menjadi hamba Allah. Berkat keteladanan Samuel itu, ia kemudian menjadi seorang nabi yang disegani oleh bangsa Israel. Hidupnya pun menjadi kesaksian yang memberkati bahkan hingga saat ini.

  1. Daud

1 Samuel 16:19 Kemudian Saul mengirim suruhan kepada Isai dengan pesan: “Suruhlah kepadaku anakmu Daud, yang ada pada kambing domba itu.”

Kita tentu tahu kisah tentang karakter Daud. Daud dikenal sebagai raja yang hebat, mampu mengalahkan Goliat meski terdapat perbedaan besar badan yang begitu jauh. Namun, terdapat keteladanan Daud lainnya sebagai tokoh Alkitab yang menghormati orang tua. Kita tahu bahwa setelah terdapat kekecewaan terhadap Saul, Allah menunjuk Daud menjadi raja Israel selanjutnya. Sebelum benar-benar berkuasa, Daud sudah terlebih dahulu disahkan menjadi raja. Namun, status itu tidak membuat Daud menjadi seorang yang semena-mena. Setelah disahkan pun, diceritakan bahwa Daud masih membantu ayahnya menggembalakan kambing domba.

Sponsors Link

  1. Yesus

Lukas 2:51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.

Tuhan Yesus merupakan anak tunggal Allah yang lahir sebagai manusia. Sedari kecil, Ia sadar akan status-Nya. Yesus mengerti bahwa Ia satu dengan Allah. Yesus tahu bahwa Ia memiliki kekuasaan. Meskipun Ia manusia, tetapi Ia tidak sama dengan manusia biasa. Namun, ternyata, hal itu tidak membuatnya bertindak seenaknya. Kitab Lukas mengatakan bahwa Yesus tetap hidup dalam asuhan Maria dan Yusuf. Pernyataan ini menjelaskan bahwa Yesus hidup taat dalam asuhan kedua orang tuanya. Ia tidak menjadi seorang yang pemberontak dan hidup sesukanya.

Itulah beberapa tokoh Alkitab yang menghormati orang tua. Kisah tokoh-tokoh ini menunjukkan bahwa rasa hormat terhadap orang tua membawa kita kepada kehidupan yang lebih baik. Ketika kita mampu bersikap hormat pada orang tua, kita terlatih untuk menjadi pemimpin yang baik. Kita juga diajarkan bahwa apapun kekuasaan yang kita miliki, setinggi apapun status kita, kita tetap harus taat pada orang tua. Kita mungkin sering tidak mengerti akan apa yang diharapkan oleh orang tua kita. Namun, kita perlu memiliki rasa percaya bahwa orang tua tentu menginginkan yang terbaik bagi kita. Tidak hanya anak, orang tua pun tetap perlu hormat baik kepada anak maupun kepada orang yang juga lebih tua seperti yang dikatakan ayat Alkitab untuk orang tua. Kiranya segala kemuliaan bagi nama Allah. Tuhan memberkati.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Kristen