7 Tradisi Natal Paling Unik di Dunia

Tidak hanya di Indonesia, semua orang di berbagai belahan dunia juga menjadikan Natal sebagai hari yang sangat spesial setiap tahunnya. Terlepas dari perayaan Natal yang dilakukan dengan ibadah di gereja, di negara lain, terutama negara Barat, hampir semua masyarakatnya merayakan Natal. Mulai dari makan malam bersama, pembagian hadiah Natal kepada sahabat dan keluarga, hingga kebiasaan-kebiasaan lainnya. (Baca juga: Tips Memberikan Hadiah untuk Sahabat)

Berikut ini adalah 7 negara di dunia yang memiliki cara perayaan Natal paling unik.

  • AUSTRALIA

Berbeda dengan negara beriklim sub-tropis lainnya yang identik dengan salju saat Natal, bulan Desember di Australia sama sekali tidak turun salju. Hal itu membuat perayaan Natal di Australia terkesan lebih berbeda dengan negara-negara Barat lain. Perayaan Natal di negara kangguru ini lebih banyak dilakukan di kolam berenang, pantai, hingga pusat perbelanjaan. Berbagai lomba juga diadakan di area terbuka di mana orang-orang juga akan mengunjungi keluarga, kerabat, sahabat, dan teman-teman lainnya untuk makan bersama.

  • POLANDIA

Polandia memiliki tradisi makan malam yang cukup unik bahkan mirip dengan lebaran di Indonesia. Masyarakat yang merayakan Natal akan pulang ke kampung halaman masing-masing untuk berkumpul bersama keluarga. Tidak heran kalau berkunjung ke Polandia di moment Natal, pusat kota di negara ini akan terlihat sepi.

Tradisi makan bersama keluarga ini disebut dengan tradisi Wigilia. Pada saat melakukan tradisi ini, jamuan makan malam dilakukan di meja yang hanya diterangi sebuah lilin, dengan taplak berwarna putih. Mereka juga akan menaruh jerami di bawah taplak meja sebagai simbol tempat kelahiran Yesus. Satu kursi kosong pun disiapkan sebagai persiapan apabila kedatangan tamu mendadak yang mencari makan atau tempat menginap. Hal ini dilakukan agar tidak ada orang yang merayakan malam Natal sendirian di Polandia.

  • KANADA

Kanada juga memiliki tradisi Natal yang sangat unik karena hampir menyerupai pesta Halloween. Tentu perayaannya tidak seseram pesta Halloween pada umumnya. Masyarakat hanya akan mengenakan sejumlah topeng kain tanpa polesan cat. Dengan topeng ini, mereka saling berkunjung ke rumah tetangga, dan jika wajah si pemakai topeng dapat ditebak oleh orang lain, merekalah yang akan mentraktir makan dan minum sepuasnya. Tradisi ini disebut dengan Mummering.

  • SWEDIA

Pada tahun 1966, penduduk kota Gavle di Swedia pernah membuat patung seekor kambing jantan setinggi 13 meter yang terbuat dari jerami, yang diletakkan di alun-alun kota. (Baca juga : Larangan dan Hukuman Menyembah Patung di Ajaran Kristen) Anehnya, setiap tengah malam Natal, selalu ada orang yang mencoba membakar patung kambing tersebut. Namun meskipun hal itu sering terjadi, warga kota tetap membuat ulang patung kambing setiap tahunnya sehingga menjadi salah satu tradisi Natal di Swedia. Sejauh ini katanya patung kambing yang habis terbakar sudah mencapai 27 kali.

  • SPANYOL

Tradisi Natal di negara Spanyol yang cukup unik adalah kehadiran ‘Caga Tio’. Dalam bahasa Spanyol sendiri ‘Caga Tio’ berarti kotoran dari batang pohon. Namun di tradisi Natal ‘Caga Tio’ adalah nama yang diberikan pada sepotong kayu berwajah senyum dengan topi merah yang menghadirkan tawa serta kegembiraan pada anak-anak Catalonian. Batang pohon ini juga disukai anak-anak karena ada banyak hadiah yang tersimpan di dalamnya.

Anak-anak harus merawat ‘Caga Tio’ sejak tanggal 8 Desember hingga malam Natal tiba. Mereka akan memberi ‘Caga Tio’ selimut, bahkan memberi mereka makan kulit jeruk setiap makan. Mereka percaya bahwa semakin ‘Caga Tio’ itu terawat maka semakin banyak pula hadiah yang akan mereka terima saat Natal.

  • IRLANDIA

Penduduk Irlandia merayakan Natal dengan tradisi penyalaan lilin dan memberi makanan cemilan kepada Santa Claus. Penyalaan lilin sendiri merupakan tradisi yang wajar dilakukan di hari Natal, termasuk di Indonesia. Setiap ibadah Natal di gereja pasti akan menyelipkan acara penyalaan lilin yang diiringi dengan lagu Malam Kudus.

Namun bedanya, penyalaan lilin di Irlandia hanya boleh dilakukan oleh anak kecil dan lilin tersebut diletakkan di jendela. Penduduk Irlandia juga akan menyiapkan makanan cemilan berupa pie daging cincang dan minuman untuk Santa Claus.

  • FINLANDIA

Di Finlandia, acara Natal dirayakan pada hari St. Lucia, yaitu tanggal 13 Desember. Pada tanggal ini, gadis sulung dari setiap keluarga harus mengenakan jubah putih dan mahkota lilin lalu melayani keluarganya dengan roti, kue, kopi, dan anggur. Lalu di malam Natal, penduduk Finlandia akan mengunjungi sauna untuk bersantai, dan berziarah ke pemakaman orang-orang terdekat.

Makan siang pada saat Natal dilakukan dengan menyantap bubur yang terdapat almond di dalamnya. Mereka yang menemukan almond tersebut dipercaya akan mendapatkan keberuntungan di sisa tahun.

Itu dia 7 perayaan Natal yang unik dari beberapa negara di dunia. Indonesia sendiri juga memiliki tradisi-tradisi Natal unik yang mungkin belum kalian ketahui. Mungkin ada beberapa tradisi yang terkesan aneh dan tidak sesuai dengan ajaran Firman Tuhan. Tetapi itu kembali lagi ke bagaimana cara kita menyikapi kebudayaan yang sesuai dengan iman Kristen kita. Jika bertentangan, maka tradisi tersebut jangan kita lakukan. Jika kebudayaan tersebut sesuai dengan ajaran Kristen, tidak ada salahnya untuk dicoba. Siapa tahu hari Natal kita akan lebih berbeda dari Natal di tahun sebelumnya.