7 Tradisi Natal Unik di Indonesia

√ Quality Checked Pass quality & checking

Natal menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Kristiani di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Selain sebagai perayaan sukacita menyambut Sang Juruselamat, hari Natal juga menjadi moment berbagi kebahagiaan dengan keluarga, teman-teman, dan saudara-saudara seiman. Meskipun terdapat beberapa perbedaan perayaan Natal di gereja Katolik dan Protestan, tetapi secara umum masyarakat yang mengisi moment Natal dengan memasang pohon Natal, berkumpul bersama keluarga ataupun teman untuk membuat pesta kecil-kecilan, atau berkunjung ke rumah orang lain.

Di beberapa daerah di Indonesia, ada beberapa suku dan kebudayaan yang punya cara unik saat merayakan Natal. Berikut adalah tujuh tradisi Natal unik yang ada di Indonesia:

1. Kunci Taon di Manado

Manado menjadi salah satu kota di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Kristen. Umat Kristiani Manado sudah mulai melakukan ibadah pra-Natal mulai dari tanggal 1 Desember. Mereka juga akan melakukan ziarah ke kuburan para kerabat dan makan bersama di sana. Jika Anda berkunjung ke Manado pada bulan Desember, mungkin Anda bisa melihat hiasan-hiasan lampu yang dipasang di sekitar kuburan. Puncak dari perayaan Natal suku Manado sendiri disebut dengan Kunci Taon, yang diadakan setiap minggu pertama bulan Januari. Di tradisi Kunci Taon ini, warga akan melakukan pawai dengan berbagai kostum unik seperti kostum Santa Claus.

Baca juga: Benarkah Orang Kristen Tidak Perlu Merayakan Natal?9 Makna Hari Natal bagi Orang Kristen

2. Marbinda oleh Suku Batak

Suku lain yang terkenal dengan penduduk bermayoritas Kristen adalah Batak. Suku Batak juga punya tradisi Natal yang unik, yang dinamakan Marbinda. Tradisi Marbinda dilakukan dengan menyembelih hewan bersama-sama. Warga akan melakukan kesepakatan dan menabung bersama untuk membeli hewan ternak seperti sapi, dan melakukan ‘marhobas’ yang berarti memotong dan membagikan hewan tersebut.

3. Meriam Bambu di Flores

Petasan merupakan salah satu hal yang selalu memeriahkan hari-hari besar di Indonesia seperti lebaran, Imlek, tahun baru, dan juga Natal. Di Flores, warga membuat meriam bambu yang akan menghasilkan dentuman mirip dengan petasan. Masyarakat Manggarai dan Flores menjadikan suara dentuman meriam bambu sebagai ungkapan kegembiraan mereka atas kelahiran Yesus Kristus.

4. Rabo-Rabo di Jakarta

Warga Kampung Tugu di kawasan Cilincing memiliki salah satu tradisi Natal yang mungkin tidak asing di telinga kita. Saat Natal tiba, kampung keturunan bangsa Portugal ini akan lebih dulu mengunjungi gereja-gereja untuk melakukan tradisi Rabo-Rabo. Tradisi Rabo-Rabo ini mirip dengan tradisi silahturahmih yang biasanya dilakukan umat Muslim saat lebaran. Para warga kampung akan mengunjungi warga lain di hari Natal. Mungkin terdengar sama dengan kebudayaan umat Kristen di daerah lain, tapi yang membedakannya adalah Rabo-Rabo dilakukan dengan diiringi musik serta tarian bersama.

5. Ngejot dan Penjor di Bali

Bali memang identik dengan pulau yang mayoritas penduduknya beragam Hindu. Tapi ternyata warga yang merayakan Natal di Bali juga memiliki tradisi unik, yaitu Ngejot dan Penjor. Ngejot adalah tradisi memberikan bingkisan yang berisi makanan khas Bali. Tradisi ini cukup mirip dengan yang dilakukan oleh umat Hindu saat Galungan. Sedangkan Penjor sendiri adalah tradisi memasang janur kuning di depan rumah atau gereja sebagai tanda bahwa mereka merayakan Natal.

6. Lovely Desember di Toraja

Tradisi Natal di Toraja sebenarnya hampir mirip dengan Manado, di mana masyarakat Toraja sudah mempersiapkan Natal sejak tanggal 1 Desember. Mereka akan mengadakan sebuah festival budaya dan pariwisata yang disebut Lovely Desember. Tradisi ini cukup terkenal dan menarik perhatian para turis. Jika mereka berkunjung ke Toraja di bulan Desember, mereka akan melihat pertunjukan seni, karnaval, supacara tradisional, pameran, hingga wisata kuliner yang menjadi bagian dari Lovely Desember.

7. Bakar Batu di Papua

Papua juga merupakan kota di Indonesia yang mayoritaspenduduknya beragama Kristen. Di Papua, terdapat tradisi membakar batu atau ‘BakarBatu’, di mana para warga Papua akan bersama-sama memasak menggunakan batu yangdibakar. Makanan seperti daging, ikan, ayam, atau sayur dikumpulkan bersamadengan kayu bakar yang kemudian ditutup dengan batu. Kayu yang dibakar itu punakan membuat makanan menjadi matang. Makanan yang sudah jadi akan disajikan diatas daun untuk disantap bersama keluarga dan warga setempat.

Itu dia tujuh tradisi Natal unik yang ada di Indonesia. Di daerah kalian sendiri, apakah ada tradisi unik yang biasa dilakukan untuk menyambut Natal?

Baca juga : Makna Hari Natal Bagi Orang Kristen

fbWhatsappTwitterLinkedIn