Keunikan Tradisi Natal di Inggris

Negara Inggris terkenal dengan salah satu julukannya sebagai The Land of Hope and Glory. Tidak heran jika lebih dari setengah penduduk negara Inggris beragama Kristen. Terletak di daratan Eropa yang beriklim sub-tropis otomatis Natal di negara ini dirayakan di musim dingin atau musim salju. Suasana Natalnya sendiri dapat kita lihat dari beberapa film Natal seperti Last Christmas, Carol, dan lainnya. Dari gambaran di film-film tersebut saja kita bisa membayangkan seperti apa meriahnya suasana Natal di Inggris. Lalu adakah tradisi-tradisi Natal tertentu yang mungkin tidak ada di negara lain?

(Baca juga : Tradisi Natal Unik di Dunia)

Keluarga Kerajaan Inggris sendiri memiliki tradisi Natal yang harus dilakukan setiap tahunnya. Di malam Natal, setelah minum teh bersama, seluruh anggota keluarga kerajaan akan melakukan tukar kado dan membuka hadiah yang mereka dapatkan. Tradisi ini katanya meniru tradisi di negara Jerman. Tukar kado yang dilakukan pun tidak seserius yang ada di bayangan kita. Meskipun mereka adalah keluarga kerajaan, salah satu mantan karyawan rumah tangga di sana pernah mengatakan bahwa para anggota akan memberi kado Natal yang lucu dan mengundang tawa. Contohnya, pada tahun 2013 Pangeran Harry pernah memberikan topi mandi kepada neneknya dengan lelucon yang membuat seisi keluarga tertawa.

Pada tanggal 25 Desember, keluarga kerajaan biasanya menghadiri misa Natal di gereja St. Mary Magdalene di Sandrigham. Gereja ini sendiri telah berdiri sejak abad ke-16. (Baca juga : Perbedaan Bangunan Gereja Katolik dan Protestan) Kehadiran mereka sendiri bisa disaksikan oleh penduduk Sandrigham yang biasanya datang lebih awal agar bisa melihat mereka. Tradisi lain yang dilakukan keluarga kerajaan adalah Boxing Day, di mana mereka akan menembak burung pegar di perkebunan Sandringham. Lalu ada juga acara makan siang dan pesta bersama yang dilengkapi dengan hidangan-hidangan mewah khusus anggota keluarga kerajaan.

Perayaan Natal yang dilakukan penduduk Inggris sendiri tidak kalah seru dengan yang dilakukan oleh keluarga kerajaan. Jika di Indonesia, Natal hanya dirayakan secara religius oleh umat Kristiani, di Inggris, sebagian besar penduduk kurang memperhatikan nilai-nilai religius. Bahkan mereka tidak mempermasalahkan jika tradisi tersebut bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan. Namun karena semua orang bisa merayakan Natal, tidak heran suasananya akan terkesan lebih meriah dari Indonesia.

Sama seperti negara-negara lain, penduduk Inggris juga merayakan Natal dengan berkumpul bersama anggota keluarga. Mereka akan menghias rumah mereka dengan pohon Natal, tumbuhan holly, ivy, mistletoe, dan tentu saja lampu-lampu hias. (Baca juga : Sejarah Pohon Natal )Di jalanan, penduduk juga memasang banyak sekali lampu hias dengan berbagai bentuk yang membuat suasana jalanan menjadi sangat terang dan indah.

Bagaimana dengan Santa Claus? Tentu saja ada. Bahkan penduduk Inggris menyebut Santa Claus sebagai Father Chrismas atau Bapak Natal. Tradisi unik yang masih dilakukan hingga sekarang adalah anak-anak di Inggris selalu percaya dengan eksistensi Santa Claus. Mereka selalu menulis list hadiah yang ingin mereka dapatkan lalu membuangnya ke perapian rumah. Mereka percaya bahwa Santa Claus bisa membaca permintaan mereka tersebut dengan melihat asap yang keluar melalui cerobong asap rumah mereka.

Penduduk Inggris juga memiliki makanan khas Natal yang selalu ada setiap tahunnya, yaitu Trifle. Lalu puding, minci pie, dan cokelat juga wajib ada di hari Natal. Untuk hidangan utama sendiri biasanya mereka akan menyiapkan ayam kalkun panggang, sayuran panggang, bacon, sosis, dan roti. (Baca juga: Kata Alkitab tentang Makanan Haram dan Halal)

Di negara bagian utara, ada sebuah lagu Natal yang sangat terkenal di kalangan masyarakat yaitu “The Sheffield Carols”. Lagu ini selalu dinyanyikan para penduduk untuk memeriahkan Natal. Bahkan bar-bar yang ada di Inggris pun wajib memutar dan menyanyikan langsung lagu ini.

Meskipun suasana Natal di Inggris bertepatan dengan musim dingin, ternyata jarang sekali turun salju saat Natal. Makanya muncul istilah White Christmas, yaitu fenomena turunnya salju selama 24 jam tepat di hari Natal. Sayangnya fenomena ini hanya akan terjadi empat sampai lima tahun sekali di Inggris. Bahkan dalam sepuluh tahun, mungkin White Christmas hanya akan terjadi satu kali.  

Terakhir, adalah Boxing Day. Berbeda dengan Boxing Day yang dilakukan keluarga kerajaan Inggris, Boxing Day bagi penduduk Inggris berarti hari diskon besar-besaran. Hari ini jatuh setiap tanggal 26 Desember dan perayaannya mirip dengan Black Friday di Amerika. Orang-orang akan mengumpulkan hadiah untuk membagi-bagikannya kepada mereka yang dianggap telah melakukan hal baik, fakir miskin, atau  dari atasan kepada bawahan-bawahannya.