Tujuan Perayaan Natal yang Sesunggguhnya Bagi Orang Kristen

Desember menjadi bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang karena merupakan ujung dari satu tahun yang telah dilewati. Bagi orang Kristen, Desember tidak hanya sebagai ujung tahun tetapi juga bulan istimewa karena mereka akan merayakan hari kelahiran Yesus Kristus, yaitu hari Natal.

Alkitab sendiri memang tidak spesifik mencatat bahwa Yesus lahir tepat di tanggal 25 Desember. Jika melihat beberapa sejarah yang menafsirkan mengapa Natal jatuh pada tanggal 25 Desember, ada yang bisa jadi benar dan ada yang tidak. Tidak sedikit juga orang-orang memperdebatkan kebenaran itu hingga ada pula gereja-gereja yang tidak merayakan Natal.

Tapi jika disadari, hal penting dari hari Natal bukanlah tanggal 25 Desember itu. Kelahiran Yesus tidak hanya dirayakan setiap tanggal 25 Desember, tetapi harus diingat dan disyukuri setiap hari. Tanggal 25 Desember hanyalah kesempatan bagi kita sebagai orang Kristen untuk membuat perayaan istimewa yang berbeda dari hari-hari biasanya. Makna dan tujuan dari perayaan Natal sendiri wajib berkesinambungan dengan kebenaran firman Tuhan.

Lalu sebenarnya apa saja tujuan umat Kristiani merayakan hari Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember?

  • Merayakan Betapa Besarnya Kasih Allah Kepada Manusia

Lukas 2:10-14 menuliskan bagaimana malaikat memberitahu para gembala tentang kelahiran Tuhan Yesus. Mereka menyebut ‘kesukaan besar untuk seluruh bangsa’. Kesukaan besar berarti sukacita akan sesuatu yang istimewa, yaitu kelahiran Yesus Kristus. Yesus Kristus lahir ke dunia sebagai wujud kasih Allah kepada manusia. Allah menggenapi janji-Nya untuk mendatangkan Juruselamat yang bisa menyelamatkan manusia dari hukuman maut. Maka dari itu sudah seharusnya manusia bersyukur dan bersukacita akan hadiah dari Allah tersebut. Salah satu wujud sukacitanya adalah perayaan Natal. 

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya pada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal…”

Yohanes 3:16
  • Sebagai Perayaan Sukacita Bersama Saudara-Saudara Seiman

Hari Natal identik dengan sukacita dan kebahagiaan di antara umat Kristen di seluruh dunia. Lalu apakah mereka merayakannya sendirian? Tentu tidak. Natal akan menjadi lebih sempurna jika dirayakan bersama saudara-saudara seiman, yang biasa kita temukan di gereja.

Setiap gereja pasti punya cara bagaimana mereka akan merayakan Natal di tempat masing-masing. Para jemaat bernyanyi bersama, menari, makan, berbagi hadiah, dan melakukan segala sesuatu dengan penuh sukacita. Apa dasar dari rasa sukacita itu? Tentu saja karena telah hadir Sang Juruselamat yang menjadi tokoh utama dari perayaan Natal.

  • Moment Berbagi Kepada Sesama

Salah satu hal yang identik dilakukan di hari Natal adalah pemberian hadiah. Bisa jadi hadiah untuk keluarga, hadiah untuk sahabat, bahkan hadiah untuk anak. Berbagi karena hal itu merupakan salah satu perintah Tuhan Yesus. Berbagi sebagai wujud kita peduli dan kita mengasihi orang tersebut. Allah sudah lebih dulu memberi hadiah terbesar kepada kita, yaitu kelahiran Yesus Kristus, maka tidak ada salahnya jika Natal dirayakan dengan berbagi kepada sesama.

  • Waktu untuk Intropeksi Diri dan Membuat Komitmen yang Baru

Karena Natal jatuh di penghujung tahun, moment Natal sering dijadikan sebagai waktu untuk umat Kristen melihat kembali seperti apa hidup mereka selama satu tahun terakhir. Apakah hidup kita sudah memuliakan Allah? Apakah hidup kita sudah menunjukkan kalau kita menghargai kelahiran Yesus Kristus? Jika belum, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk mengintropeksi diri dan memohon ampun kepada Tuhan. Ingat terus akan kasih Allah yang besar kepada kita, yang telah memelihara kita selama satu tahun sampai kita bisa seperti saat ini.

Natal juga menjadi kesempatan bagi umat Kristen untuk membuat komitmen yang baru. Tahun yang baru akan datang, tidak ada salahnya jika orang-orang membuat wishlist dan meminta Tuhan untuk tetap menuntun mereka mengawali tahun yang akan datang.

  • Moment Berkumpul Bersama Keluarga

Keluarga adalah komunitas pertama sekaligus komunitas abadi yang akan terus berada di sisi manusia sampai mereka meninggal. Manusia lahir di sebuah keluarga, dan akan menciptakan sebuah keluarga. Hal ini menunjukkan seberapa pentingnya keluarga bagi manusia.

Sayangnya waktu bersama keluarga mungkin tidak bisa dilakukan karena aktifitas sehari-hari yang padat. Sekolah, kuliah, dan bekerja. Hal-hal itu menyita waktu orang-orang sehingga waktu kumpul keluarga pun berkurang. Maka dari itu hari Natal menjadi salah satu moment berharga yang harus diberikan kepada keluarga.

  • Mengingatkan Kita Akan Amanat Agung Tuhan Yesus

Tuhan Yesus memerintahkan kita sebagai pengikut-Nya untuk memberitakan Injil dan mengabarkan kabar keselamatan bagi orang-orang yang belum percaya.

Tuhan Yesus ingin semua manusia selamat dari hukuman maut. Makanya Yesus memilih 12 murid-murid-Nya sebagai rasul pertama-Nya.. Ibarat tongkat estafet yang harus dioper ke sesama tim hingga garis finish, demikian pula tugas pengabaran Injil itu bagi orang-orang percaya. Yesus adalah pribadi pertama yang menjalankan tongkat estafet tersebut. Setelah Yesus mati, kedua belas murid itu melanjutkan tongkat estafet Yesus dengan mengabarkan Injil dan mencari murid-murid lain Tongkat estafet itu terus turun temurun hingga ke kita saat ini. Lalu apakah tongkat tersebut kita oper ke orang lain atau justru berhenti di kita?

Natal menjadi salah satu sarana untuk mengabarkan Injil kepada orang-orang yang belum percaya. Hal termudah adalah memulainya dari anggota keluarga kita. Ajak mereka mengikuti acara Natal di gereja. Tidak masalah jika kita iming-imingkan dengan hadiah besar atau keseruan lainnya yang membuat mereka penasaran. Tetapi setidaknya kita telah membawa jiwa untuk mendengarkan kabar baik.

Itu dia tujuan-tujuan dari perayaan Natal. Natal bukan untuk berpesta pora atau bersenang-senang. Tujuan terpenting Natal adalah untuk memuliakan Allah. Mari kita persiapkan Natal kita dengan baik. Lihat kembali apakah rencana kegiatan Natal kita sudah sesuai dengan yang Allah inginkan atau justru malah melenceng jauh dari kebenaran firman-Nya.