4 Aliran Sesat dalam Agama Kristen di Indonesia

Aliran sesat sebetulnya ada dalam setiap agama di dunia, termasuk agama Kristen. Aliran sesat (sering disebut bid’ah atau bidat) dalam suatu agama sudah ada sejak agama tersebut berdiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, aliran sesat atau bid’ah adalah “ajaran yang menyalahi ajaran yang benar”, artinya menyimpang dari ajaran resmi suatu agama. Aliran sesat dalam Kristen pastinya sudah banyak bermunculan sejak agama Kristen mulai ada, pada awal abad pertama Masehi. Seiring perjalanan waktu, aliran sesat ini semakin modern, berkembang ke seluruh penjuru dunia, bahkan memiliki hierarki sendiri dan Alkitab sendiri, dan penyebarannya didanai oleh hierarki pusat mereka.

Seiring bertambah besarnya dan bertambah mudahnya jalur transportasi dan sistem komunikasi, aliran-aliran sesat tersebut pun masuk ke Indonesia. Mereka bahkan memiliki “gereja” sendiri, terkadang berukuran besar layaknya gereja pada umumnya. Karena sekilas tampak seperti ajaran Kristen pada umumnya, aliran-aliran sesat ini mudah untuk mendapatkan jemaat baru sehingga penyebarannya pun semakin cepat. Apa saja aliran sesat dalam agama Kristen? Disini saya coba merangkum 5 aliran sesat tersebut, sebagai berikut:

1. Saksi Yehuwa

Saksi Yehuwa didirikan di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19, tepatnya tahun 1870, dibawah pimpinan Charles Taze Russell. Markasnya berada di New York. Pada tahun 2007, SY memiliki 6,9 juta anggota yang aktif dalam 235 negara di dunia, termasuk 1 juta di Amerika Serikat dan 130 ribu di Inggris. Para anggota menamakan diri mereka “saksi”, bukan jemaat / umat. Tempat ibadah disebut “balai kerajaan”, bukan gereja. Paling terkenal dengan sistem pewartaan dari rumah ke rumah (door to door), menyebarkan majalah rohani (Sedarlah! dan Menara Pengawal). Pewartaan ini bertujuan untuk menarik anggota baru, “memasukkan jiwa ke dalam kebenaran”. Setiap anggota SY wajib melakukan pewartaan dan memiliki target masing-masing untuk merekrut aggota baru.

Mengakui kalau mereka Kristen, tetapi tidak mengakui Allah Tritunggal. Menurut mereka, Roh Kudus dan Yesus bukanlah pribadi yang sama. SY juga menuduh gereja-gereja Kristen tradisional lainnya (terutama Katolik dan Protestan) telah berpaling dari ajaran Alkitab, dan tidak sejalan dengan Tuhan. Para anggota SY merasa dirinya lebih tinggi dari penganut agama lainnya. Mereka menolak nilai-nilai sekuler dunia, termasuk politik (sering golput), militer (tidak mau ikut wajib militer), tidak mau memberi hormat kepada bendera, dll. Menerbitkan Alkitab tersendiri, sesuai dengan “standar” yang mereka akui sendiri. Tidak merayakan Natal dan Paskah, karena menurut mereka perayaan-perayaan tersebut diambil dari tradisi penyembah berhala. Mereka mengklaim bahwa Yesus tidak menyuruh pengikutNya untuk merayakan hari kelahiranNya. Sering meramalkan datangnya kiamat, tetapi tidak ada satupun yang terbukti.

2. Mormon

Didirikan pada abad ke-19 oleh Joseph Smith (1805-1844) di Amerika Serikat, kemudian dikembangkan oleh Bringham Young yang bermigrasi bersama-sama anggota Mormon lainnya ke Salt Lake City tahun 1847. Anggotanya mencapai 13,5 juta orang di seluruh dunia (tahun 2008). Gerejanya disebut Gereja Orang-orang Kudus pada Akhir Zaman atau Gereja Yesus Kristus. Mormon meyakini gereja mereka adalah restorasi gereja yang sebenarnya yang didirikan Yesus, dan gereja-gereja Kristen lainnya telah menyimpang. Menurut mereka, Tuhan memiliki bentuk daging (manusia), menikah, dan dapat memiliki anak. Mereka juga percaya bahwa manusia dapat menjadi tuhan-tuhan lainnya setelah kematian.

Ajaran Mormon berfokus pada nilai-nilai aliran sesat dalam agama Kristen dalam kehidupan keluarga tradisional. Melarang aborsi, homoseksualitas, hubungan seksual di luar pernikahan, pornografi, judi, tembakau, konsumsi alkohol, the, kopi, dan penggunaan obat-obat terlarang. Ada pendapat bahwa gereja Mormon mendukung poligami. Hal ini benar, tetapi prakteknya sudah dihentikan sejak 1 abad yang lalu, dan gereja Mormon mengucilkan jemaatnya yang mempraktekkan poligami. Sering menerbitkan nubuat palsu tentang akhir zaman dan antikristus. Sama seperti nubuat palsu pada umumnya, tidak ada satupun nubuat tersebut yang pernah terjadi.

3. Children of God


Didirikan tahun 1969 oleh David “Moses” Berg di South California, Amerika Serikat. Disebut juga “Family of Love”. Percaya bahwa seseorang dapat diselamatkan dan masuk ke surga jika dia bertobat dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tetapi berbeda dengan ajaran Kristen pada umumnya, Children of God (COG) percaya bahwa semua orang akan diselamatkan dan hidup di surga. Menentang ajaran Keselamatan yang terdapat di Alkitab. Mereka tidak mempercayai bahwa orang-orang yang tidak diselamatkan akan disiksa selamanya dalam lautan api setelah kematian. Menurut mereka, mereka “kembali ke akar gereja Kristen yang sesungguhnya”. Gereja-gereja Kristen yang lain sudah menyimpang. Mengutuk “Sistem Bermasyarakat”, termasuk pemerintah, militer, BUMN dan semua lapisan masyarakat. Mereka menganggap Sistem Bermasyarakat itu jahat, dan beberapa anggapan lainnya sebagai berikut:

  • Mendasarkan kepercayaannya pada tafsiran Alkitab sendiri. Sumber kedua adalah tulisan-tulisan pendiri mereka, David Berg.
  • Mengajak seluruh anggotanya meninggalkan keluarga mereka secara total dan berkelana bersama David Berg, sama seperti para rasul yang mengikuti Yesus.
  • Menganggap kenikmatan seks, mulai dari masturbasi sampai koitus sebagai anugerah dari Tuhan. Seks adalah aktivitas yang harus dinikmati secara keseluruhan sebagai tujuan hidup utama seseorang.
  • Baik anggota pria dan wanita didukung untuk masturbasi sambil membayangkan aktivitas seksual bersama Yesus. Mereka menganggap seks bebas tanpa paksaan sebagai anugerah dari Tuhan.
  • Mendukung hedonisme dan homoseksual (hanya lesbianisme).
  • Mendukung anggotanya untuk melakukan aktivitas seksual untuk menarik anggota baru. Para anggota diperbolehkan menggoda lawan jenis atau sesama jenis di bar atau pub.

Mempercayai bahwa Yesus berhubungan seks dengan Martha dan Maria. Mempercayai bahwa malaikat Gabriel berhubungan seks dengan Maria saat menyampaikan Kabar Baik. Mempercayai bahwa Roh Kudus berjenis kelamin wanita, dan menyebut Roh Kudus sebagai “Dream Queen” (Ratu Mimpi) atau “Holy Queen of Love” (Ratu Cinta yang Kudus). Mendukung dan mempraktekkan poligami. David Berg sendiri memiliki setidaknya 2 istri. Mempercayai bahwa seseorang bisa saja mendapat pengaruh buruk dari roh-roh orang mati. Pelepasan kadang-kadang dilakukan untuk mengusir roh-roh jahat tersebut. Mereka juga melakukan komunikasi dengan roh-roh orang mati. David Berg, petinggi utama, sering bernubuat palsu, misalnya tentang adanya gelombang besar yang melanda Huttington Beach tahun 1969 (sejenis tsunami). Tidak ada satupun dari nubuat tersebut yang terjadi. Dia bahkan mengklaim dirinya sebagai nabi terakhir.

4. Christian Science

Disebut juga Eddysm. Didirikan oleh Mary Eddy pada tahun 1879 setelah Mary menemukan buku “Ilmu Penyembuhan Metafisik”. Aliran ini sebetulnya tidak ada akar Kristen-nya sama sekali. Mary hanya menggabungkan aliran mistisisme timur (misalnya Hinduisme) dan pantheisme (semua benda adalah tuhan, baik konkret maupun abstrak) untuk menyembuhkan penyakit. Pemikiran Mary tersebut dituangkan dalam buku Science and Health. Memiliki kitab suci sendiri, Science and Health (Ilmu dan Kesehatan) yang ditulis sendiri oleh Mary Eddy. Menurut Mary Eddy, dia tiba-tiba mendapat wahyu untuk menulis buku tersebut.

Christian Science mengklaim dirinya sebagai gereja Kristen, menyanyikan lagu-lagu rohani, dan membaca Alkitab. Tetapi, mereka membaca Alkitab hanya yang sesuai dengan isi buku Science and Health. Jika mereka menemukan sesuatu di buku Science and Health tetapi bertentangan dengan Alkitab, maka mereka akan mengikuti isi buku Science and Health. Tidak mempercayai adanya dosa. Dosa hanyalah ilusi belaka. Tidak mempercayai adanya penyakit, penyakit juga hanya ilusi, yang di sadari sebagai berikut:

  • Mempercayai bahwa orang sakit harus diyakinkan bahwa dia tidak sakit, dia akan sehat kembali, karena penyakit hanyalah ilusi dan tidak benar-benar nyata.
  • Tidak ada kematian, seseorang menjadi tua an mati karena memang sudah begitu seharusnya. Hal ini diambil dari fakta bahwa mereka percaya kalau seluruh dunia ini adalah ilusi.
  • Tuhan mereka bukanlah Allah yang Esa seperti dalam Alkitab. Semuanya adalah tuhan dan tuhan itu baik. Karena itu, tidak ada dosa, penyakit atau kematian karena semuanya adalah tuhan dan tuhan itu baik. Dunia secara keseluruhan adalah palsu – sebuah ilusi.

Mengklaim bahwa ada penyembuhan dari Christian Science. Metode penyembuhannya adalah menyangkal penyakit itu sendiri, misalnya “Saya tidak sakit. Saya tidak menderita kanker.” Ini bukan doa, tapi hanya berbicara dengan suara keras pada diri sendiri. Faktanya, Christian Science mengatakan bahwa doa kepada Allah yang Esa adalah suatu rintangan. Percaya bahwa perempuan bisa hamil karena upaya tertinggi dari pikiran mereka, pria tidak dibutuhkan untuk memberi keturunan. Manusia tidak diciptakan dari debu dan tanah seperti pada Kejadian 2, karena benda tidaklah nyata – karena itu, Mary Eddy menyebut Kejadian 2 “bohong”. Para pengikutnya lebih mempercayai kata-kata Mary daripada Alkitab.


Yesus bukanlah Tuhan. Yesus adalah konsep tertinggi buatan manusia tentang Manusia Sempurna, tetapi tidak perlu disembah. Mempercayai bahwa Yesus tidak pernah dicobai Iblis. Mary mengatakan, “Yesus dicobai oleh keyakinan yang salah dalam pikiranNya.” Yesus tidak mati, karena kematian itu tidak ada. Yesus hanya berpikir bahwa diriNya mati. Darah Yesus tidak memiliki nilai apapun, dan karena dosa hanyalah ilusi, manusia tidak pernah melakukan kesalahan. Percaya bahwa Keselamatan adalah pembebasan dari khayalan dan jalan masuk ke dalam Christian Science.

Itulah 4 jenis aliran sesat dalam agama Kristen. Keempat aliran tersebut memiliki kesamaan, yaitu menganggap gereja-gereja Kristen lainnya menyimpang (padahal justru merekalah yang menyimpang) dan sering bernubuat palsu.

Kepada generasi muda Kristen, sangat diharapkan untuk benar-benar dibina keimanannya. Juga sebaiknya diberi pendalaman Alkitab Katolik, agar jangan sampai terjerumus ke dalam aliran-aliran sesat tersebut. Seringkali generasi muda yang tidak teguh imannya tertarik untuk masuk ke dalam aliran-aliran tersebut, mengingat ada aliran-aliran yang menawarkan “kemudahan” untuk masuk surga, bahkan mempromosikan seks bebas untuk menarik anggota baru.