7 Ajaran Saksi Yehuwa Menurut Tafsiran Alkitabnya

Pada artikel kali ini saya akan merangkum ajaran-ajaran ciri-ciri saksi Yehuwa. Seperti gereja yang melakukan reformasi lainnya, ajaran saksi Yehuwa (SY) mendasarkan ajaran-ajarannya pada gereja Kristen awal dan ayat-ayat Alkitab.

1. Alkitab Saksi Yehuwa

SY meyakini bahwa Alkitab diinspirasi oleh Tuhan dan akurat secara historis. Mereka menganggap Alkitab sebagai jalan utama bagi Tuhan unuk berkomunikasi dengan manusia, dan mereka menafsirkannya secara harafiah, kecuali ayat-ayat yang jelas-jelas diartikan sebagai simbol atau puisi (misalnya Mazmur, Kidung Agung, Amsal).

SY menguji semua ide-ide religi dan ajaran terhadap Alkitab – kalau suatu ide atau ajaran bertentangan dengan Alkitab, berarti ajaran tersebut salah. SY bahkan memiliki Alkitab terjemahan sendiri, Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru (TDB). Mereka menyebut Perjanjian Baru sebagai “Kitab Yunani Kristen” dan Perjanjian Lama sebagai “Kitab Ibrani”. Mereka juga sangat menghargai berbagai artikel doktrin yang dipublikasikan dalam Menara Pengawal.

2. Tuhan

SY meyakini bahwa Allah Bapa (yang disebut Yehuwa) adalah satu-satunya Tuhan yang benar. Yehuwa hanya satu, dan berkedudukan di atas segalanya. Yehuwa juga yang menciptakan segala sesuatu. Yehuwa memiliki anak bernama Yesus Kristus.

Yesus Kristus memiliki kuasa, tetapi Yesus bukanlah Tuhan. Yesus adalah ciptaan Yehuwa yang pertama. Yesus Kristus berkedudukan di bawah Yehuwa, tetapi kedudukanNya di atas Malaikat. Dia memerintah sebagai bagian dari Kerajaan Allah, dan merupakan Messiah yang diprediksi dalam Perjanjian Lama. Yesus turun dari surga ke dunia. Yesus Kristus memberikan hidup duniawinya sebagai korban untuk menyelamatkan manusia. SY menyakini bahwa Yesus tidak mati tergantung di kayu salib, tetapi di tonggak biasa. Kebangkitan Yesus alah kebangkitan spiritual, bukan kebangkitan badan. Yesus Kristus juga ditugaskan oleh Allah untuk menghakimi manusia dan memutuskan apakah manusia tersebut akan masuk surga/neraka, dan akan digunakan oleh Allah untuk membangkitkan orang mati.

Roh Kudus adalah kekuatan aktif Yehuwa yang digunakan untuk mewujudkan keinginanNya. Roh Kudus bukanlah manusia, dan bukan bagian dari Trinitas.

SY menganggap bahwa doktrin tradisional Kristen tentang Trinitas pada Bapa, Putra dan Roh Kudus salah dan didasarkan pada kepercayaan penyembah berhala. Doktrin Trinitas tidak konsisten dengan Alkitab. SY menganggap doktrin Trinitas bertentangan dengan apa yang diyakini dan diajarkan para nabi, Yesus, para rasul dan jemaat Kristiani pertama.

3. Salib

SY meyakini bahwa tidak ada penyaliban Yesus, tetapi pada tonggak biasa. Hal ini didasarkan pada kata-kata berbahasa Yunani yang digunakan untuk salib, yang secara harafiah diterjemahkan sebagai “tonggak” atau “pohon”. SY menganggap salib sebagai simbol berhala, bukan simbol Kristen.

4. Kematian, Surga, dan Neraka

SY meyakini bahwa ketika seseorang meninggal, eksistensinya benar-benar berhenti. Hal ini terjadi karena Alkitab jelas-jelas mengatakan bahwa manusia tidak memiliki roh abadi yang tetap hidup saat seseorang meninggal.


SY meyakini bahwa neraka (yang digambarkan berupa siksaan kekal, lautan api, dll) tidak ada. Tidak ada tempat di mana orang-orang berdosa disiksa setelah kematian – karena eksistensinya telah berakhir, tidak ada yang bisa dilakukan untuk / terhadap mereka. SY juga berargumen bahwa menyiksa seseorang selamanya bertentangan dengan sifat alami Tuhan. Tetapi, kematian bukanlah akhir dari segalanya: setiap orang dapat diingat oleh Tuhan dan dibangkitkan.

5. Akhir Jaman

Kebanyakan ajaran-ajaran SY berkonsentrasi pada “akhir jaman”, dan ajaran saksi Yehuwa telah menunjukkan banyak tanggal-tanggal di masa lalu yang signifikan berdasarkan Alkitab, walaupun mereka tidak menyatakan kapan akhir dari dunia, atau “kesimpulan sistem-sistem yang ada” akan terjadi. Karena itulah, SY menerbitkan berbagai nubuat atau ramalan tentang akhir jaman (terakhir tahun 1980-an), tetapi tidak satupun terjadi. Hal ini tentu bertentangan dengan doktrin ajaran Kristen bahwa tidak ada satu orang pun yang mengetahui kapan akhir jaman akan terjadi, bahkan Anak Manusia pun tidak mengetahuinya.

SY meyakini bahwa akhir jaman dimulai pada tahun 1914, tetapi mereka menyadari bahwa kebanyakan manusia tidak menyadari hal tersebut. SY meyakini bahwa ketika akhir jaman akhirnya terjadi, hanya 144.000 jiwa yang akan masuk ke surga (Kerajaan Yehuwa / Kerajaan Allah) dan memerintah dunia dari sana bersama Kristus – orang-orang ini disebut “Yang Terpilih”. Orang-orang yang lain akan lenyap begitu saja, tidak masuk surga maupun neraka.


6. Orang-orang yang Terpilih

Menjadi orang yang terpilih bukanlah sesuatu yang dilakukan dengan voting atau seleksi. Orang-orang yang terpilih tersebut tahu secara langsung bahwa Tuhan telah memilih mereka. Hanya orang-orang yang merasa diri mereka terpilih yang mengambil bagian roti dan anggur pada hari peringatan kematian Kristus, yang dirayakan setiap tahun.

Mayoritas anggota SY bukan orang-orang yang terpilih dan tidak akan menikmati kehidupan kekal di surga. Mereka akan menikmati kehidupan kekal di surga dunia. Sebetulnya, bukan hanya anggota SY tapi juga milyaran manusia lainnya akan menikmati kehidupan kekal di dunia, sehingga menggenapi keinginan Tuhan pada mulanya, ketika Dia menaruh Adam dan Hawa di Taman Eden.

7. Gaya Hidup

SY mendasarkan gaya hidup mereka pada Alkitab Perjanjian Lama. Mereka juga menyeleksi makanan berdasarkan ayat Alkitab tentang makanan. Mereka tidak boleh makan darah (tapi babi diperbolehkan), tidak boleh merokok, tidak boleh mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang, dan membatasi kafein (kopi dan teh). Karena hampir semua ayat Alkitab ditafsirkan secara harafiah, SY menolak transfusi darah.

Dari poin-poin di atas, kita bisa melihat bahwa ada ajaran (terutama gaya hidup) SY yang sejalan dengan Alkitab, tetapi banyak juga yang bertentangan dengan Alkitab dan ajaran agama Kristen pada umumnya.