6 Peranan Orang Tua dalam Mendidik Anak Menurut Alkitab

Ketika seseorang sudah memiliki anak, mereka masuk dalam fase hidup mereka yang baru. Tentu kita berharap siapapun dapat menjadi keluarga Kristen yang ideal yang sesuai dengan ayat alkitab tentang rumah tangga. Mereka akan menjadi orang tua yang memiliki tanggung jawab baru. Tanggung jawab orang tua bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan fisik anak. Orang tua tidak hanya bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan jasmani anak. Orang tua juga memiliki peran untuk mendidik anak.

Sebagai orang Kristen, ada nilai-nilai Kristiani yang perlu orang tua sampaikan kepada anak. Nilai-nilai Kristiani ini tidak hanya membantu anak bertumbuh secara rohani. Nilai Kristiani akan membantu dia menjadi pribadi yang baik dalam kehidupan sosialnya juga. Hal ini perlu disampaikan melalui peranan orang tua dalam mendidik anak menurut Alkitab. Berikut beberapa peranan orang tua dalam mendidik anak menurut Alkitab.

  1. Orang tua perlu mengajarkan konsep takut akan Tuhan

Amsal 1:7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Amsal menyebutkan bahwa permulaan dari segala pengetahuan adalah takut akan Tuhan. Hal ini berarti peranan orang tua dalam mendidik anak menurut Alkitab harus diawali dengan rasa takut akan Tuhan. Ketika orang tua tidak mampu untuk menurunkan rasa takut akan Tuhan kepada anaknya, maka didikan lainnya pun akan sulit untuk diikuti. Orang tua dapat memulainya dengan mengajarkan manfaat membaca Alkitab setiap hari.

  1. Orang tua mendidik anak tanpa amarah

Efesus 6:4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Kolose 3:21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

Paulus mengingatkan para orang tua untuk mendidik anak-anaknya dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Mendidik anak bukanlah hal yang mudah, tetapi orang tua tidak boleh kemudian meledak dalam amarah kepada mereka. Amarah akan menyakiti hati anak dan ini akan berbahaya untuk ke depannya. Jika anak sudah merasa tawar hati, anak tidak akan lagi mau menerima didikan dari orang tua. Peranan orang tua dalam mendidik anak menurut Alkitab ini haruslah berupa mengasihi. Orang tua dapat belajar untuk mengendalikan amarah dengan terlebih dahulu memahami ayat Alkitab tentang amarah.

  1. Orang tua mengajarkan anak untuk mengasihi Tuhan

Ulangan 6:5-7 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

Tidak hanya mendidik dengan mengasihi anak, orang tua pun perlu mendidik anak untuk mengasihi Tuhan. Allah memberikan perintah ini bukan hanya untuk dilakukan sendirian, tetapi juga untuk diajarkan kepada anak-anak. Bahkan Allah mengingatkan agar orang tua tidak hanya mengajarkan hal ini sekali-kali, tetapi setiap saat. Anak tidak bisa hanya tahu perintah ini, tetapi mampu menerapkannya dalam keseharian anak.

  1. Orang tua membantu anak untuk terus bersyukur

Ulangan 4:9 Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, suapaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu.


Salah satu peranan orang tua dalam mendidik anak menurut Alkitab berupa ungkapan rasa syukur. Orang tua mendidik anak untuk melihat kebaikan Tuhan dalam kehidupannya dan bersyukur untuk itu. Tidak berhenti di situ, kebaikan Tuhan itu harus selalu diingat oleh sang anak agar dapat bersyukur selalu bahkan di masa-masa sulit yang akan ia alami ke depannya. Kitab ulangan bahkan mengingatkan orang tua untuk juga membagikan kebaikan Tuhan dalam kehidupan yang sudah terlebih dahulu mereka alami. Orang tua mengajarkan anak untuk menjadikan rasa syukur sebagai bentuk penyembahan yang benar menurut Alkitab.

  1. Orang tua mendidik anak sesuai kepribadian anak

Amsal 22:6 Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.

Sangat penting bagi orang tua untuk mengerti dan memahami kepribadian anaknya. Ini akan membantu orang tua dalam menentukan pola didikan bagi sang anak. Dengan pola didikan yang tepat, orang tua dapat mendidik anak dengan efektif dan efisien. Hal ini juga akan membantu anak mengembangkan hal yang baik dalam kepribadiannya. Ia juga akan semakin mengenal dirinya sendiri.


  1. Orang tua mengajarkan anak dengan disiplin

Amsal 13:24 Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.

Orang tua memang perlu mendidik dengan kasih. Namun, kasih tidak berarti selalu membebaskan. Kasih juga berarti mendisiplinkan. Orang tua perlu mendidik anak dengan disiplin. Jika memang sang anak melakukan kesalahan, anak perlu mendapatkan teguran atau bahkan hukuman jika memang diperlukan. Orang tua perlu bijak dalam menghadapi perilaku sang anak agar anak tidak menjadi pribadi yang manja ataupun berlaku seenaknya. Orang tua dapat belajar menjadi  bijaksana dari kisah kebijaksanaan Salomo.

Itulah peranan orang tua dalam mendidik anak menurut Alkitab. Meskipun hal ini berdasarkan Alkitab,  nilai-nilai yang disampaikan juga dapat diterapkan dalam kehidupan keseharian. Orang tua perlu mendorong anak untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dalam kehidupan sosialnya, tetapi tetap sesuai dengan kehendak Tuhan. Hal penting yang perlu diingat adalah orang tua tidak bisa mendidik tanpa memberikan dasar pada anak. Artinya, orang tua harus memastikan sang anak mengerti mengapa ia mendapat didikan tersebut. Orang tua juga perlu membaca ayat Alkitab untuk orang tua biar melalui orang tua, segala kemuliaan bagi nama Tuhan. Tuhan memberkati.