Cara Pembaptisan Orang Kristen Yang Biasa Dilakukan Gereja

Agama Kristen baik Protestan maupun Katolik  mengenal adanya sakramen. Sakramen berupa sebuah acara atau upacara dalam agama Kristen yang menyimbolkan hadirnya Allah meski tidak terlihat. Protestan dan Katolik sendiri memiliki pemahaman yang sedikit berbeda mengenai sakramen. Katolik mengenal adanya tujuh sakramen dalam gereja Katolik yaitu pembaptisan, peneguhan, rekonsiliasi, ekaristi, pernikahan, pengurapan orang sakit, dan imamat. Protestan sendiri hanya mengenal dua sakramen yaitu baptisan kudus dan perjamuan kudus.

Meski terdapat perbedaan sakramen Katolik dan Protestan, jenis-jenis sakramen ini menunjukkan bahwa baik Protestan maupun Katolik percaya akan pentingnya sakramen baptis. Pembaptisan juga telah dilakukan oleh Yesus yang dilayani oleh Yohanes Pembaptis. Perintah Yohanes Pembaptis pun menjadi dasar pentingnya melakukan baptisan bagi orang Kristen.

Markus 1:4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.”

Cara Pembaptisan Kristen

Cara pembaptisan Kristen tidak dapat dilakukan kepada semua orang. Baptis menjadi simbol titik awal seseorang menerima keselamatan dari Allah. Oleh karena itu, calon baptisan haruslah meneguhkan imannya untuk menerima keselamatan. Mereka harus terlebih dahulu mengenal Yesus dan makna keselamatan yang akan mereka terima. Beberapa gereja biasanya mewajibkan calon baptisan terlebih dahulu menerima kelas untuk pengenalan. Beberapa gereja juga mengadakan semacam wawancara untuk memastikan bahwa calon baptisan tidak main-main dalam menerima baptisan ini. Hal ini sangat penting dilakukan terutama bagi orang-orang yang baru menerima iman Kristen setelah pindah dari agama lain sesuai ayat Alkitab tentang pindah agama.

Setelah gereja yakin dengan iman calon baptisan, gereja akan melaksanakan cara pembaptisan Kristen. Biasanya gereja memiliki waktu-waktu tertentu untuk melakukan baptisan. Setiap gereja memiliki cara pembaptisan Kristen yang mereka yakini masing-masing. Secara garis besar, berikut dua cara pembaptisan Kristen yang biasa dilakukan oleh gereja.

  • Baptis Selam

Beberapa gereja masih melakukan sakramen baptis menggunakan baptis selam. Pendeta atau pastor bersama dengan calon baptisan akan masuk ke air bersama-sama. Cara pembaptisan Kristen ini dimulai dengan memasukkan calon baptisan ke dalam air sambil mengucapkan berkat. Selain berkat, biasanya juga terucap bahasa Roh sesuai ayat Alkitab tentang bahasa Roh. Setelah beberapa waktu, calon pembaptis keluar dari air. Beberapa gereja melakukannya dengan calon baptisan dalam posisi tidur, tetapi ada juga yang melakukannya dalam posisi duduk. Baptis selam dilakukan di kolam atau danau dengan jumlah air yang banyak.

Matius 3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

Baptis selam ini memiliki makna yang berkelanjutan. Ketika orang yang dibaptis masuk ke dalam air, orang ini seakan mati karena dikuburkan. Selanjutnya, ketika orang yang dibaptis keluar dari air, berarti ia telah dibangkitkan. Baptis selam dilakukan mengikuti cara pembaptisan Kristen yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis pada Yesus. Alkitab memang tidak pernah mengatakan adanya cara pembaptisan Kristen berupa baptis selam. Namun, frasa “Yesus segera keluar dari air” yang tertulis pada Injil diartikan sebagai cara baptis selam. Beberapa gereja menganggap baptis selam ini merupakan cara pembaptisan Kristen yang paling tepat dan sah karena sesuai dengan yang Yesus lakukan.

  • Baptis Percik

Namun, kita menyadari bahwa tidak semua gereja memiliki akses ke kolam, danau, ataupun wilayah perairan lainnya. Selain itu, ada orang-orang yang tidak bisa dipaksakan melakukan penyelaman karena kondisi tertentu seperti penyakit. Tentu saja kondisi ini tidak bisa menghalangi seseorang menerima baptisan. Oleh karena itu, beberapa gereja menerapkan cara pembaptisan Kristen berupa baptis percik.


Baptis percik tetap dilakukan menggunakan air. Namun, pendeta atau pastor hanya memercikkan atau menumpahkan air ke atas kepala calon baptisan sambil mengucapkan berkat. Cara pembaptisan Kristen ini dirasa cukup melambangkan baptisan. Bagaimanapun, Alkitab sendiri tidak pernah memaksakan satu metode pembaptisan. Hal yang terpenting saat pembaptisan adalah baptisan oleh Roh Kudus yang disimbolkan dengan adanya pengucapan berkat oleh pendeta atau pastor saat melakukan pembaptisan.

Itulah dua cara pembaptisan Kristen. Saat ini, masih banyak perdebatan antara dua cara ini karena perbedaan baptis selam dan baptis percik. Beberapa orang menganggap baptis percik tidak boleh dilakukan karena tidak sesuai dengan yang Yesus lakukan. Namun, orang-orang lainnya mencoba memahami kondisi gereja dan orang-orang dengan kondisi khusus. Apapun cara pembaptisan Kristen yang dilakukan, kita perlu memahami bahwa kehadiran Roh Kudus lah yang menjadi poin terpenting dari pembaptisan.

Matius 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Sebelum Yesus meninggalkan para murid ke Sorga, Yesus meminta para murid untuk melakukan pembaptisan. Dalam perintahnya di Amanat Agung ini, tidak ada cara pembaptisan Kristen khusus yang Yesus minta untuk dilakukan. Yesus hanya mengingatkan bahwa setiap baptisan harus dilakukan dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Oleh karena itu, sangat penting bahwa baptisan hanya dilakukan oleh gereja yang dilayani oleh pendeta atau pastor. Selain itu, diperlukan adanya pengucapan berkat dan doa apapun cara pembaptisan Kristen yang dilakukan. Kiranya segala kemuliaan bagi nama Tuhan. Tuhan memberkati.