Sponsors Link

Sejarah Penerjemahan Alkitab Indonesia Paling Benar

Sponsors Link

Tahukah kamu  bagaimana sejarah penulisan Alkitab ke dalam Bahasa Indonesia? Banyak diantara kamu yang belum mengetahui sejarah penulisannya. Layaknya ketika berkenalan dengan orang baru “tak kenal maka tak sayang”. Hal ini juga berlaku pada Alkitab. Banyak orang yang hanya membaca isinya saja, tanpa mengetahui bagaimana sejarahnya. Pandangan ini tentu saja salah. Sebagai orang Kristiani yang baik, kita perlu mengetahui sebagian kecil perjalanan terjemahan Alkitab. Hingga akhirnya isi Alkitab tersebut berhasil kita pahami dengan baik.

ads

Jodo Ferreira D’Almeida adalah seorang Portugis. Ia meninggalkan tempat kelahirannya ketika ia masih sangat muda, yaitu 14 tahun. Ia berlabuh ke Indonesia dan tinggal di Malaka pada saat itu. Selama 14 tahun ia hidup di dunia, Jodo mempercayai kalau Tuhan Yesus itu benar ada. Karena kepercayaannya itulah maka ia berniat untuk menerjemahkan isi dari Kitab Perjanjian Baru.

Berikut adalah sejarah Alkitab Indonesia tahun-tahun yang dilewati Jodo D’Almeida saat berusaha menerjemahkan isi Alkitab:

  • Tahun 1651, Jodo pindah ke Jakarta. Disana ia berusaha untuk menyebarkan firman Tuhan kepada anak buah kapal yang sedang berlayar. Usahanya dalam menyebarkan Firman menggunakan bahasa Portugis
  • Tahun 1654, ketika Jodo D’Almeida berusia 26 tahun. Ia kembali meneruskan pekerjaannya menjadi penerjemah sekaligus pewarta Firman Tuhan. (Baca juga: Sejarah Agama Kristen)
  • Tahun 1656 – 1663, dimana Jodo D’Almeida berhasil menjadi seorang pendeta di Sri Langka dan India. Ia menjabat sebagai seorang pendeta di negara yang berbeda
  • Tahun 1681, dimana hasil terjemahan D’Almeida berhasil diterbitkan oleh pihak Belanda. Proses percetakan mengalami beberapa hambatan, termasuk koreksi tentang isinya
  • Tahun 1691, dimana Jodo D’Almeida masih terus berusaha menerjemahkan isi Alkitab. Namun, isi yang diterjemahkan kali ini merupakan Kitab Perjanjian Lama. Sebelum menyelesaikan terjemahannya, D’Almeida dipanggil Tuhan. Pada kala itu, hasil yang diterjemahkannya terhenti pada Kitab Yehezkiel 48:21
  • Setelah 1691, masih banyak isi dari Alkitab yang masih harus dikoreksi ulang. Namun, Alkitab hasil terjemahan Jodo D’Almeida masih dipakai oleh negara Brasil dan Portugis

Selain Jodo Ferreira D’Almeida, ada beberapa tokoh-tokoh Alkitab yang berusaha untuk menerjemahkan isi dari Alkitab. Siapa sajakah tokoh-tokoh tersebut?

  1. Ruys, Hasel, Heurnius Berhasil Menerjemahkan Alkitab Bahasa Melayu Pertama (1651)

Alkitab sendiri sudah ada sejak zaman dulu kala. Isinya dari dulu hingga sekarang tidak ada yang berubah, masih tetap sama. Hanya saja bahasa yang digunakan sangat sulit dimengerti. Bahkan Alkitab yang isinya dituliskan dalam bahasa tertentu belum sanggup diterjemahkan oleh bangsa yang menggunakan bahasa itu sendiri. Dari sini terlihat kalau isi Alkitab sulit dipahami, bukan? Pada tahun ini, ada 3 orang yang bekerja untuk menerjemahkan isi Alkitab, diantaranya:

  • Injil Matius dan Markus, berhasil diterjemahkan oleh Albert Cornelisc Ruyl. Ia adalah seorang awam yang menerjemahkan Alkitab Inglot (Alkitab dua bahasa). Disisi Alkitab pertama dituliskan ke dalam Bahasa Melayu. Sedangkan disisi lainnya dituliskan dalam Bahasa Belanda
  • Injil Lukas dan Yohanes, isi selanjutnya diterjemahkan oleh Jan van Hasel. Ia adalah pegawai yang bekerja di bawah naungan VOC
  • Injil Kisah Para Rasul, berhasil diterjemahkan oleh seorang pendeta yang bernotabene diJakarta. Beliau bernama Justus Heurnius

Setelah mengalami beberapa proses dan pemeriksaan, akhirnya Injil tersebut berhasil diterbitkan pada tahun 1651. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Belanda dan Melayu. Injil ini kemudian mendapat julukan “Empat Injil dan Kisah Para Rasul”. Setelah diterbitkan, masyarakat di Indonesia akhirnya dapat memahami isi dari lima Injil tersebut.

(Baca juga: Cara Masuk Kristen – Alasan Orang Islam Masuk Kristen)

  1. Brouwerious Berhasil Menerjemahkan Perjanjian Baru
Sponsors Link

Brouwerious adalah seorang pendeta berkebangsaan Belanda yang akhirnya pindah ke Indonesia. Buku terjemahan pertama yang berhasil ia terbitkan adalah buku Kerajaan di tahun 1662. Setelah itu, ia berusaha untuk menerjemahkan isi dari Kitab Kejadian. Lalu, ia memusatkan perhatiannya pada Kitab Perjanjian Baru.

Seluruh Kitab Perjanjian Baru akhirnya berhasil diterbitkan di Belanda pada tahun 1668. Kitab ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Melayu. Namun apa boleh buat, kitab yang diterjemahkan oleh Brouwerious ini sangat sulit dipahami oleh khalayak banyak. Pasalnya, beberapa kata yang ada di dalamnya ditulis dengan menggunakan Bahasa Portugis. Tidak hanya itu saja, kitab terjemahannya juga banyak mengandung kata benda yang menyatakan kepunyaan seseorang. Namun, Pdt. Brouwerious adalah orang pertama yang berhasil menerjemahkan seluruh Kitab Perjanjian Baru ke dalam Bahasa Melayu. Hebat, kan? (Baca juga: Tujuan Hidup Orang Kristen)

  1. Leijdecker Berhasil Menerjemahkan Alkitab Pertama

Melchior Leijdecker adalah seorang keturunan Belanda yang menyelesaikan pendidikan di jurusan Kedokteran dan Teologi. Pada tahun 1678, ia resmi menjadi pendeta Bahasa Melayu di Batavia. Tahun 1691, ia permintaan majelis gereja dan dukungan VOC, ia mulai menerjemahkan isi Alkitab ke dalam Bahasa Melayu. Ia dengan tekun mencari satu per satu kata dalam Bahasa Melayu. Namun sayang, terjemahan isi Alkitab hanya selesai hingga 90% saja. Karena pada tahun 1701, Leijdecker meninggal dunia.

Setelah kepergian Leijdecker, terjemahan isi Alkitab dilanjutkan oleh Pieter van der Vorm. Isi yang diterjemahkan dimulai dari Kitab Efesus 6:7 hingga selesai. Setelah usai menerjemahkan seluruh isi, Alkitab dalam Bahasa Melayu tidak langsung diterbitkan. Setelah menunggu sekian puluh tahun, pada tahun 1733, barulah Alkitab diterbitkan. Selain menerbitkan kitab dalam Bahasa Latin, Alkitab juga dituliskan ke dalam Bahasa Arab. Karena pada saat itu, Bahasa Melayu banyak menggunakan aksara Arab. (Baca juga: Etika Kristen)

Setelah diperiksa, kitab hasil terjemahan Leijdecker banyak mengalami revisi. Hal ini dikarenakan penggunaan bahasa yang terlalu tinggi dan sulit dimengerti oleh kaum awam. Untuk itu, isi Alkitab diperbaiki menjadi bahasa yang tingkatannya lebih rendah. Usaha revisi secara menyeluruh berhasil dilakukan oleh Pendeta Robert Hutchings dan McGinnis.

  1. Alkitab Hasil Terjemahan Klinkert
ads

Masih seseorang keturunan Belanda, Hillebrandus Cornelius Klinkert dilahirkan tahun 1829. Dulunya ia bekerja sebagai karyawan pabrik, tukang ukur tanah, dan masinis kapal. Namun, ia mengalami kecelakaan saat menjadi masinis kapal dan mengharuskannya kembali ke negara asalnya. Saat menjalani masa penyembuhan, ia terpanggil menjadi seorang utusan Injil. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk datang ke Indonesia pada tahun 1856. Apa yang dilakukan Klinkert selanjutnya?

  • Ia berhasil menjadi seorang Misionaris Gereja Menonit. Pada awalnya, ia ditugaskan di Jepara, Jawa Tengah.
  • Selama menjadi misionaris, Klinkert menemukan tambatan hatinya yang merupakan orang Indonesia. Wanita tersebut mampu berbahasa Jawa dan Melayu.
  • Klinkert mulai menerjemahkan isi Alkitab. Namun, isi yang ia terjemahkan menggunakan bahasa tingkat tinggi, sampai istrinya saja sulit untuk memahaminya.
  • Klinkert melakukan beberapa revisi untuk menerjemahkan isi Alkitab ke dalam bahasa yang mudah dipahami.
  • Alkitab 4 Injil berhasil dicetak pada tahun 1861. Sedangkan untuk isi Perjanjian Baru dicetak pada tahun 1863 di Semarang.
  • Pada tahun 1879, Klinkert berhasil menerjemahkan seluruh isi Alkitab dan berhasil dicetak karena didukung oleh Lembaga Alkitab Belanda (NBG).
  1. Alkitab Hasil Terjemahan Shellabear

William Girdlestone Shellabear dilahirkan pada tahun 1863. Ia berasal dari keluarga terpandang di Inggris. Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan militer, ia menjadi seorang perwira di Inggris dan mendapat tugas pertama pada tahun 1885. Pada saat itu, ia mulai berhubungan dengan para Misionaris yang ada di Gosport. Disana, Shellabear juga berhasil menemukan tambatan hatinya yang membawa hidupnya mengarah pada Kristus Yesus.

Pada tahun 1886, ia ditugaskan ke Singapura sebagai komandan dan pasukan di pelabuhan. Saat itu, ia masih menggunakan penerjemah untuk mengartikan apa yang dikatakan olehnya. Karena merasa tidak puas, ia mulai belajar Bahasa Melayu dari penduduk setempat. Usahanya itu berhasil. Keberhasilannya berbahasa Melayu ia manfaatkan untuk menerjemahkan isi Alkitab. Lalu, bagaimana kisah selanjutnya:

  • Shellabear mulai menerjemahkan 10 Perintah Allah atau hukum taurat, beberapa nyanyian rohani, dan Khotbah Yesus tentang Kebahagiaan yang Sejati.
  • Pada tahun 1890, Shellabear berhenti menjadi tentara dan ia mulai bekerja sebagai seorang Misionaris.
  • Ia berhasil mendirikan sebuah percetakan yang dinamakan “Penerbit Melayu”. Usaha yang didirikannya ia manfaatkan untuk mencetak seluruh Alkitab hasil terjemahannya.
  • Bersama dengan Uskup Hose dari Gereja Anglikan, ia mulai menerjemahkan seluruh isi Alkitab ke dalam Bahasa Melayu.
  • Pada tahun 1897, Shellabear pergi ke Malaka untuk belajar Bahasa Melayu agar hasil terjemahannya menjadi lebih mudah dipahami oleh masyarakat awam.
  • Pada tahun 1904, Shellabear berhasil menerjemahkan seluruh isi Alkitab. Isinya berhasil diterbitkan pada tahun 1910.
  1. Hasil Terjemahan Alkitab Perjanjian Baru oleh Melayu Baba

Pemakai Bahasa Melayu yang tinggal di Semenanjung Malaka kebanyakan keturunan China. Mereka juga sudah banyak yang menikah dengan penduduk setempat. Pernikahan etnik yang berbeda ini dinamakan “Baba dan Nyonya”. Pada waktu itu. Nona McMahone menerjemahkan Injil Matius ke dalam Bahasa Melayu Baba. Pada saat yang bersamaan, William Girdlestone Shellabear mengabulkan keinginan Nona McMahone untuk menerjemahkan Alkitab ke Melayu Baba. Hingga akhirnya pada tahun 1907, Shellabear dibantu dengan teman-temannya berhasil menerjemahkan isi Alkitab ke dalam Bahasa Melayu Baba.

  1. Hasil Terjemahan Alkitab Perjanjian Baru oleh Bode

Pada tahun 1929, Lembaga Alkitab Belanda berhasil membuat kata sepakat untuk memperbaiki isi Alkitab hasil terjemahan Leijdecker, Klinkert, dan Shellabear. Tujuannya tak lain agar terjadi kesatuan bahasa yang dipahami oleh seluruh masyarakat yang ada di Indonesia dan di Semenanjung Malaka.

Sponsors Link

Untuk mewujudkan keinginan tersebut, datanglah seorang Misionaris keturunan Jerman yang lahir di India pada tahun 1890. Ia bernama Pendeta Werner August Bode. Setelah sebelumnya pernah belajar ilmu Teologia di Jerman dan Belanda, ia memutuskan untuk menerjemahkan isi Alkitab dan pindah ke Sukabumi, Jawa Barat. Bode tidak menerjemahkan Alkitab sendirian, ia dibantu oleh temannya bernama Keiluhu dan Mashohor. (Baca juga: Sejarah Gereja)

Proses penerjemahan Alkitab tak berjalan mulus. Bahkan Shellabear beranggapan kalau Alkitab terjemahan Bode terlalu ke-Indonesiaan dan banyak menghilangkan Bahasa Melayunya. Akhirnya, pada tahun 1935, Alkitab Perjanjian Baru berhasil selesai diterjemahkan dan diterbitkan pada tahun 1938.

  1. Terjemahan Alkitab Masa Peralihan

Pada tahun 1958, Lembaga Alkitab Indonesia berhasil menerbitkan Alkitab Terjemahan Lama. Terjemahan kali ini menggabungkan hasil Terjemahan Lama Klinkert dan Bode. Isi Alkitab Perjanjian Lama inilah yang banyak dipakai oleh gereja-gereja, selagi menunggu Alkitab terjemahan Perjanjian Baru. (Baca juga: Simbol Kristen)

  1. Alkitab untuk Terjemahan Perjanjian Baru

Mengingat kebutuhan masyarakat, LAI bekerja sama dengan gereja Katolik Roma untuk membentuk tim penerjemah biblika dan bahasa. Tim ini diketuai oleh Dr. J. L. Abineno yang berhasil menyelesaikan Perjanjian Baru dan diterbitkan pada tahun 1971. Sementara untuk Alkitab Perjanjian Lama diterbitkan pada tahun 1974.

  1. Alkitab Hasil Terjemahan Dinamis Fungsional

LAI juga berusaha untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam dinamis fungsional. Terjemahan ini lebih mementingkan arti dan fungsinya ketimbang terjemahan harafiah. Teks penyampaian yang disusun juga lebih menyesuaikan dengan bahasa sehari-hari. Salah satu hasil terjemahan yang berhasil kita temui saat ini adalah Alkitab Bahasa Indonesia Masa Kini.

Itulah sejarah Alkitab Indonesia. Prosesnya memakan waktu yang cukup lama, bukan? Liku-liku juga banyak ditemui ketika menerjemahkan isi Alkitab tersebut. Semoga informasi di atas berguna bagi kamu ya, sobat Tuhan.

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Wednesday 12th, July 2017 / 03:58 Oleh :
Kategori : Kristen