10 Ayat Alkitab tentang Jodoh Sebagai Masa Depan

Apakah Anda sedang khawatir akan jodoh Anda? Mungkin Anda mulai memikirkan tentang jodoh karena keluarga dan kerabat Anda mulai mempertanyakannya, mungkin juga karena usia Anda yang menurut tradisi keluarga sudah sangat cukup untuk menikah, atau bahkan bisa jadi karena Anda sendiri yang merasa tidak percaya diri dengan diri Anda, sehingga muncul kekhawatiran akan jodoh. Banyak sekali faktor yang menyebabkan manusia mulai khawatir dengan jodohnya.

Namun, apapun itu alasannya, janganlah kita menikah hanya karena situasi yang menuntut kita. Jangan terburu-buru menikah karena teman-teman sebaya telah menikah atau karena desakan keluarga. Setiap orang memiliki waktu kesiapan masing-masing. Dan Allah memiliki jalan berbeda untuk setiap orang. Mungkin Ia ingin saat ini kita fokus pada pekerjaan atau studi. Atau mungkin karena Dia ingin kita lebih dewasa terlebih dahulu. Tapi percayalah bahwa Dia memiliki rencana yang indah untuk kita. Dan di sini akan dirangkum ayat Alkitab tentang jodoh, berikut uraiannya:

  • Kejadian 2:23-25

“Lalu berkatalah manusia itu: ‘Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.’Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan istrinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.”

Sejak awal Allah telah memiliki rencana mengapa Ia menciptakan laki-laki dan perempuan. Laki-laki akan meninggalkan orang tuanya untuk bersatu dengan istrinya. Jadi, pada kodratnya pasangan terdiri dari laki-laki dan perempuan, bukan lesbi maupun homo. Sehingga apabila saat ini banyak terjadi penyimpangan seksual, sebenarnya mereka telah melanggar aturan yang Tuhan buat. Ayat ini juga menekankan bahwa mereka yang boleh telanjang dan melakukan hubungan seksual atau hubungan suami istri dalam Kristen adalah mereka yang sudah menikah.

  • Kejadian 2:18

“TUHAN Allah berfirman: ‘Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.’

Ayat ini memiliki pesan yang hampir sama dengan ayat sebelumnya. Pada awalnya Allah hanya menciptakan laki-laki. Namun, dilihat-Nya bahwa manusia tidak baik untuk hidup sendiri saja. Maka Allah menciptakan perempuan yang sepadan dengan laki-laki untuk menjadi pendamping dan penolong. Adam dan Hawa disatukan untuk bisa hidup bersama dan saling melengkapi satu sama lain.

  • 2 Korintus 6:14

“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?”

Seimbang di sini bisa diartikan dalam berbagai macam aspek. Salah satunya adalah iman. Orang Kristen pasti sudah tahu bahwa menikah tidak bisa dilakukan dengan sembarang orang. Syarat yang paling dasar adalah iman atau kepercayaan. Mengapa? Coba ingat, saat berpacaran saja rasanya banyak sekali hal yang membuat pasangan bertengkar. Contohnya dalam berbedaan pendapat, pandangan, atau pemikiran. Hal-hal simple bisa membuat hubungan tidak harmonis. Apalagi bila pasangan memiliki perbedaan iman? Agar rumah tangga berjalan dengan baik, pasangan harus memiliki hubungan yang kuat dengan memiliki pandangan yang sama terhadap hal-hal yang mendasar, salah satunya dalam iman. Maka dari itu, baiklah kita berpikir jauh sebelum menikah. Pikirkan matang-matang dan jangan hanya melihat ke sisi manisnya. Percayalah bahwa Tuhan akan memberikan jodoh yang terbaik apabila kita berusaha hidup di jalur yang benar.

  • Markus 10:6-9

“Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Allah menciptakan perempuan untuk laki-laki supaya bisa menjadi penolong baginya. Jadi memang sejak awal Allah sudah memperhitungkan bahwa manusia akan lebih baik hidup dengan pasangan. Wajar apabila dalam usia dewasa orang menginginkan seorang jodoh. Karena memang mereka membutuhkannya. Dan apabila pasangan laki-laki dan perempuan telah disahkan dalam ikatan janji pernikahan Kristen, maka itu artinya mereka tidak lagi dua. Mereka telah menjadi satu daging. Dan tidak ada kata perceraian dalam Kristen. Karena apa yang telah dipersatukan oleh Allah tidak bisa dipisahkan oleh manusia, entah itu pengadilan agama atau apapun juga.

  • Matius 19:5-6

“Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Apabila pasangan yang telah menikah nekat untuk bercerai bahkan beranggapan bahwa perceraian itu sah, yang sebenarnya terjadi adalah pasangan itu masih terikat dalam perkawinan. Di mata Allah mereka masih menjadi satu daging. Karena sebelumnya telah dikatakan bahwa apa yang disatukan Allah tidak bisa dipisahkan oleh apapun juga. Dan apabila seseorang dari pasangan tersebut menikah dengan orang lain, maka itu sama saja dia telah berzina. Dan perzinaan menurut Alkitab adalah dosa yang dibenci Allah. Maka dari itu, apabila untuk pasangan yang telah menikah, jangan pernah berpikiran untuk bercerai. Percayalah bahwa perceraian bukan solusi dari masalah. Tuhan akan memberikan jalan keluar yang tepat bagi orang yang senantiasa hidup di jalan-Nya.

  • Efesus 5:22-24

“Hai istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,  karena suami adalah kepala istri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah istri kepada suami dalam segala sesuatu”

Di ayat Alkitab tentang jodoh ini dijelaskan bagaimana istri seharusnya berperilaku. Walaupun antara pria dan wanita sama derajatnya, namun apabila seseorang telah menjadi istri maka tunduklah kepada suami. Karena suami adalah kepala rumah tangga, sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Tunduk di sini bukan berarti istri harus melakukan perintah suami termasuk hal-hal yang salah, melainkan tunduk dalam artian menghormati dan menghargai pendapat suami. Maka dari itu, sebelum menikah pilihlah suami yang bijaksana sehingga ia bisa menjadi imam yang tepat dalam rumah tangga.

  • Efesus 5:25-27

“Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

Alkitab tidak hanya mengajarkan bagaimana seorang istri harus bersikap, melainkan juga suami. Walaupun istri memiliki kewajiban untuk tunduk, bukan berarti suami dapat sewenang-wenang terhadap istri. Kasihilah istri layaknya Kristus mengasihi jemaat. Dan jangan bersikap otoriter dalam rumah tangga, hargai dan juga hormati pendapat istri. Karena pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna seperti Kristus yang sempurna. Maka Allah menciptakan laki-laki dan perempuan supaya bisa saling melengkapi. Ciptakan rumah tangga yang damai dan terapkan prinsip kasih tentang Alkitab kepada yang lain.

  • 1 Korintus 11:11-12

“Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan. Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.

Ayat ini menyiratkan pesan bahwa baik laki-laki maupun perempuan saling bergantung satu sama lain. Jangan merasa gendernya adalah yang paling berkuasa. Karena laki-laki dilahirkan dari rahim perempuan, dan perempuan tidak akan ada tanpa laki-laki. Jadi, satu sama lain akan saling membutuhkan.

  • 1 Korintus 7:4-5

“Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi istrinya. Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa.


Apabila pasangan telah menikah, itu artinya mereka telah melepaskan hak khusus atas tubuhnya untuk diserahkan kepada pasangannya. Maka, tubuhnya tidak lagi menjadi miliknya sendiri, melainkan juga menjadi milik pasangannya. Hendaklah itu digunakan sesuai kehendak pasangannya untuk saling memenuhi kebutuhan masing-masing. Dan hendaklah mereka peka dan saling mengerti satu sama lain. Apabila terdapat percekcokan dalam rumah tangga, jangan saling menjauhi. Tetapi berbicaralah dan selesaikan baik-baik. Kalau memang ada yang membutuhkan waktu, maka hargailah. Dan biarkan dia mengambil waktunya sendiri untuk berpikir jernih dan berdoa. Masalah pasti selalu ada dalam rumah tangga, tetapi bagaimana menyelesaikannya tergantung masing-masing pribadi, mau mementingkan ego atau bersikap dewasa.

  • Matius 19:11-12

“Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti.”

Mungkin terkadang kita khawatir tidak memiliki jodoh karena melihat orang-orang yang belum juga menemukan jodohnya. Di ayat ini dikatakan bahwa ada orang yang tidak dapat kawin, mungkin memang dari lahirnya, karena orang lain, atau bisa juga karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Setiap orang memiliki jalannya masing-masing dan percayalah bahwa jalan yang Tuhan sediakan untuk kita adalah jalan yang terbaik.

Sekian artikel mengenai ayat Alkitab tentang jodoh. Jodoh adalah rahasia Allah dan percayalah bahwa Ia akan memberikan pasangan yang tepat untuk kita supaya bisa melengkapi kekurangan kita. Jangan khawatir tentang jodoh karena dia akan datang pada waktu yang tepat. Jalani hidup dengan normal dan lakukan yang terbaik. Semoga artikel ini dapat membantu pembaca untuk memahami lebih dalam makna jodoh dalam Alkitab. Terima kasih.