Sponsors Link

6 Ayat Alkitab Tentang Makanan Halal dan Haram

Sponsors Link

Hari Ketujuh dimulai sejak orang Kristen Advent tidak mengkonsumsi makanan dalam ayat Imamat dan Ulangan sebagai sesuatu yang najis, seperti daging babi atau hewan pengerat. Selain itu, Konferensi Umum Dewan Penasehat Nutrisi merekomendasikan “terbatasnya penggunaan makanan yang tinggi lemak jenuh, kolesterol, gula, dan garam; minuman seperti alkohol, teh, kopi yang berkafein tinggi’’. Sebelum mengulasnya lebih dalam mari kita lihat realita yang terjadi di sekitar kita. Banyak orang yang memilih jalan pintas melalui dalam memilih makanan yang enak sebagai sumber berkat. Untuk itu tak jarang kita melihat banyaknya makanan atau pun makanan yang enak sebagai kualitas makanannya yang enak.

ads

Bagaimana kita menjelaskan bahwa Tuhan melarang makanan tertentu, tapi memberi izin kepada mereka untuk makan nanti? Jawabannya adalah dalam pemahaman tentang hukum Taurat yang dikeluarkan oleh Musa, salah satu tokoh-tokoh Alkitab. Ini dimaksudkan untuk membangun Israel sebagai negara suci. Gereja tidak berada di bawah batasan yang sama dalam arti dan makna Minggu Adven.

Makanan Menurut Alkitab

Orang -orang Kristen Protestan sudah hadir di Indonesia sudah sejak akhir abad ke-16 (tahun 1956). Di dalam armada itu cukup sering diikut-sertakan pelayan rohani yang bertugas mealayani kerohanian para personel VOC. Beberapa pelayan rohani ada yang melakukan kontak dengan masyarakat pribumi kemudian memberitakan Injil kepada mereka dan mengajak mereka menjadi Kristen. Hal ini semakin terlihat ketika VOC mendirikan lembaga gereja di sejumlah pangkalan yang tersebar di berbagai penjuru Nusantara.

Bagaimana kita menjelaskan ayat Alkitab tentang makanan bahwa Tuhan melarang makanan tertentu, tapi memberi izin kepada mereka untuk makan nanti? Jawabannya adalah dalam pemahaman tentang Hukum Taurat yang dikeluarkan oleh Musa, salah satu tokoh-tokoh Alkitab. Ini dimaksudkan untuk membangun Israel sebagai negara suci. Gereja tidak berada di bawah batasan yang sama dalam arti dan makna Minggu Adven:

  1. Tidak ada makanan yang bisa membuat Anda tidak suci. “Menajiskan” dalam bahasa Yunani adalah koinoō (Matius 15:11). Hal ini berarti menjadikan najis, mengotorkan atau mencemarkan. Yesus berkata menajiskan itu termasuk keinginan daging yang bertentangan dengan keinginan Roh Kudus (Roma 8:5-8).
  2. Yesus mengatakan semua makanan itu halal (Markus 7:19)
  3. “Kebenaran, kedamaian dan sukacita” adalah hal yang lebih berat. Orang Kristen yang terobsesi dengan makanan akan kehilangan Kerajaan Allah. Hal ayat Alkitab tentang makanan ini bukan ciri-ciri etika Kristen (Roma 14:17)
  4. Orang Kristen tidak “lebih baik” jika mereka tidak memperlihatkan rasa syukur pada makanan yang mereka nikmati. Memuliakan Tuhan adalah salah satu tujuan kita ke Gereja  (1 Korintus 8:8)
  5. Tidak ada ayat yang mengatakan, “Janganlah ada yang menilai kamu dalam dusta, kepahitan, atau penyajian.” Ini tidak bermoral. Tetapi Paulus berkata, “Janganlah ada orang yang menghakimi (apa yang kamu makan), karena makanan itu haram (Kolose 2:16)
  6. Berbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung termasuk makanan yang haram dan tidak tahir. Tetapi, Tuhan memberitahu Petrus bahwa semua binatang sudah bersih. Perkataan Tihan merupakan salah satu janji Tuhan bagi orang percaya (Kisah Para Rasul 10:12-15)

Untuk menjaga agar orang-orang Israel terpisah dari tetangga mereka yang seringkali berhala, Tuhan menetapkan pembatasan diet spesifik mengenai konsumsi hewan tertentu. Dengan ayat Alkitab tentang makanan datangnya Perjanjian Baru dan panggilan Gereja sebagai Tubuh Kristus, Tuhan mengakhiri pembatasan makanan tersebut.

Demikianlah informasi mengenai makanan yang dilarang Advent. Anda bisa belajar untuk takut akan Tuhan dengan  hidup di dalam Kristus dengan bertumbuh di dalam buah-buah Roh Kudus (Galatia 5:22-26).

Sponsors Link

*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share ^V^!

, , ,
Post Date: Saturday 21st, October 2017 / 04:23 Oleh :
Kategori : Renungan Harian