Sponsors Link

Hukum Sunat Menurut Kristen Dalam Perjanjian Lama dan Baru

Sponsors Link

Bagi banyak umat Kristen masih meragukan apakah sunat adalah hal yang penting atau tidak. Walaupun hukum sunat menurut Kristen adalah bukan sesuatu yang diwajibkan, tetapi tidak ada salahnya untuk melakukan hal tersebut demi hubungan iman dengan kesehatan tubuh. Untuk lebih jelasnya, simak beberapa hal yang berkaitan di masa Perjanjian Lama. Dimana sunat merupakan hal yang wajib dilakukan oleh Bangsa Israel. Berikut ini beberapa hukum sunat menurut Kristen yang sebaiknya diketahui.

ads

1. Masa Perjanjian Lama

Di masa awal mula Allah memberikan firmanNya kepada Bangsa Israel, sunat merupakan bentuk ketaatan pada Allah. Karena dalam Alkitab diceritakan bahwa sunat atau dengan kata lain dikerat kulit khatannya merupakan bentuk pengudusan diri kepada Allah. Tanda bahwa merekalah bangsa pilihan Allah. Oleh karena prinsip kasih tentang Alkitab yang berupa karunia keselamatan tersebut, maka Allah menghendaki bangsa pilihannya untuk bersunat. Sehingga dengan demikian secara tidak langsung menjadi tanda kepunyaan Allah.

Hal inilah yang menjadi dasar bahwa sunat dikatakan menjadi wajib pada masanya. Dimana hal tersebut adalah ikatan yang harus dilakukan begitu seorang anak laki-laki memasuki usia tertentu. Terutama dari jaman Abraham hingga kepemimpinan Musa. Sunat adalah suatu keharusan yang dijalankan oleh Bangsa Israel. Karena sunat ini merupakan tanda seseorang yang menerima Allah sebagai janji keselamatan dalam Alkitab yang diterima secara pribadi. Hal inilah yang membedakan bangsa pilihan Allah dengan yang bukan. Hal ini juga yang menentukan iman seseorang kepada Allah di masa Perjanjian Lama.

2. Masa Perjanjian Baru

Ketika Tuhan Yesus datang dan melakukan penebusan dosa melalui penyaliban Yesus. Maka pengertian sunat menjadi sesuatu yang berbeda. Kedatangan Tuhan Yesus melalui pengorbanannya yaitu untuk membebaskan manusia dari belenggu macam-macam dosa menurut Alkitab dan banyak ikatan. Oleh karena itu sebagai umat yang dimerdekakan, hukum sunat menurut Kristen menjadi sesuatu yang tidak lagi diwajibkan atau diharuskan. Bagi Tuhan yang terpenting bukan sudah disunat atau belum disunat, tetapi lebih kepada sudah menerima Tuhan secara pribadi atau belum. Disini pentingnya melihat tujuan karunia Roh Kudus bekerja untuk memberikan kasih karunia dalam hidup umat Kristen.

Oleh sebab itu sejak masa Perjanjian Baru, maka umat Kristen tidak lagi diwajibkan untuk bersunat. Tetapi banyak penelitian yang menunjukkan pentingnya sunat dari segi kesehatan. Sehingga parameter melakukan hal ini atau tidak yaitu berhubungan dengan segi kesehatan. Jika dari segi hukum Kristen, maka Tuhan Yesus sudah menekankan bahwa tidak penting bersunat atau bukan. Yang terpenting adalah iman percaya yang dimiliki oleh umat Kristen dan keyakinan akan keselamatan yang sudah Tuhan berikan secara maksimal.

Itulah beberapa penjelasan hukum sunat menurut Kristen. Sebaiknya pahami dulu asal mula perlunya melakukan sunat. Kemudian pertimbangkan sisi positif dan negatifnya sebelum memastikan sunat pada anak laki-laki. Karena walaupun dari sisi agama Kristen tidak wajib, tetapi dari sisi kesehatan banyak manfaat yang bisa didapatkan. Sehingga hal ini membutuhkan pertimbangan yang penuh dari umat Kristen. Sebaiknya selalu tekankan cara berdoa yang benar dan minta jawaban dari Allah terlebih dahulu sebelum melakukan hal tersebut secara pasti.

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Hukum Kristen