10 Tokoh Alkitab yang Tidak Bertanggung Jawab Tidak Patut Dicontoh

Alkitab merupakan sumber dari segala pengetahuan dan kekuatan bagi iman kita. Melalui Alkitab, kita dapat mengerti firman Allah. Melalui Alkitab, kita dapat mengerti tindakan-tindakan yang perlu kita teladani. Manfaat membaca Alkitab setiap hari lainnya adalah kita dapat mengetahui apa yang perlu kita hindari. Salah satu hal yang perlu kita hindari adalah sikap tidak bertanggung jawab. Nyatanya, ada tokoh Alkitab yang tidak bertanggung jawab akan tugas dan perannya. Berikut beberapa tokoh Alkitab yang tidak bertanggung jawab.

  1. Yunus

Yunus 1:3 Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.

Yunus merupakan seorang nabi. Ia kemudian mendapat utusan dari Allah untuk pergi ke Niniwe dan menyerukan pertobatan. Bukannya bertindak sebagai seorang nabi, Yunus memilih menjadi tokoh Alkitab yang tidak bertanggung jawab dengan melarikan diri ke Tarsis. Yunus berpikir ia bisa mengelabui Allah. Tindakannya yang tidak bertanggung jawab itu segera diketahui Allah dan malah membuat Yunus berada di dalam perut ikan besar dan kembali dibawa Allah ke Niniwe. Yunus pun akhirnya menyampaikan seruan cara bertobat orang Kristen kepada orang Niniwe.

Yunus 3:10-4:1 Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya. Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.

Namun, setelah menyerukan pertobatan pun, Yunus tetap menunjukkan sikap tidak bertanggung jawab. Sebagai seorang nabi yang telah menuntaskan tugasnya, seharusnya ia bersyukur atas pertobatan yang Niniwe lakukan. Namun, Yunus malah merasa kesal akan kemurahan hati Allah yang mengampuni bangsa Niniwe. Sikap ini tentu sangat tidak bertanggung jawab atas dampak yang ia terima dari tugas yang telah ia kerjakan.

  1. Kain

Kejadian 4:8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

Kain, bersama dengan Habel, merupakan dua anak pertama dari pasangan Adam dan Hawa. Kain yang lahir lebih dahulu menjadi seorang kakak bagi Habel. Seorang kakak seharusnya mampu menjaga adiknya dan harus bisa mengasihi adiknya. Namun, ternyata, hanya karena rasa iri, Kain menjadi tokoh Alkitab yang tidak bertanggung jawab. Ketika Kain memberikan persembahan, Allah tidak mengindahkan persembahannya. Kain pun melihat bahwa Allah menyenangi persembahan yang Habel, adiknya, berikan kepada Allah. Hal ini membuat hati Kain panas dan menjadi marah. Tanpa ragu-ragu, Kain malah membunuh Habel atas rasa irinya itu. Pembunuhan ini menunjukkan bagaimana Kain gagal melakukan tanggung jawabnya sebagai seorang saudara, khususnya sebagai seorang kakak dalam keluarga Kristen.

  1. Daud

2 Samuel 11:15 Ditulisnya dalam surat itu, demikian: “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati.”

Kita tentu mengenal karakter Daud sebagai raja bangsa Israel yang begitu diagungkan. Ia dikenal sebagai raja yang disertai Allah begitu luar biasa. Namun, Daud tetaplah seorang manusia. Ia tergoda oleh Batsyeba yang sudah memiliki suami. Ia meniduri Batsyeba sampai akhirnya Batsyeba hamil.

Daud, yang merupakan seorang raja, memilih untuk menjadi tokoh Alkitab yang tidak bertanggung jawab ketika dihadapkan dengan persoalan ini. Bukannya mengakui kesalahannya atau bertindak bijaksana, ia malah menyusun rencana untuk membunuh Uria, suami Batsyeba, tanpa melibatkan dirinya secara langsung. Hal ini sangatlah tidak bertanggung jawab. Allah akhirnya menewaskan anak Daud dan Batsyeba tersebut atas dosa yang telah Daud perbuat.

  1. Simson

Hakim-hakim 16:16-17 Lalu setelah perempuan itu berhari-hari merengek-rengek kepadanya dan terus mendesak-desak dia, ia tidak dapat lagi menahan hati, sehingga ia mau mati rasanya. Maka diceritakannyalah kepadanya segala isi hatinya, katanya: “Kepalaku tidak pernah kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibuku aku ini seorang nazir Allah. Jika kepalaku dicukur, maka kekuatanku akan lenyap dari padaku, dan aku menjadi lemah dan sama seperti orang-orang lain.”

Simson adalah seorang yang kuat yang telah dinubuatkan Allah untuk menjadi nazir Allah. Simson dapat memukul kalah seluruh pasukan dengan kekuatannya. Namun, kekuatannya itu hanya dapat ia miliki selama ia menuruti satu perintah Allah, yaitu kepalanya tidak terkena pisau cukur. Hal ini seharusnya menjadi rahasia antara Simson, ayah dan ibunya, serta Allah. Namun, hanya karena cintanya kepada Delila, Simson memilih untuk menjadi tokoh Alkitab yang tidak bertanggung jawab. Ia tidak bertanggung jawab atas panggilannya sebagai nazir Allah sehingga akhirnya ia memilih untuk menceritakan rahasianya itu kepada Delila. Padahal, sejak semula, Delila sudah berkali-kali menunjukkan bahwa ia mau menjebak Simson. Akhirnya, ia mati dalam kekalahan bersama  banyak orang lainnya.

  1. Yudas Iskariot

Matius 27:3-5 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” Tetapi jawab mereka: “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!” Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

Dalam masa pelayanan Yesus di dunia, ia memanggil dua belas murid untuk membantunya, termasuk Yudas Iskariot. Namun, dalam keberjalanannya, kita mengetahui bahwa Yudas Iskariot adalah murid yang tidak setia. Ia tidak bertanggung jawab akan panggilannya sebagai murid dan malah menjadi perantara untuk penyaliban Yesus. Ternyata, Yunus menyadari kesalahannya dan ia menyesal. Namun, bukannya mengakui kesalahannya dan berusaha bertobat, Yunus memilih menjadi tokoh Alkitab yang tidak bertanggung jawab. Ia memilih untuk melarikan diri dari semua permasalahannya dan bunuh diri.

  1. Akhan

Yosua 7:20-21 Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: “Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku: aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali.”

Pada masa kepemimpinan Yosua atas bangsa Israel, bangsa Israel sedang bergumul untuk melawan orang-orang Ai. Tuhan menjanjikan kemenangan bagi bangsa Israel jika mereka memusnahkan semua barang-barang yang sudah Tuhan khususkan dari orang-orang Ai ini. Tentu ini bukanlah hal yang sulit bagi bangsa Israel. Mereka sudah mengharapkan kemenangan. Namun, ternyata, mereka kalah, 36 orang dari bangsa Israel tewas di tangan orang-orang Ai. Hal ini ternyata disebabkan oleh tokoh Alkitab yang tidak bertanggung jawab yaitu Akhan. Akhan memilih untuk tidak melakukan tanggung jawabnya sebagai orang Israel, malah berusaha memenuhi keinginannya sendiri dengan mencuri sebagian barang-barang yang telah dikhususkan seperti yang dikatakan ayat Alkitab tentang pencuri. Sebagai hukuman atas dosanya, Akhan dilontari batu dan dibakar dalam api.

  1. Saul

1 Samuel 15:20-21 Lalu kata Saul kepada Samuel: “Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas. Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal.”

Saul merupakan raja pertama yang dinobatkan bagi bangsa Israel. Namun, Saul ternyata menjadi tokoh Alkitab yang tidak bertanggung jawab atas kedudukannya. Allah memerintahkan Saul untuk mengalahkan seluruh orang Amalek dan menumpaskan segala yang ada pada mereka. Saul memang mengalahkan seluruh orang Amalek. Namun, Saul tidak menumpas segala yang ada pada orang Amalek. Ia memilih untuk mengambil jarahan dengan alasan sebagai persembahan kepada Allah. Atas dosanya ini, kemudian Allah menolak Saul sebagai raja dan akhirnya mengutus Daud.

  1. Abdi Allah dari Yehuda

1 Raja-raja 13:21-22 Ia berseru kepada abdi Allah yang telah datang dari Yehuda: “Beginilah firman TUHAN: Karena engkau telah memberontak terhadap titah TUHAN dan tidak berpegang pada segala perintah yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, tetapi kembali dan makan roti dan minum air di tempat ini walaupun Ia telah berfirman kepadamu: Jangan makan roti atau minum air,maka mayatmu tidak akan masuk ke dalam kubur nenek moyangmu.”

Allah mengutus seorang nabi, abdi Allah dari Yehuda, kepada Yerobeam untuk memberikan suatu peringatan. Namun, Allah memberikan perintah bahwa ia tidak boleh makan roti atau minum air dan tidak kembali melalui jalan yang telah ditempuh ketika berangkat. Di tengah perjalanan pulang, ia didatangi oleh seorang yang mengaku nabi dan mengundang abdi Allah dari Yehuda ini untuk makan. Abdi Allah dari Yehuda ini tidak bijaksana dan memilih untuk tidak bertanggung jawab dengan ikut makan di rumah nabi dengan ciri-ciri nabi palsu dalam Alkitab ini. Oleh karena itu, Allah menghukumnya dengan membiarkan ia mati dan mayatnya tidak dikuburkan di daerah asalnya.



  1. Gehazi

2 Raja-raja 5:20 berpikirlah Gehazi, bujang Elisa, abdi Allah: “Sesungguhnya tuanku telah menyegani Naaman, orang Aram ini, dengan tidak menerima persembahan yang dibawanya. Demi TUHAN yang hidup, sesungguhnya aku akan berlari mengejar dia dan akan menerima sesuatu dari padanya.”

Elisa merupakan abdi Allah yang membantu Naaman untuk sembuh dari penyakit kustanya. Naaman berusaha untuk membalas kebaikan Elisa dengan memberikan sedikit persembahan, tetapi Elisa menolaknya. Elisa sadar bahwa bukan dirinya yang memberikan kesembuhan, tetapi Allah yang menyembuhkan Naaman. Namun, ternyata Gehazi, bujang Elisa, tidak memahami hal ini. Ia berpikir bahwa persembahan yang Naaman tawarkan seharusnya diterima. Gehazi sebenarnya mempunyai pilihan untuk bertanya kepada Elisa. Namun, ia memilih untuk menjadi tokoh Alkitab yang tidak bertanggung jawab dengan statusnya sebagai bujang. Ia memilih untuk mengejar Naaman dan meminta persembahan itu mengatasnamakan Elisa. Akhirnya, Gehazi mendapatkan penyakit kusta sebagai hukuman atas tindakan tak bertanggungjawabnya itu.

  1. Ananias dan Safira

Kisah Para Rasul 5:1-2 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah. Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

Dahulu, sudah merupakan hal yang biasa bagi jemaat untuk menjual tanahnya dan mempersembahkannya ke para rasul untuk membantu jemaat yang kekurangan. Namun, Ananias dan Safira tidak bertanggung jawab dengan perannya sebagai jemaat. Mereka memilih untuk tetap mengambil keuntungan dari hasil penjualan tanahnya itu. Akhirnya, Ananias dan Safira langsung tewas atas dosa-dosanya.

Itulah beberapa tokoh Alkitab yang tidak bertanggung jawab. Setiap dari kita memiliki tugas dan peran kita masing-masing. Kita tidak perlu menjadi sama dengan orang lain. Hal yang perlu kita lakukan hanyalah menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas peran kita. Dengan menjadi pribadi yang bertanggung jawab, kita pun menjadi surat Allah yang terbuka bagi sekitar kita. Segala kemuliaan bagi nama Tuhan. Tuhan memberkati.