10 Tokoh Alkitab yang Tidak Taat kepada Tuhan Sebagai Pembelajaran Umat Kristiani

Alkitab merupakan kumpulan firman Allah yang membuat kita paham akan kehendak Allah dalam hidup kita. Tidak hanya itu, Alkitab pun memberikan kisah-kisah yang dapat menjadi teladan dan pembelajaran bagi kita. Ada banyak tokoh Alkitab yang dapat menjadi teladan karena ketaatannya kepada Tuhan, misalnya kisah keteladanan Yesus Kristus. Namun, ada juga tokoh Alkitab yang memiliki kisah untuk memberikan kita pembelajaran seperti kisah dari tokoh Alkitab yang tidak taat kepada Tuhan berikut ini.

  1. Hawa

Kejadian 3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

Kita tentu mengenal siapa itu Hawa. Hawa merupakan manusia kedua yang Allah ciptakan sebagai seorang penolong bagi Adam. Keduanya diberikan perintah untuk tidak memakan buah dari pohon yang ada di tengah taman Eden atau yang saat ini kita biasa sebut pohon pengetahuan. Namun, Alkitab menceritakan bahwa Hawa ternyata tergoda oleh pohon tersebut setelah dihasut oleh Iblis dalam rupa ular. Akhirnya Hawa menjadi yang pertama sebagai tokoh Alkitab yang tidak taat kepada Tuhan.

Kejadian 3:16 Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”

Karena pilihannya tersebut, manusia yang Allah ciptakan seturut dengan gambarnya akhirnya jatuh ke dalam macam-macam dosa menurut Alkitab. Perempuan, yang keturunannya dimulai dari Hawa, pun mendapatkan tanggungan dosa yang ia perbuat. Allah akhirnya memutuskan untuk memberikan susah payah yang harus ditanggung saat perempuan mengandung dengan rasa sakit.

  1. Adam

Kejadian 3:17-18 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”

Berdasarkan kisah Hawa, kita pun tahu bahwa Adam ikut menjadi tokoh Alkitab yang tidak taat kepada Tuhan. Adam bukannya mengingatkan Hawa, malah mengikuti apa yang dikatakan oleh Hawa dan ikut memakan buah pohon pengetahuan. Akhirnya, Adam pun harus menanggung dosanya. Hukuman yang Allah berikan kepada Adam pun ditanggung oleh setiap manusia saat ini dengan bersusah payah mencari makanan. Padahal, awalnya Allah menempatkan manusia di Taman Eden dengan segala kekayaan dan kenyamanan. Saat ini, manusia dituntut untuk berusaha dan bekerja keras sesuai ayat Alkitab tentang bekerja keras.

  1. Nadab

Imamat 10:1-2 Kemudian anak-anak Harun, Nadab dan Abihu, masing-masing mengambil perbaraannya, membubuh api ke dalamnya serta menaruh ukupan di atas api itu. Dengan demikian mereka mempersembahkan ke hadapan TUHAN api yang asing yang tidak diperintahkan-Nya kepada mereka. Maka keluarlah api dari hadapan TUHAN, lalu menghanguskan keduanya, sehingga mati di hadapan TUHAN.

Saat ini, kita hanya dapat mengerti perintah Allah sebagai manfaat membaca Alkitab setiap hari. Hal ini berbeda dengan zaman Perjanjian Lama. Allah dapat memberikan perintah-Nya secara langsung dan mudah dimengerti. Saat itu, dengan bantuan Musa, Allah mentahbiskan Harun dan anak-anaknya, yaitu Nadab dan Abihu. Mereka pun memberikan persembahan dan kemuliaan Allah datang dengan api. Namun, Nadab dan Abihu malah mengambil perbaraannya, membubuh api dan menaruh ukupan di atas api Allah. Hal ini memang tidak dijelaskan dalam perintah Allah. Namun, apa yang mereka lakukan tidak dikehendaki Allah karena menggabungkan hal dunia dengan kemuliaan Allah yang kudus.


  1. Abihu

Nadab tidak mengecewakan Allah sendirian saja. Nadab melakukannya bersama saudaranya, Abihu. Akibat dari yang Nadab dan Abihu lakukan tidaklah tanggung-tanggung. Kedua tokoh Alkitab yang tidak taat kepada Tuhan ini langsung mati hangus oleh api Allah. Kisah ini menjelaskan kepada kita bahwa kita tidak bisa main-main dengan kekudusan Allah.

  1. Musa

Bilangan 20:10-11 Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: “Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?” Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum

Tidak hanya Nadab dan Abihu, ternyata Musa sebagai pemimpin bangsa Israel pun merupakan tokoh Alkitab yang tidak taat kepada Tuhan. Kita mengenal Musa, bersama dengan Harun, sebagai orang yang memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian Kanaan selama sekitar 40 tahun. Kita juga mengenalnya dari berbagai kisah keteladanan Musa dalam Alkitab. Namun, ternyata Musa pun pernah tidak taat kepada Tuhan.

Di dalam masa kepemimpinannya, bangsa Israel seringkali menuntut, termasuk menuntut minum ketika di padang gurun. Tuntutan bangsa Israel membuat Musa lelah. Ia meminta pertolongan kepada Tuhan dan Tuhan memberikannya. Namun, Musa tidak melakukannya dengan tulus dan penuh rasa syukur. Ia malah marah dengan bangsa Israel dan memukul bukit batu dengan tongkatnya dua kali ketika Allah tidak memerintahkan seperti itu. Bagi Allah, tindakan Musa itu adalah tindakan tidak percaya akan kekuasaan Allah. Maka Allah memberikan hukuman kepada Musa bahwa ia tidak akan menuai apa yang sudah ia tabur. Meskipun Musa sudah memimpin bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian Kanaan, tetapi Musa sendiri tidak akan memasuki Tanah Perjanjian Kanaan.

  1. Harun

Harun merupakan kakak Musa yang bersama dengannya memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir ke Tanah Perjanjian Kanaan. Allah mengutus Musa, tetapi turut membawa Harun untuk dapat membantu Musa. Bukannya membantu Musa untuk tetap berjalan bersama Allah, Harun malah ikut Musa marah kepada bangsa Israel dan memukul bukit batu dua kali untuk mengeluarkan air. Oleh karena ketidaktaatannya tersebut, Allah pun memberikan hukuman yang sama seperti Musa kepada Harun. Harun tidak akan memasuki Tanah Perjanjian Kanaan ketika sudah 40 tahun ia membantu Musa memimpin bangsa Israel.

  1. Akhan

Yosua 7:20-21 Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: “Benar, akulah yang berbat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku: aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali.”

Akhan adalah seorang dari suku Yehuda yang merupakan bangsa Israel. Akhan akhirnya terbukti menjadi tokoh Alkitab yang tidak taat kepada Tuhan ketika bangsa Israel dikalahkan oleh orang-orang Ai. 36 orang dari bangsa Israel tewas dibunuh oleh orang-orang Ai. Yosua, sebagai pemimpin bangsa Israel menggantikan Musa, merasa begitu terpukul dan berbicara kepada Allah. Allah pun mengungkapkan bahwa bangsa Israel tidak taat kepada-Nya. Ada seorang bangsa Israel, yang kemudian diketahui adalah Akhan, mencuri barang yang telah dikhususkan untuk dipunahkan. Padahal janji Tuhan bagi orang percaya untuk menyertai bangsa Israel berlaku ketika semua barang dikhususkan itu telah dimusnahkan.

Yosua 7:25 Berkatalah Yosua: “Seperti engkau mencelakakan kami, maka TUHAN pun mencelakakan engkau pada hari ini.” Lalu seluruh Israel melontari dia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu.

Setelah melakukan penyelidikan, Yosua mendapati bahwa Akhan lah yang mencuri barang yang telah dikhususkan. Akhan pun mengakui kesalahannya tersebut. Ia mengambil jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya. Meskipun ia sudah mengakui kesalahannya, Akhan tetap harus menanggung hukuman. Ia dilontari batu oleh bangsa Israel dan dibakar dengan api hingga mati. Hukuman ini bukan sekedar dibuat-buat oleh Yosua dan bangsa Israel, tetapi memang sudah ditetapkan oleh Allah.

  1. Hofni

1 Samuel 2:17 Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban untuk TUHAN.

1 Samuel 2:22-23 Eli telah sangat tua. Apabila didengarnya segala sesuatu yang dilakukan anak-anaknya terhadap semua orang Israel dan bahwa mereka itu tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan, berkatalah ia kepada mereka: “Mengapa kamu melakukan hal-hal yang begitu, sehingga kudengar dari segenap bangsa ini tentang perbuatan-perbuatanmu yang jahat itu?

Kita tentu mengenal Imam Eli sebagai seorang imam yang menuntut Samuel menjadi hamba Allah. Imam Eli sendiri memiliki dua anak yaitu Hofni dan Pinehas. Namun, ternyata, Hofni dan Pinehas tidaklah seperti Imam Eli yang setia pada Allah. Hofni dan Pinehas, sehari-harinya, malah melakukan kejahatan di hadapan Allah. Mereka merampas daging untuk Allah dari orang Kristen makan daging kurban. Hofni dan Pinehas bahkan berani untuk melakukan kekerasan untuk mendapatkan daging tersebut.Selain itu, mereka juga tidur dengan perempuan-perempuan pelayan.

  1. Pinehas

1 Samuel 4:11 Lagipula tabut Allah dirampas dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas.

Pinehas bersama dengan Hofni melakukan kejahatan yang tak terkira. Akibatnya, keduanya sudah ditetapkan Allah untuk mati pada hari yang sama. Ketetapan Allah pun terjadi. Hofni dan Pinehas tewas di dalam peperangan orang Israel dengan orang Filistin.


  1. Saul

1 Samuel 13:11-12 Tetapi kata Samuel: “Apa yang telah kauperbuat?” Jawab Saul: “Karena aku melihat rakyat itu berserak-serak meninggalkan aku dan engkau tidak datang pada waktu yang telah ditentukan, padahal orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas, maka pikirku: Sebentar lagi orang Filistin akan menyerang aku di Gilgal, padahal aku belum memohonkan belas kasihan TUHAN, seab itu aku memberanikan diri, lalu mempersembahkan korban bakaran.”

Tentu kita mengenal siapa itu Saul. Saul adalah orang pertama yang dinobatkan sebagai raja bangsa Israel. Allah menyertai Saul di dalam masa pemerintahannya. Namun, sepertinya Saul tidak sepenuhnya percaya akan kekuasaan dan penyertaan Allah. Ketika bangsa Israel terjepit dan Samuel, utusan Allah, belum datang, Saul pun merasa takut. Ia takut ketika bangsanya mulai meninggalkan ia. Saul terlalu terbuai dengan kekuasaannya dan ia memilih untuk melanggar perintah Allah.

Selain itu, masih banyak dosa yang dilakukan oleh Saul. Saul tidak menghabiskan seluruh yang ada pada orang Amalek ketika Allah memerintahkan untuk memusnahkan semuanya. Saul berusaha membunuh Daud karena Saul kemudian ditolak sebagai raja oleh Allah. Padahal, ia tidak lagi menjadi raja merupakan hukumannya karena telah berbuat dosa.

Itulah daftar tokoh Alkitab yang tidak taat kepada Tuhan. Kita melihat bahwa orang-orang yang tidak taat kepada Tuhan pasti mendapatkan tanggungannya. Bahkan sebagian besar dari mereka mendapatkan maut secara fisik. Saat ini, ketika kita berdosa, kita memang tidak langsung mati secara fisik. Namun, kita percaya bahwa dosa membawa maut dalam iman kita. Dosa membawa kematian dalam hubungan kita dengan Allah. Oleh karena itu, kita harus datang kepada Allah, mengakui dosa kita dan terlebih lagi bertobat dan berbalik kembali ke jalan Allah. Segala kemuliaan bagi nama Tuhan. Tuhan memberkati.