Sponsors Link

7 Pengaruh Reformasi terhadap Gereja Bagi Indonesia

Sponsors Link

Pengaruh reformasi gereja adalah untuk menumbuhkan benih-benih demokratis politik dan kesadaran individual terhadap pentingnya hak-hak politik serta kebebasan individu sehingga menjadi pondasi keberanian masyarakat untuk melawan kekuasaan yang semena-mena. Kejadian ini juga mengakibatkan terpecahnya Katholik Roma menjadi 2 agama yang sekarang dikenal dengan Agama Kristen dan Agama Katholik. Perbedaan kedua agama ini terletak di tatanan gereja atau liturgi dan beberapa kepercayaannya.

ads

Reformasi gereja sendiri adalah suatu tindakan untuk mengubah ke arah yang lebih baik dan kembali pada ajaran gereja mula-mula. Gerakan reformasi gereja adalah suatu upaya untuk meluruskan penyimpangan-penyimpangan yang ada yang pada waktu itu dilakukan oleh Gereja Katholik dari Gereja terbesar di dunia adanya penjualan surat pengampunan dosa atau yang biasanya disebut dengan surat aflat.

Banyak yang berpikir bahwa Kristen Katholik awal mulanya berasal dari Benua Eropa dan bagaimana pengaruhnya di Eropa pada saat itu? Pengaruhnya sangat besar sampai-sampai membuat kelompok agamis dan kelompok penguasa berseteru hingga perang selama 30 tahun antara Protestan dan Katholik yang akhirnya membuat Eropa kacau balau.

Awal mula terjadi reformasi gereja di Eropa latar belakang reformasi Gereja oleh :

  1. Praktek jual beli indulgensi atau pengampunan dosa oleh Gereja Katholik Roma
  2. Praktek simoni atau jual beli jabatan di Gereja Katholik Roma
  3. Tuduhan korupsi dan nepotisme di Gereja Katholik Roma
  4. Skisma barat antara Paus Roma dan Paus Avignon yang menurunkan wibawa Gereja Katholik Roma
  5. Tersedianya mesin cetak pembuat alkitab yang tersedia bagi kalangan umum
  6. Paham humanisme dan renaissans
  7. Adanya penyimpangan terhadap acara sakramen suci atau ritual penyembahan pemujaan terhadap benda-benda keramat atau toko-tokoh yang menimbulkan penyembahan berhala
  8. Pajak-pajak yang memberatkan karena ambisi kaum bangsawan lokal
  9. Kebangkitan nasionalisme di Eropa di mana raja-raja menolak dominasi Paus
  10. Perkembangan kapitalisme dan krisis ekonomi di kawasan imperium Roma

Di abad pertengahan, kehidupan di Eropa didominasi oleh Gereja Katholik. Hal ini dimaksudkan dengan Gereja Katholik memengaruhi segala aspek kehidupan mulai dari kemasyarakatan sampai kebudayaan di Eropa sehingga mereka melupakan tugasnya sebagai gereja. Dengan tokoh utamanya bernama Martin Luther. Faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya reformasi adalah:

  • Penyimpangan-penyimpangan dalam tubuh gereja. Hal ini yang dimaksud adalah orang-orang yang menjadi biarawati hanya mencari kedudukan, kekayaan, dan kehidupan duniawi lainnya
  • Gereja menjadi pusat kegiatan monopoli agama, budaya, ekonomi, dan politik
  • Faham humanisme membuat orang semakin kritis terhadap ajaran  agama karena mereka mampu membaca naskah asli dalam tulisan Yunani kuno
  • Menentang indulgenesi yakni surat pengampunan dosa
  • Gereja melupakan tugasnya dengan hanya mencari kekayaan dan kekuasaan
  • Gereja hanya berfoya-foya dengan membangun gereja-gereja mewah seperti di vatikan

Indulgensi : Penghapusan hukuman atau dosa sementara atas dosa yang sudah diampuni. Ajaran ini hanya ada di Gereja Katholik. Di abad pertengahan terjadi penyelewengann surat indulgensi.

Perkembangan Gerakan Reformasi Gereja

Tahun 1520, Luther keluar dari anggota gereja dan membangun jemaat baru. Ia meminta kepada Kaisar Roma dan para pangeran Jerman mereformasi gereja dan menghilangkan kesetiaannya kepada Paus. Hal ini membuat gereja marah. Dewan Roma dan Paus Leo X menolak untuk mereformasi gereja Roma dan melarang ajaran Luther. Akan tetapi, orang-orang Jerman mendukung gagasannya. Gerakan reformasi Jerman membangkitkan semangat federalisme yang nantinya menjadi cikal bakal nasionalisme di kalangan bangsawan Jerman. Dampak yang diterimanya terjadi disintegrasi dan Eropa terbagi menjadi negara-negara kecil.

Sponsors Link

Timbullah konsep hak ketuhanan raja di mana mereka berhak untuk memerintah dan warganya wajib menaati. Luther menyebutkan sifat hak tersebut sakral dan sebagai politik suci. Dari gagasan inilah timbul benihi-benih absolutism baru yang berdampak serius pada praktek dan pemikiran politik barat. Setelah bermacam-macam alasan yang muncul dan ada pun tokoh-tokoh di belakang adanya reformasi gereja adalah Martin Luther, Jean Calvin, Ulrich Zwingli, John Weasly, dan masih banyak lagi. Karena banyaknya tokoh-tokoh pelopor reformasi gereja maka timbullah sekte-sekte kecil seperti Lutherisme, Calvinisme, Anglicanisme, dan lain sebagainya.

Tahun Abad ke 15 – 16

Pada abad ke-15 dan 16, perkembangan Agama Kristen berkembang di seluruh penjuru dunia melalui rute penjelajahan samudra yang dilakukan dalam aktivitas perdagangan. Di dokumen yang saya baca yang ditulis oleh Ramli Hs Harahap dituliskan sebagai berikut, Schaaf memberikan penjelasan mengenai istilah evangelisch dalam terbitan Bahasa Inggris yang istilah ini umumnya digunakan kepada gereja-gereja yang timbul pasca reformasi di Jerman dan lebih familiar dengan istilah evangelis. Sedangkan untuk terjemahan protestan sendiri adalah istilah yang menunjukkan terjemahan dari istilah protestantisch. 

ads

Di Indonesia sendiri penyebaran Agama Kristen dimulai pada abad ke-15 M dengan pertama memasuki wilayah Maluku dan perintisnya adalah saudagar dari Portugis yang bernama Gonsalo Veloso dan seorang rohaniawan dari Fransiskan yang bernama Simon Vaz. Ajaran Agama Kristen menyebar di Indonesia melalui perdagangan dan pendidikan yang didirikan untuk diajarkan mengenai Agama Kristen. Penyebaran Agama Kristen di Indonesia merupakan bagian kegiatan dari penyebaran ajaran Kristen ke seluruh dunia. Kegiatan ini giat dilakukan semasa penjelajahan samudra dengan tokoh penyebarannya adalah rohaniawan. Penyebaran Kristen di Indonesia terbagi menjadi 2 yaitu Kristen Protestan dan Katholik. Perintis Katholik adalah pastor dan biarawan sedangkan perintis Kristen Protestan adalah pendeta dan penginjil.

Dari dokumen yang saya baca yakni yang ditulis oleh Aland yang kemudian dirangkum oleh Ramli HS Harahap, ia berpendapat bahwa ada beberapa sejarah reformasi Gereja pertimbangan mendasar terjadinya pengaruh reformasi:

1. Runtuhnya Kesatuan Gereja

Aland berpendapat bahwa terjadi kekeliruan pada statement yang mengatakan bahwa gereja runtuh pada awal abad ke-16 merupakan dampak dari reformasi. Alasan Aland mengatakan demikian karena pada saat 500 tahun sebelum terjadinya reformasi gereja sudah terpecah menjadi 2 yakni Gereja Timur dan Gereja Barat. Hal ini terjadi pada tahun 1054. Aland juga mengatakan bahwa jauh sebelum tahun 1054, gereja sudah mengalami perdebatan yakni perdebatan mengenai Kristologis sehingga memisahkan kesatuan gereja nasional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa belum tepat jika reformasi gereja pada abad ke-16 merupakan awal terjadinya perpecahan gereja secara luas.

2. Motif Perluasan Reformasi

Permasalahan yang dihadapi gereja di Jerman dapat dikatakan sebagai awal terjadinya motif reformasi. Kenapa demikian? Karena pada tahun 1524 di Jerman telah ada pergerakan evangelis. Pergerakan ini sudah dilihat oleh Luther sehingga ia menyatakan bahwa dalam 14 hari dalilnya akan meluas ke semua wilayah di Jerman. Menurut Aland, motif yang membentuk reformasi adalah pertama, kritik terhadap Gereja Katholik. Kedua, usaha untuk membangun kesadaran nasionalisme. Ketiga, politik tapi, faktor politik sendiri tidak memberikan dampak positif terhadap reformasi sendiri. Keempat, moralitas. Terjadi banyak penurunan moral-moral di gereja.

3. Motif reformasi dan ajarannya

Menurut Aland, apa yang dikatakan sebagai motif reformasi dan ajarannya hanyalah semboyan dan slogan yang dikumandangkan oleh si reformator seperti Martin Luther yang mengatakan anugerah, John Calvin mengatakan keagungan Allah, dan Ulrich Zwingli mengatakan Kerajaan Allah. Dari ketiga reformator ini Aland menyimpulkan bahwa ketiganya terdapat perbedaan yakni Luther adalah seorang nabi dan penafsir kitab suci yang hidup di Jermna sehingga dikenal dengan German profundity, dan Calvin adalah seorang sarjana dan pemimpin gereja yang hidup di Prancis dan dikenal dengan French clarity, sedangkan Zwingli yang hidup di Swiss dikenal dengan Partical sense.

4. Reformator yang Lebih Kecil

Menurut Aland, masih banyak lagi reformator-refomator yang ikut membantu menyebar luaskan reformasi. Reformator ini disebut lesser. Ada pun tokoh-tokohnya adalah Johann Lang seorang reformator dari Erfurt dan penasehat asing di Schwarzburg, Wenceslas Link seorang reformator di Altenburg dan Nuremberg, George Spalatin seorang reformator yang sebagai pengkhotbah juga di Penjara Frederick yang bijaksana, Justus Jonas dan Nicholas von Amsdorf adalah 2 orang yang mendirikan reformasi Wittenburg, Johannes Bugenhagen adalah orang yang mendukung reformasi di Brunswick, Hamburg, dan Hildesheim. Dan Nicholas Hausmann adalah seorangn reformator di Zwickau dan Dessau.

5. Reformasi adalah Fenomena yang Mencakup Seluruh Eropa

Sponsors Link

Reformasi yanng dilakukan oleh Martin Luther tidak hanya terjadi di Jerman saja melainkan di seluruh Eropa. Seperti reformasi di Belanda dipengaruhi oleh para pengungsi dari Prancis dan Swiss, di Scandivania terjadi di kota Denmark, di Inggris terjadi pada saat pemerintahan Henry VIII dan penggantinya Edward VI, di Scotlandia dan Timur Eropa dipengaruhi oleh kaum awam, dan berkelanjutan di Hungaria, Transylvania, sampai ke Polandia. Setelah Luther mati, reformasi dimulai di Wittenburg dan Calvin menguasai daerah Geneva dan menjadikannya pusat reformasi.

6. Reformasi Sayap Kiri

Reformasi sayap kiri adalah sesuatu yang tumbuh dan berkembang di samping dari perkembangan reformasi itu sendiri yakni anabaptis dan spritualist keduanya aktif berkembang di Jerman dan Switzerland. Awal mula pergerakan ini jauh di belakang abad pertengahan.

7. Revolusi Copernicus

Conrad Ferdinand Meyer mengatakan reformasi Luther terjadi di antara 2 masa yakni para filsuf dan sejarawan terjadi pada sebagian abad pertengahan sedangkan  jika dilihat dari pekerjaannya dan reformasinya sendiri Luther berada pada awal masa modern. Gerakan reformasi gereja adalah lanjutan dari renaissans. Tetapi, kedua hal ini terdapat perbedaan yaitu renaissans melahirkan prinsip kenikmatan hidup, manusia merupakan makhluk yang baik, dan mendewakan kemampuan manusia. Sedangkan reformasi masih mempunyai pandangan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk korup dan bejat moralnya sehingga harus percaya pada keimanan  akan dicapai jika manusia mempunyai kehidupan spiritual yang sesuai dengan iman Kristus yang sesungguhnya. Meski pun keduanya terdapat perbedaan tetapi keduanya memiliki kesamaan yang sama yaitu sama-sama merupakan bentuk perlawanan atas dominasi Gereja Katholik pada saat itu dan sama-sama diinspirasi oleh warisan intelektual Yunani dan Romawi yang menempatkan manusia sebagai makhluk terhormat dan didukung oleh perkembangan perdagangan, kapitalisme, dan mertantilisme.

Penyebaran Kristen Protestan dan Katholik dilakukan seiring datangnya orang-orang dari Eropa ke Indonesia. Penyebaran Agama Kristen di Indonesia berawal dari perkampungan-perkampungan yang ada di Indonesia. Mulai dari perkampungan di daerah Sumatera Utara yang dirintis oleh biarawan Fransiskan dari Italia. Rintisan tersebut menyebabkan pengaruh pertumbuhan Agama Kristen di Indonesia. Perkembangan Agama Kristen di Indonesia berkembang pesat saat datangnya Portugis ke Indonesia (baca juga : gereja terbesar di Indonesia)

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Gereja