4 Sifat Dosa Menurut Alkitab Dalam Ajaran Kristiani

Menjadi seorang yang beragama, terutama seorang Kristen, tentu perlu membedakan mana perbuatan yang memuliakan Allah dan mana perbuatan yang dosa. Meski kita sudah menerima keselamatan sesuai dengan janji keselamatan dalam Alkitab, kita perlu hati-hati terhadap dosa. Kita perlu menghindari dosa, bahkan dosa sesederhana apapun itu. Ada berbagai jenis-jenis dosa dalam Alkitab. Namun, secara umum, terdapat pengertian dosa menurut Alkitab.

Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. ̶ 1 Yohanes 3:4

Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa. ̶ Roma 14:23

Jadi, dosa merupakan pelanggaran hukum Allah dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman. Pelanggaran hukum Allah bisa terjadi dimana saja, kapan saja, dan lewat apa saja seperti contoh kebudayaan yang melanggar firman Tuhan. Kita tahu berbagai hukum Allah yang tertulis di dalam Alkitab. Namun, kita tidak hanya sekedar melakukan hukum tersebut, tetapi kita harus melakukannya dengan iman kepada Allah. Dosa sendiri merupakan sebuah kata benda. Sebagai sebuah kata benda, ia memiliki sifat-sifat tertentu. Berikut sifat dosa menurut Alkitab.

1. Dosa itu menular

Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. ̶ Roma 5:12

Sangat jelas tertulis pada ayat ini bahwa dosa, sebagai maut, menjalar kepada semua orang. Ketika seseorang berbuat dosa, ia tidak hanya merugikan dirinya sendiri. Dosa itu dapat membuat orang lain di sekitarnya kemudian ikut untuk melakukan dosa tersebut. Misalnya seperti Adam dan Hawa pada Kejadian 3:1-6. Awalnya, hanya Hawa yang berbuat dosa dengan memakan buah pengetahuan. Namun, akhirnya Adam pun ikut mengambil peran dalam dosa ini. Jadi, itulah sifat dosa menurut Alkitab yang pertama: dosa itu menular.

Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: “Apa yang harus kuminta?” Jawabnya: “Kepala Yohanes Pembaptis!” Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!”   ̶ Markus 6:24

Contoh bagaimana dosa itu menular juga dapat kita lihat di kisah bagaimana Yohanes Pembaptis dibunuh. Pada Markus 6:19 dikatakan Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia. Lalu, akhirnya datang kesempatan itu dan ia menyuruh anaknya. Bagaimana dosa itu menular terlihat dari cepatnya anak Herodias meminta kepada Herodes. Anak Herodias tidak ragu atau mempertimbangkan sama sekali. Ini mengindikasikan bahwa anak Herodias pun tertular rasa benci kepada Yohanes Pembaptis.

2. Dosa bersifat aktif

Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya,  lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. ̶ Kejadian 3:6

Sifat dosa menurut Alkitab yang kedua dapat kita pelajari, sekali lagi, dari kisah Adam dan Hawa pada Kejadian 3:1-6 sebagai awal mula manusia jatuh ke dalam dosa. Kita dapat melihat bahwa dosa bukanlah sebuah kecacatan atau sebuah kelemahan. Dosa bersifat aktif, mengambil tindakan. Buah pengetahuan bukannya tidak secara sengaja termakan oleh Hawa. Hawa sendiri yang mengambil inisiatif untuk mengambil buah tersebut, memakannya, bahkan kemudian memberikannya juga kepada Adam. Setiap dosa pun seperti itu. Semuanya merupakan inisiatif manusia sendiri untuk melakukannya.


3. Dosa selalu siap untuk beraksi dan menggoda

Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya. ̶ Kejadian 4:7

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. ̶ 1 Petrus 5:8

Allah sendiri yang mengatakan kepada Kain, dan kepada kita semua, bahwa dosa mengintip di depan pintu dan sangat menggoda kita. Itulah sifat dosa menurut Alkitab. Petrus pun ikut mengingatkan dalam suratnya bahwa Iblis, yang menyebabkan dosa, seperti singa yang mengaum dan mencari mangsa. Jika kita lemah, tanpa pertahanan, kita dapat dengan mudah ditelan oleh si Iblis dan menjadi berdosa. Jika kita begitu saja mudah tergoda, kita tidak akan mampu berkuasa atas dosa tersebut.


4. Dosa merugikan

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah  ̶ Roma 3:23

Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. ̶ Roma 6:23

Satu hal yang pasti merupakan sifat dosa menurut Alkitab adalah dosa itu merugikan. Dosa tidak pernah sekalipun memberikan efek yang baik dan menguntungkan. Ada banyak akibat dosa menurut Alkitab. Kita, manusia, diciptakan Allah serupa dan segambar dengan-Nya. Kita memiliki kemuliaan Allah. Namun, dosa berhasil merenggut kemuliaan tersebut dari kita. Lebih lagi, dosa itu membawa kita kepada maut. Dosa menjauhkan kita dari Allah, pencipta kita.

Itulah sifat dosa menurut Alkitab. Di Alkitab sendiri ada banyak penjelasan tentang dosa secara spesifik seperti ayat Alkitab tentang dosa perzinahan. Tidak ada satupun sifat dosa yang baik dan menguntungkan. Oleh karena itu, segeralah berpaling dari dosa. Jangan biarkan dosa masuk memenuhi kehidupan kita. Rutinlah membaca ayat Alkitab tentang bertobat agar kita terus diingatkan untuk bertobat. Tuhan memberkati.