Arti Persepuluhan Dalam Agama Kristen Menurut Alkitab

Persepuluhan pasti sudah terdengar akrab di telinga kita. Pertanyaan-pertanyaan juga muncul dalam benak kita terkait persepuluhan atau sering juga orang menyebutnya perpuluhan. Lantas, apakah persepuluhan ini? Kenapa harus sepersepuluh? Kenapa tidak seperlima, seperenam, atau seperduabelas? Apakah persepuluhan berbicara tentang jumlah yang harus dipatok mati sebesar sepersepuluh, tak boleh lebih atau kurang? (baca juga: Menjadi Murid Kristus)

Apakah persepuluhan harus dalam bentuk uang? Bagaimana jika kita memberi hasil ladang kita? Kemana harus memberikan persepuluhan? Haruskah ke gereja atau boleh bebas kemana saja? Apakah persepuluhan harus wajib diberikan? Apakah hanya orang yang sudah bekerja yang wajib memberikannya? Bagaimana dengan seseorang yang berprofesi sebagai mahasiswa atau siswa? Semua pertanyaan ini hanya bisa kita temukan jika arti persepuluhan kita maknai dengan cara yang benar. Berikut akan di jelaskan arti persepuluhan dalam Agama Kristen Menurut Alkitab melalui artikel ini.

Persepuluhan Dalam Gereja Menurut Ajaran Gereja

Jika melihat dalam perjanjian lama, persepuluhan merupakan perintah yang ada dalam hukum Musa dan harus ditaati oleh seluruh bangsa Israel. Pada waktu itu, persepuluhan diberikan kepada Bani Lewi untuk membalas pekerjaan yang dilakukan mereka yaitu pekerjaan pada Kemah Pertemuan (Bilangan 18 : 21). Itulah sebabnya kenapa Bani Lewi tidak akan mendapat milik pusaka di tengah-tengah orang Israel (Bilangan 18 : 24). Bani lewi yang mendapat persembahan persepuluhan dari bangsa Israel ternyata juga harus mempersembahkan persembahan persepuluhannya kepada Allah sebagai persembahan khusus (Bilangan 18 : 26), inilah beberapa keterangannya sebagai berikut:

  • Bangsa Israel pada waktu itu memberikan persembahan persepuluhannya dalam bentuk hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan atau dari lembu sapi atau kambing domba (Imamat 27 : 30; Imamat 27 : 32). (baca juga: Poligami menurut Alkitab)
  • Tetapi, ada juga diantara mereka yang memberikan persembahan persepuluhannya dalam bentuk uang yaitu jika ada yang tidak dapat mengangkutnya karena tempat yang akan dipilih Tuhan untuk menegakkan nama-Nya terlalu jauh sehingga harus diuangkan (Ulangan 14 : 24). (baca juga: Karakter Kristus)
  • Di dalam perjanjian lama, bangsa Israel memberikan persembahan persepuluhannya ke tempat yang dipilih TUHAN, Allah, untuk membuat nama-Nya diam disana (Ulangan 12 : 11).
  • Dan tempat tersebut tentulah tempat yang pasti berada di tanah Israel pula karena kita mengetahui di perjanjian lama, bangsa yang dikasihi oleh Allah adalah bangsa Israel.
  • Di dalam 2 Tawarikh 31 : 12, ditekankan untuk memberikan persepuluhan dengan setia. Dan di kitab Nehemia, Amos, Maleakhi, mengenai persepuluhan tetap terus difirmankan. (baca juga: Mujizat Tuhan Yesus)

Baca juga :

Tujuan Persepuluhan Dalam Gereja Untuk Umat Kristiani


Berbeda dengan apa yang telah kita bahas mengenai persepuluhan di perjanjian lama, di perjanjian baru kita hanya dapat mengetahui sedikit tentang persepuluhan. Bahkan tak ada hal penekanan sedetail di perjanjian lama yang dapat kita temukan. Dalam Matius 23 : 23, Lukas 11 : 42 memang ditekankan untuk memberikan persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan, tetapi tetap mengingat yang terpenting dari hukum taurat : keadilan, belas kasihan dan kesetiaan, sehingga Matius mengatakan yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Firman inilah yang dapat menjadi dasar bagi kita untuk memberikan persepuluhan sekalipun mungkin ada banyak pengeluaran atau ada hutang yang harus dibayar atau jika punya kerinduan atau tergerak oleh belas kasihan untuk memberikan kepada seseorang yang ada di sekitar kita yang kesulitan makan dan lainnya. (baca juga: Ayat Alkitab tentang Pernikahan Kristen)

Jadi bagaimana agar dapat mengerjakan keduanya? Kalau memang tidak memungkinkan untuk memberikan tepat sepersepuluh dari apa yang kita punya oleh karena melakukan hal ini, berdasarkan kebenaran firman Tuhan ini tidak salah jika menguranginya sehingga kurang dari sepersepuluh persembahan persepuluhan yang kita berikan. Tetap ingat, jika memang benar-benar tidak memungkinkan. Tapi jika alasannya karena sesuatu di luar ini, misalnya untuk hedonisme sehingga mengurangi persepuluhan, saya menyarankan kita untuk bertobat. Jadi tetap berhikmat dalam memberikan persepuluhan jika harus menguranginya, sebagai berikut:

  • Tidak ada secara gamblang dituliskan dalam perjanjian baru tentang tempat memberikan persepuluhan. Suku-suku lewi tidak ada lagi di perjanjian baru, lalu kemana memberikan persepuluhan? (baca juga: Janji Tuhan bagi orang percaya)
  • Di zaman perjanjian baru, semuanya sudah digenapi oleh kematian dan kebangkitan Kristus sehingga tak perlu lagi mempersembahkan korban melalui suku lewi seperti di perjanjian lama sehingga tak lagi memberikan persepuluhan kepada suku lewi.
  • Lalu kemana? Ke tempat yang memang benar-benar mengerjakan kerinduan/visi Allah/amanat agung-Nya, kesanalah kita memberikan persepuluhan, entah itu ke gereja atau sebuah komunitas Kristen di kampus atau tempat lainnya yang memang mengerjakan hal itu.
  • Jadi tetap dituntut hikmat Allah dalam memutuskannya dan berdoalah supaya persepuluhan yang kita berikan benar-benar dialokasikan untuk pekerjaan Allah. (baca juga: Penyaliban Yesus)
  • Suatu kebenaran yang pasti baik dari perjanjian lama maupun dari perjanjian baru berdasarkan ayat-ayat Alkitab yang sudah kita baca terkait persepuluhan, maka yang terpenting dari persepuluhan adalah ketaatan dan kesetiaan serta motivasi yang benar.
  • Dikatakan di dalam Alkitab ‘memberikan’ persepuluhan bukan ‘membayarkan’. Dengan kata lain, kita memberikan apa yang merupakan pemberian Allah yang telah kita terima sebelumnya dan dengan kata lain, tak ada satupun yang menjadi kepunyaan kita. Segala sesuatunya adalah milik Allah.
  • Dan inilah yang menjadi motivasi kita memberikan persepuluhan : Kebergantungan kepada Allah. Ketika kita menyadari bahwa segala sesuatunya milik-Nya, maka kita pasti terus bergantung pada-Nya, sehingga sekalipun uang di rekening atau di kantong kita berkurang, kita tetap memberikan persepuluhan oleh karena iman kita padaNya bahwa Dia yang memelihara hidup kita, bukan karena materi yang kita miliki yang membuat kita terus hidup dan bertahan. (baca juga: Perzinahan menurut Alkitab)

Artikel lainnya :

Dan dengan motivasi yang benar seperti ini, pastilah kita tidak pernah tidak taat dalam memberikan persepuluhan. Bukankah firman-Nya mengatakan : “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? …. Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu : Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu” (Matius 6 : 26 – 29). Persepuluhan bukan soal jumlah, tapi soal ketaatan. Ayo taat memberikan persepuluhan dengan motivasi yang benar.

Demikian artikel mengenai arti persepuluhan dalam agama kristen menurut alkitab, semoga artikel ini memberikan pemahaman terhadap arti persepuluhan dalam agama kristen menurut alkitab dan dapat kita terapkan dalam memberikan perpuluhan yang merupakan ucapan syukur atas berkah yang kita terima.